Sistem pencernaan

Dari Wikipedia bahasa indonesia :

Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.

Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa – sisa makanan melalui anus.

Untuk Diskusi, dan menambah bahasan, silahkan klik Leave a Comment » tuliskan nama dan identitas lainnya.

32 responses to “Sistem pencernaan

  1. Nama : Minggu Lisa
    Nim : 09S10076
    Prodi : S1 gizi
    SISTEM PENCERNAAN
    Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
    - menerima makanan
    - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
    - menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
    - membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.

    Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
    Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
    Usus halus
    Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.
    Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
    Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
    Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.

    Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
    Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.

    Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
    Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung.
    Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.

    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.

    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.

  2. Nama : JUNI FANDILA
    NIM :09S10081
    Prodi ; S -1 GIZI
    Rektum dan Anus
    Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
    Gangguan Sistem Pencernaan
    • Apendikitis  Radang usus buntu.
    • Diare  Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
    • Kontipasi (Sembelit)  Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
    • Maldigesti  Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
    • Parotitis  Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
    • Tukak Lambung/Maag  “Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
    • Xerostomia  Produksi air liur yang sangat sedikit
    Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
    Diare
    Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
    Konstipasi (Sembelit)
    Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.

    Tukak Lambung (Ulkus)
    Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
    Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis

  3. NAMA : OKLIVIA LIBRI
    NIM : 09S10073
    PRODI S1 GIZI

    Lambung
    Lambung memegang peranan amat vital dalam sistem pencernaan makanan. Organ yang terletak setelah kerongkongan ini merupakan tempat dihancurkannya makanan yang masuk ke dalam perut. Selanjutnya sari-sari makanan yang dihasilkan diteruskan ke proses selanjutnya.
    Makanan yang masuk ke dalam lambung akan bercampur dengan getah lambung yang bersifat asam. Melalui gerakan kontraksi lambung, makanan akan dicerna hingga menjadi cair (chymus).
    Enzim yang bekerja di lambung adalah pepsin, pencerna protein. Pepsin sendiri bertugas mencerna kolagen yang merupakan unsur utama dari jaringan penyambung interselluler daging. Proses pencernaan protein di dalam lambung sekita 10 – 30% dari keseluruhan pencernaan protein di seluruh tubuh.
    Karbohidrat tidak dicerna di dalam lambung. Sementara lemak dicerna di dalam lambung dengan menggunakan enzim lipase yang berasal dari kelenjar lidah bagian bawah.
    A. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan lambung:
    1. Tukak lambung
    Tukak lambung, ulkus, terjadi apabila dinding lambung rusak akibat mukus yang menyelimutinya rusak. Enzim yang dihasilkan di dalam mukus memakan bagian-bagian kecil pada lapisan permukaan lambung. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyebabkan dinding lambung berlubang sehingga isinya jatuh ke dalam rongga perut.
    2. Kolik
    Rasa nyeri pada lambung diakibatkan salah mencerna makanan yang oleh lambung tidak bersahabat; cabe atau alkohol.
    3. Gastritis/Maag
    Peradangan pada mukus lambung.
    B. Hal-hal yang menyebabkan penyakit pada lambung:
    Terinfeksi oleh virus atau bakteri yang masuk melalui makanan atau minuman.
    Pola makan yang tidak sehat, tidak teratur, sering terlambat makan, dan kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan
    Ritme kerja yang menekan, stres, dan diperparah dengan kondisi tubuh seseorang yang tidak fit.
    Tingkat kebisingan yang tinggi. Hal ini berakibat pada terjadinya malabsorbsi lemak, ketidakmampuan sistem pencernaan untuk mencerna dan menyerap lemak.
    Penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba
    C. Pengobatan pada penyakit lambung
    Banyak alternatif untuk menyembuhkan penyakit yang berkaitan dengan lambung. Mulai dari pengobatan medis kedokteran hingga obatan-obatan herbal. Pada intinya, semua pengobatan bermanfaat asal terkontrol dan tidak berlebihan.
    Berikut hal yang harus diperhatikan bagi para penderita penyakit lambung:
    1. Memperbaiki pola makanan dan jenis asupan yang bergizi tinggi. Ini sangat baik agar sistem pencernaan kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan semestinya
    2. Meminum air putih dalam jumlah yang banyak, minimal delapan gelas dalam sehari.
    3. Hindari makanan dan minuman yang bersifat merangsang; makanan pedas dan minuman besoda maupun beralkohol
    4. Hentikan merokok
    5. Kurangi kebiasaan memakan permen karet. Hal ini dikarenakan gas yang dihasilkan saat mengunyah permen karet tertahan di dalam perut
    6. Kurangi mengonsumsi goreng-gorengan. Banyak penjaja gorengan yang menggunakan minyak berulang kali. Ini menyebabkan minyak goreng telah jenuh dan berisiko memicu sel kanker.
    7. Hindari makan dalam posisi berbaring
    8. Beri jeda yang panjang antara jam makan malam dengan waktu tidur. Idealnya tiga jam. Ini untuk menghindari risiko terjadinya reflax/balik sehingga menyebabkan panas di bagian tengah dada. Asam di dalam lambung penuh dan berpotensi kembali ke kerongkongan.
    9. Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat.

  4. Nama : Minggu Lisa
    Nim : 09S10076
    Prodi : S1 gizi
    SISTEM PENCERNAAN
    Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
    - menerima makanan
    - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
    - menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
    - membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.

    Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
    Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
    Usus halus
    Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.
    Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
    Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
    Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.
    Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
    Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.
    Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
    Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung.
    Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.

  5. Nama : Pratna susanti
    Nim : 09S10071
    Prodi : S1 GIZI
    LAMBUNG
    lambung sangat berfungsi untuk sistem pencernaan pada manusia karena di dalam lambung terdapat:
    1. Asam klorida yang fungsinya untuk mengasamkan makanan,membunuh kuman yang ada pada lambung kita serta mengaktifkan pepsinogen.
    2. Pepsin
    yang fungsinya mengubah casein susu(encer) menjadi
    padat atau beku.
    3. mucin
    yang fungsinya untuk merangsang sekresi,dan melindungi dinding lambung supaya tidak rusak.
    di dalam lambung ini terjadi pencernaan protein yang pertama kali secara enzimatis.

  6. Hernida arisanti

    Nama: Hernida arisanti
    Prodi: S1 GIZI
    Nim: 09S10064
    Hati
    Hati merupaka kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
    Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu . Empedu mengandungkolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
    Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
    Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
    Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
    Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.

    Hati terdiri atas beberapa belahan (lobus). Masing-masing lobus dibina oleh ratusan ribu lobulus yang berbentuk heksagonal. Tiap lobulus dilapisi oleh jaringan ikat interlobular yang disebut kapsula Glisson. Pada bagian tebgah lobulus hati terdapat vena sentralis, pita-pita sel hati yang bercabang atau berantomosis tersusun radier terhadap vena sentralis. Diantar pita-pita sel hati terdapat sinusoid-sinusoid darah yang tampak seperti celah-celah atau rongga. Pada dinding sinusoid terdapat sel kapiler yang tergolong sebagai makrofage. Sudut antara lobuli-lobuli yang bersebelahan disebut segitiga Kiernann yang berisi saluran porta, yaitu arteri, vena dan saluran empedu interlobular.
    Sel hati (hepatosit) berbentuk polyhedral, berinti satu (75%) atau dua (25%). Sitoplasma mengandung banyak butir glikogen. Sel-sel inilah yang menghasilkan empedu. Untuk sementara empedu disimpan dalam kandung empedu(vesika fellea), disina empedu tersebut menjadi kental karena airnya diserap kembali aleh dinding kandung empedu. Hormon kholesistokinin mengatur pengeluaran empedu ke usus halus. Oleh ductus sistikus empedu disalurkan ke duktus kholedokhus yang bermuara di duodenum, dan di tempat tersebut terjadi pengemulsian lemak. Kandung empedu berkembang pada kebanyakan vertebrata. Ikan lamprey, kebanyakan burung, tikus dan ikan paus tidak mempunyai kandung empedu hanya mengkonsumsi sedikit lemak dalam makanannya. Manusia masih dapat hidup selama bertahun-tahun setelah kandung empedunya dibuang melalui pembedahan dengan syarat harus menghindari lemak dalam dietnya.
    Pankreas.
    Ciri-ciri:
    - Kelenjar ini hanya terdapat pada vertebrata dan semua hewan vertebrata memilikinya.
    - Pada Pisces, Amphibia dan Reptilia pancreas terletak di antara lambung dan duodenum, sedangkan pada Aves dan Mammalia terletak diantara parsasenden dan desenden duodeni.
    - Merupakan organ majemuk, karena menpunyai fungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun sebagai kelenjar endokrin.
    - Bagian eksokrin. Merupakan kumpulan asini pancreas. Tiap asini berlumen sempit, dengan sel-sel sekretori berbentuk pyramid. Bagian ini menghasilkan enzim protease, nuclease, amylase dan lipase,
    Bagian endokrin. Merupakan pulau-pulau Langerhans, tersebar diantara kelenjar eksokrin. Bagian ini terbentuk oleh sel, sel B

  7. M. RASYID RIDHA

    NAMA : M.RASYID RIDHA
    NIM : 09S10066
    PRODI : S1 GIZI

    GANGGUAN KELENJAR LUDAH

    DEFINISI
    Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang paling besar, disebut kelenjar parotid, terletak persis di belakang sudut pada mulut, di bawah dan di depan mata. Dua pasang yang lebih kecil, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibular, terletak di dalam lantai mulut. Sebagai tambahan kelenjar besar ini, banyak kelenjar ludah kecil yang terbagi-bagi sepanjang mulut. Semua kelenjar tersebut menghasilkan ludah, yang membantu mencerna makanan sebagai bagian proses pencernaan.
    Letak Kelenjar Ludah Besar

    Berbeda dibandingkan kanker, dua jenis besar gangguan yang mempengaruhi kelenjar ludah : satu yang mengakibatkan kerusakan kelenjar ludah, dimana tidak cukup ludah dihasilkan, dan satu lagi mengakibatkan pembengkakan kelenjar ludah. Ketika aliran ludah tidak mencukupi atau hampir tidak ada, mulut terasa kering. Keadaan ini disebut mulut kering (xerostomia).

    PENYEBAB
    Kerusakan kelenjar ludah : penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obat-obatan tertentu, bisa menyebabkan kelenjar ludah menjadi rusak dan dengan demikian mengurangi produksi ludah.

    Penyakit-penyakit termasuk penyakit Parkinson, infeksi virus penurunan kekebalan tubuh manusia (HIV), sindrom sjogren, depresi, dan nyeri kronis. Obat-obatan yang menurunkan produksi ludah termasuk antidepresan tertentu, antihistamin, antipsikotis, sedativ, metildopa, dan diuretik.

    Kelenjar ludah seringkali rusak setelah seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi kepala dan leher untuk pengobatan kanker. Mulut kering biasanya disebabkan radiasi sementara, khususnya jika radiasi tersebut berdosis tinggi, yang biasanya disebabkan kemoterapi sementara.

    Meskipun begitu, tidak semua kasus pada mulut kering disebabkan oleh kerusakan kelenjar ludah. Terlalu sedikit minum dan pernafasan melalui mulut bisa mengeringkan mulut. Gelisah atau stress bisa juga mengakibatkan mulut kering. Mulut bisa juga kering mengikuti usia seseorang, meskipun hal ini kemungkinan lebih beasr disebabkan penggunaan obat yang menyebabkan mulut kering dibandingkan proses penuaan itu sendiri.

    Karena ludah memberikan perlindungan alami melawan kerusakan gigi, jumlah ludah yang tidak mencukupi menyebabkan pelubangan lebih-khususnya pada akar gigi. Mulut kering, jika berat, bisa juga menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan.

    Pada kasus yang langka, kelenjar ludah menghasilkan terlalu banyak ludah. Peningkatan kelenjar ludah biasanya sangat cepat dan terjadi dalam reaksi makan makanan tertentu, seperti makanan asam. Kadangkala bahkan memikirkan mengenai makan makanan ini bisa meningkatkan produksi ludah.

    Pembengkakan kelenjar ludah : pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi pada pembuluh yang membawa ludah dari kelenjar ludah menuju mulut terhalang. Nyeri bisa terjadi, khususnya selama makan.

    Penyebab yang paling umum penyumbatan adalah batu. Batu kelenjar ludah paling umum pada orang dewasa; 25 % batu-batuan tersebut lebih dari satu. Batu bisa terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah. Penyumbatan membuat ludah kembali ke dalam empedu, menyebabkan kelenjar ludah membengkak. Penyumbatan pembuluh dan kelenjar terisi dengan ludah yang mandek bisa terinfeksi dengan bakteri. Gejala-gejala khas pada pembuluh ludah yang tersumbat adalah pembengkakan yang memburuk hanya sebelum waktu makan atau terutama sekali ketika seseorang makan acar (rasa acar asam merangsang aliran ludah, tetapi jika pembuluh tersumbat, ludah tersebut tidak mempunyai tempat dan kelenjar tersebut bengkak)

    Penyakit gondok, infeksi bakteri tertentu, dan penyakit-penyakit lainnya (seperti AIDS, sindrom sjorgren, diabetes mellitus, dan sarcoidosis) kemungkinan disertai oleh pembengkakan pada kelenjar ludah besar. Pembengkakan bisa juga terjadi dari kanker atau tumor pada kelenjar ludah. Pembengkakan terjadi dari tumor biasanya lebih kuat dibandingkan dengan infeksi. Jika tumor tersebut adalah kanker, kelenjar tersebut bisa terasa seperti batu keras dan kemungkinan tetap kuat mengelilingi jaringan. Kebanyakan tumor tidak bersifat kanker bisa diangkat.

    Luka pada bibir bagian atas-misal, tidak sengaja tergigit-bisa membahayakan kelenjar ludah kecil yang ditemukan di sana dan menyumbat aliran ludah. Akibatnya, kelenjar yang terkena bisa bengkak dan membentuk kecil, gumpalan lembek (mucocele) yang tampak kebiruan. Gumpalan tersebut biasanya muncul dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

    DIAGNOSA
    Tidak ada tes kuantitatif yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. Meskipun begitu, kelenjar ludah tersebut bisa diperas (‘milked’) dan pembuluh diamati untuk aliran ludah.

    Pembengkakan menyebabkan tersumbatnya pembuluh ludah didiagnosa karena berhubungan dengan nyeri di waktu makan. Untuk mendiagnosa penyebab lain pembengkakan, seorang dokter gigi atau dokter bisa melakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan kelenjar ludah dan meneliti di bawah mikroskop.

    PENGOBATAN
    Jika pembuluh ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi bisa kadangkala mendorong batu tersebut keluar dengan menekan kedua sisi pembuluh. Jika hal itu gagal, alat seperti kawat yang halus bisa digunakan untuk mendorong keluar batu tersebut. Sebagai jalan terakhir, batu tersebur bisa diangkat secara operasi.

    Mucocele yang tidak muncul dengan sendirinya bisa diangkat secara operasi jika mengganggu. Dengan cara yang sama, baik tumor kelenjar ludah yang bersifat kanker dan bukan kanker biasanya bisa diangkat secara operasi. Pengobatan pada kasus yang lainnya pada pembengkakan kelenjar ludah bervariasi berdasarkan kasusnya.

    Siapapun yang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang mengeringkan mulut harus melakukan kesehatan mulut rutin dengan teliti (menggosok, flossing, dan dibilas dengan fluoride); menghindari gula; dan menjalani pemeriksaan gigi, pembersihan, dan pengobatan fluoride setiap 3 sampai 4 bulan sekali.

    Ketika pengobatan khusus tidak tersedia, pengganti ludah secara garis besar sangat membantu, salah satu obat yang dapat membantu beberapa orang adalah pilocarpine, tetapi obat tersebut seringkali tidak efektif jika kelenjar ludah telah mengalami kerusakan karena radiasi.

  8. Hernida arisanti

    Nama: hernida arisanti
    Nim:09S10064
    prodi: S1 GIZI
    Lambung
    Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari duodenum.

    Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.

    Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu sel goblet [goblet cell], sel parietal [parietal cell], dan sel chief [chief cell]. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.

    Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

    Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.

    Pada lambung terdapat kelenjar oksintik yang memproduksi hormon GHS. Hormon lain yang disekresi antara lain adalah GHIH.

  9. Hernida arisanti

    nama: hernida arisanti
    nim: 09S10064
    Prodi: S1 GIZI
    Lambung
    Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari duodenum.

    Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.

    Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu sel goblet [goblet cell], sel parietal [parietal cell], dan sel chief [chief cell]. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.

    Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

    Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.

    Pada lambung terdapat kelenjar oksintik yang memproduksi hormon GHS. Hormon lain yang disekresi antara lain adalah GHIH.

  10. Hernida arisanti

    Lambung
    Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari duodenum.

    Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.

    Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu sel goblet [goblet cell], sel parietal [parietal cell], dan sel chief [chief cell]. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.

    Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

    Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.

    Pada lambung terdapat kelenjar oksintik yang memproduksi hormon GHS. Hormon lain yang disekresi antara lain adalah GHIH.

  11. IRMA JAYANTI

    NAMA : IRMA JAYANTI
    NIM : 09S10067
    PRODI : S1 GIZI

    Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.
    Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.
    Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
    1. papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;
    2. papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;
    3. papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.
    Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat.
    Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
    Lidah putih
    Titik-titik atau bagian putih pada lidah dapat menjadi tanda-tanda beberapa kondisi medis:
    • Efek samping dari antibiotik
    • Candidiasis
    • Debauch
    • Dehidrasi
    • Leukoplakia
    • Keratosis faringis
    Namun saat ini banyak peneliti yang memasukan rasa kelima yaitu gurih atau sedap yang ditamukan pada makanan yang bayakan protein pada dangaing, ikan dan sebagainya. Rasa-rasa dasar ini dapat berevolusi sehingga kita dapat merasakan rasa busuk atau berracun dari rasa pahit dan asam. Rasa manis membantu kita untuk mengenalkan makanan yang menyehatkan atau kaya kalori, rasa asin diperlukan untuk setiap funsi tubuh, dan rasa gurih dapat membantu kita mengindentifikasikan makannan yang kaya akan protein. Ada beberapa orang yang mempunyai “dunia rasa” yang berbeda-beda, misalnya ada yang menukai pedas, ataupun ada yang tidak. Itu semua dipengaruhi oleh faktor genetis yang berbeda-beda dan budaya sendiri-sendiri.Para peneliti telah membuktikan bahwa di Amerika masyarakatnya adalah Supertaster yang merasakan cabe, jahe sangat pedas sekalih begitu juga dengan gula mereka meresakan sangat manis sekalih. Berbeda dengan Taster, mereka merasakan cahe dan cabai biasa saja begitu juga dengan rasa yang lain. Ini disebabkan oleh jumlah papila yang berbe
    Penggunaan lainnya :
    Selain berfungsi pada mekanisme pencernaan atau pengucapan, lidah manusia memiliki banyak penggunaan lain. Lidah berperan pada salah satu bentuk ciuman yang dikenal dengan french kissing atau ciuman Perancis. Lidah digunakan pula untuk tindakan menjilat pada manusia dan hewan mamalia.
    Lidah dipergunakan pada pria dan wanita saat melakukan seks oral dan digunakan pada tingkat pemanasan atau foreplay pada kegiatan bercinta. Oleh karena itu, lidah tak jarang dihubungkan dengan konotasi erotis dan sensual.
    Lidah dapat menjadi tempat untuk penindikan pada beberapa kebudayaan masyarakat. Tindik lidah sudah ada sejak masa kuno dan kini semakin meningkat pada kebudayaan Barat terutama pada kebudayaan remaja.
    Lidah digunakan pada beberapa tindakan lain seperti meniup permen karet dan bersiul.

  12. Hernida arisanti

    Nama: Hernida arisanti
    Nim: 09S10064
    Prodi: S1 GIZI

    Pankreas
    Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
    • Insulin yang dihasilkan sel beta.
    • GHS yang dihasilkan sel epsilon.
    • GHIH yang dihasilkan sel delta.
    Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan “efektor” utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
    • Insulin menyebabkan sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
    • Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.
    Ghrelin adalah hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus arsuat dalam hipotalamus.
    Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem hipotalamik yang:
    • mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH
    • berperan dalam peningkatan nafsu makan
    • mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.
    Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
    GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
    GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:
    o Enteroglukagon
    o Gastrin
    o Glukagon
    o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH.[4]
    o Kolesistokinin (CCK)
    o Motilin
    o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
    o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP
    o TSH
    Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
    • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
    • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

  13. Hernida arisanti

    Pankreas
    Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
    • Insulin yang dihasilkan sel beta.
    • GHS yang dihasilkan sel epsilon.
    • GHIH yang dihasilkan sel delta.
    Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan “efektor” utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
    • Insulin menyebabkan sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
    • Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.
    Ghrelin adalah hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus arsuat dalam hipotalamus.
    Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem hipotalamik yang:
    • mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH
    • berperan dalam peningkatan nafsu makan
    • mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.
    Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
    GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
    GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:
    o Enteroglukagon
    o Gastrin
    o Glukagon
    o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH.[4]
    o Kolesistokinin (CCK)
    o Motilin
    o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
    o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP
    o TSH
    Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
    • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
    • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

  14. Hernida arisanti

    NAMA: HERNIDA ARISANTI
    NIM: 09S10064
    PRODI: S1 GIZI
    Pankreas
    Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
    • Insulin yang dihasilkan sel beta.
    • GHS yang dihasilkan sel epsilon.
    • GHIH yang dihasilkan sel delta.
    Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan “efektor” utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
    • Insulin menyebabkan sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
    • Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.
    Ghrelin adalah hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus arsuat dalam hipotalamus.
    Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem hipotalamik yang:
    • mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH
    • berperan dalam peningkatan nafsu makan
    • mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.
    Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
    GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
    GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:
    o Enteroglukagon
    o Gastrin
    o Glukagon
    o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH.[4]
    o Kolesistokinin (CCK)
    o Motilin
    o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
    o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP
    o TSH
    Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
    • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
    • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

  15. Samsul Arifin

    Nama : Samsul Arifin
    Nim : 09S10084
    Prodi : S 1 Gizi
    SISTEM PENCERNAAN
    DIARE

    Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Namun dengan tata laksana diare yang cepat, tepat dan bermutu kematian dpt ditekan seminimal mungkin. Pada bulan Oktober 1992 ditemukan strain baru yaitu Vibrio Cholera 0139 yang kemudian digantikan Vibrio cholera strain El Tor di tahun 1993 dan kemudian menghilang dalam tahun 1995-1996, kecuali di India dan Bangladesh yang masih ditemukan. Sedangkan E. Coli 0157 sebagai penyebab diare berdarah dan HUS ( Haemolytic Uremia Syndrome ). KLB pernah terjadi di USA, Jepang, Afrika selatan dan Australia. Dan untuk Indonesia sendiri kedua strain diatas belum pernah terdeksi.

    Defenisi
    Suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja , yang melembek sampai mencair dan bertambahnya frekwensi berak lebih dari biasanya. 3 kali atau lebih dalam 1 hari.

    Faktor yang mempengaruhi diare :
    Lingkungan Gizi Kependudukan
    Pendidikan Sosial Ekonomi dan Prilaku Masyarakat

    Penyebab terjadinya diare :
    1. Bakteri , virus, parasit ( jamur, cacing , protozoa)
    2. Keracunan makanan/minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia
    3. Kurang gizi
    4. Alergi terhadap susu
    5. Immuno defesiensi

    Cara penularan :
    Infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk menyuap makanan.

    Istilah diare :
    Diare akut = kurang dari 2 minggu
    Diare Persisten = lebih dari 2 minggu
    Disentri = diare disertai darah dengan ataupun tanpa lendir
    Kholera = diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
    Tatalaksana penderita diare yang tepat dan efektif :
    Tatalaksana penderita diare di rumah
    Meningkatkan pemberian cairan rumah tangga (kuah sayur, air tajin, larutan gula garam, bila ada berikan oralit)
    Meneruskan pemberian makanan yang lunak dan tidak merangsang serta makanan ekstra sesudah diare. Membawa penderita diare ke sarana kesehatan bila dalam 3 hari tidak membaik atau :
    1. buang air besar makin sering dan banyak sekali
    2. muntah terus menerus
    3. rasa haus yang nyata
    4. tidak dapat minum atau makan
    5. demam tinggi
    6. ada darah dalam tinja

    Kriteria KLB/Diare :
    Peningkatan kejadian kesakitan/kematian karena diare secara terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut (jam, hari, minggu). – Peningkatan kejadian/kematian kasus diare 2 kali /lebih dibandingkan jumlah kesakitan/kematian karena diare yang biasa terjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu). – CFR karena diare dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan priode sebelumnya.

    Prosedur Penanggulangan KLB/Wabah.

    1. Masa pra KLB
    Informasi kemungkinan akan terjadinya KLB / wabah adalah dengan melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini secara cermat, selain itu melakukakukan langkah-langkh lainnya :
    a. Meningkatkan kewaspadaan dini di puskesmas baik SKD, tenaga dan logistik.
    b. Membentuk dan melatih TIM Gerak Cepat puskesmas.
    c. Mengintensifkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat
    d. Memperbaiki kerja laboratorium
    e. Meningkatkan kerjasama dengan instansi lain

    Tim Gerak Cepat (TGC) :
    Sekelompok tenaga kesehatan yang bertugas menyelesaikan pengamatan dan penanggulangan wabah di lapangan sesuai dengan data penderita puskesmas atau data penyelidikan epideomologis. Tugas /kegiatan :

    Pengamatan :
    Pencarian penderita lain yang tidak datang berobat.
    Pengambilan usap dubur terhadap orang yang dicurigai terutama anggota keluarga
    Pengambilan contoh air sumur, sungai, air pabrik dll yang diduga tercemari dan sebagai sumber penularan.
    Pelacakan kasus untuk mencari asal usul penularan dan mengantisipasi penyebarannya
    Pencegahan dehidrasi dengan pemberian oralit bagi setiap penderita yang ditemukan di lapangan.
    Penyuluhahn baik perorang maupun keluarga
    Membuat laporan tentang kejadian wabah dan cara penanggulangan secara lengkap

    2. Pembentukan Pusat Rehidrasi
    Untuk menampung penderita diare yang memerlukan perawatan dan pengobatan.
    Tugas pusat rehidrasi :
    Merawat dan memberikan pengobatan penderita diare yang berkunjung.
    Melakukan pencatatan nama , umur, alamat lengkap, masa inkubasi, gejala diagnosa dsb.
    Memberikan data penderita ke Petugas TGC
    Mengatur logistik
    Mengambil usap dubur penderita sebelum diterapi.
    Penyuluhan bagi penderita dan keluarga
    Menjaga pusat rehidrasi tidak menjadi sumber penularan (lisolisasi).
    Membuat laporan harian, mingguan penderita diare yang dirawat.(yang diinfus, tdk diinfus, rawat jalan, obat yang digunakan dsb.

    Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare ini adalah:
    1 . Ingat mengHENTIkan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk. 2. Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI. 3. Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini. 4. Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

    Pencegahan Diare:
    1. Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) 2. Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan. 3. Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil. 4. Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

  16. HERNIDA ARISANTI

    NAMA : HERNIDA ARISANTI
    PRODI : S1 GIZI

    Pankreas
    Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
    • Insulin yang dihasilkan sel beta.
    • GHS yang dihasilkan sel epsilon.
    • GHIH yang dihasilkan sel delta.
    Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan “efektor” utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
    • Insulin menyebabkan sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
    • Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.
    Ghrelin adalah hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus arsuat dalam hipotalamus.
    Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem hipotalamik yang:
    • mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH
    • berperan dalam peningkatan nafsu makan
    • mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.
    Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
    GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
    GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:
    o Enteroglukagon
    o Gastrin
    o Glukagon
    o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH.[4]
    o Kolesistokinin (CCK)
    o Motilin
    o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
    o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP
    o TSH
    Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
    • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
    • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

  17. Nama : Minggu Lisa
    Nim : 09S10076
    Prodi : S1 gizi

    SISTEM PENCERNAAN
    Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
    - menerima makanan
    - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
    - menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
    - membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.

    Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
    Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
    Usus halus
    Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.
    Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
    Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
    Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.
    Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
    Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.
    Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
    Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung.
    Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.

  18. HERNIDA ARISANTI

    nama : Hernida Arisanti

    Pankreas
    Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
    • Insulin yang dihasilkan sel beta.
    • GHS yang dihasilkan sel epsilon.
    • GHIH yang dihasilkan sel delta.
    Insulin adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat. Selain merupakan “efektor” utama dalam homeostasis karbohidrat, hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein – hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga mempengaruhi jaringan tubuh lainnya.
    • Insulin menyebabkan sel pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
    • Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.
    • Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.
    Ghrelin adalah hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus arsuat dalam hipotalamus.
    Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem hipotalamik yang:
    • mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH
    • berperan dalam peningkatan nafsu makan
    • mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.
    Somatostatin adalah hormon peptida yang mengendalikan sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
    GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
    GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:
    o Enteroglukagon
    o Gastrin
    o Glukagon
    o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH.[4]
    o Kolesistokinin (CCK)
    o Motilin
    o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
    o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP
    o TSH
    Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
    • Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
    • Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

  19. Nama : Minggu Lisa
    Nim : 09S10076
    Prodi : S1 gizi

    SISTEM PENCERNAAN
    Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
    - menerima makanan
    - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan)
    - menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
    - membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.

    Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
    Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
    Usus halus
    Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.
    Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
    Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
    Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.
    Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
    Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.
    Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
    Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung.
    Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik. Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.

  20. NAMA : NONI SETIA RINI
    NIM : 09S10080
    PRODI : S1 GIZI

    HATI

    Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.

    Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler).
    Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
    Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.

    Darah diolah dalam 2 cara:
    - Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang
    - Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.
    Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

    Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan.
    Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.
    Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.

    Kandung empedu & Saluran empedu

    Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum.
    Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.
    Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.

    Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.
    Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi.
    Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.

    Empedu memiliki 2 fungsi penting:
    - Membantu pencernaan dan penyerapan lemak
    - Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

    Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:
    - Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan
    - Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya
    - Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan
    - Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh
    - Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.

    Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.
    Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
    Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.

  21. Hanan
    09S10086
    S1 Gizi

    Hati

    Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.

    Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler).
    Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
    Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.

    Darah diolah dalam 2 cara:
    - Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang
    - Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.
    Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

    Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan.
    Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.
    Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.

    Hati & kandung empedu

    Kandung empedu & Saluran empedu

    Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum.
    Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.
    Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.

    Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.
    Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi.
    Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.

    Empedu memiliki 2 fungsi penting:
    - Membantu pencernaan dan penyerapan lemak
    - Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

    Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:
    - Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan
    - Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya
    - Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan
    - Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh
    - Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.

    Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.
    Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
    Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.

  22. Nama:Susi indriaty
    Nim:09S10063
    Prody: S1 gizi

    Usus halus

    Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
    Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus.
    Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.

    Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati.
    Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan.
    Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.

    Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili).
    Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap.

    Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum.
    Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
    Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.

    Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta.
    Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.

    Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus.
    Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung.
    Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik.

  23. NAMA: NONI SETIA RINI
    NIM: 09S10080
    PRODY: S1 GIZI

    KANTUNG EMPEDU DAN SALURAN EMPEDU

    Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum.
    Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum.
    Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.

    Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati.
    Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi.
    Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.

    Empedu memiliki 2 fungsi penting:
    - Membantu pencernaan dan penyerapan lemak
    - Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

    Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut:
    - Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan
    - Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya
    - Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan
    - Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh
    - Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.

    Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu.
    Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik.
    Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.

  24. ristiyanti rahayu

    NAMA: RISTIYANTI RAHAYU
    N.I.M: 09S10074
    PRODI: GIZI

    A. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

     Usus Besar (Kolon)

    Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang usus besar lebih kurang 1 meter. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik (kolon asenden), bagian mendatar (kolon tranversal), dan bagian menurun (kolon desenden). Batas usus halus dengan usus besar disebut usus buntu.
    Usus besar memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks) yang terletak di bagian ujung usus buntu. Peradangan pada umbai cacing disebut apenditis. Fungsi unbai cacing ini belum diketahui secara pasti. Orang yang dihilangkan umbai cacingnya tidak mengalami gangguan pancernaan.
    Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Jika kadar air yang terkandung dalam sisa makanan berlabihan akan diserap oleh usus besar. Sebaliknya, jika sisa makanan kekurangan air, akan ditambah air. Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia coli yang membusukan sisa-sisa makanan menjadi kotoran (feses).
    Pembusukan mengakibatkan feses menjdi lunak dan mudah dikeluarkan. Bakteri Escherichia coli (bakteri yang hidup di usus besar) pada umumnya tidak mengganggu kesehatan manusia, bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan sam amino tertentu. Bakteri hidup secara simbiosis mutualisme dengan manusia. Bagian akhir usus besar yang panjangnya lebih kurang 15 cm disebut rektum. Di rektum tidak lagi terjadi penyarapan air. Rekyum bermuara pada anus.

  25. dadan jumadianor

    DADAN JUMADIANOR
    NIM : 09S10083
    PRODI : S1 GIZI

    HATI
    Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
    Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
    Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler).
    Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
    Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
    Darah diolah dalam 2 cara:
    - Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang
    - Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh.
    Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.
    Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan.
    Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu.
    Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu
    Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu . Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
    Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
    Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
    Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
    Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.

  26. HATI
    Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

    Sebagai kelenjar, hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini disimpan di dalam kantong empedu . Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.

    Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.

    Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.

    Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.

    Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh.

  27. LAMBUNG
    lambung berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari duodenum.

    Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.

    Di lapisan mucosa terdapat 3 jenis sel yang berfungsi dalam pencernaan, yaitu sel goblet [goblet cell], sel parietal [parietal cell], dan sel chief [chief cell]. Sel goblet berfungsi untuk memproduksi mucus atau lendir untuk menjaga lapisan terluar sel agar tidak rusak karena enzim pepsin dan asam lambung. Sel parietal berfungsi untuk memproduksi asam lambung [Hydrochloric acid] yang berguna dalam pengaktifan enzim pepsin. Diperkirakan bahwa sel parietal memproduksi 1.5 mol dm-3 asam lambung yang membuat tingkat keasaman dalam lambung mencapai pH 2. Sel chief berfungsi untuk memproduksi pepsinogen, yaitu enzim pepsin dalam bentuk tidak aktif. Sel chief memproduksi dalam bentuk tidak aktif agar enzim tersebut tidak mencerna protein yang dimiliki oleh sel tersebut yang dapat menyebabkan kematian pada sel tersebut.

    Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya renim susu yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usus tanpa sempat dicerna.

    Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.

  28. WELLY RAKHMAN

    NAMA: WELLY RAKHMAN
    N.I.M: 09S10065
    PRODY: S1 GIZI

    Radang Usus Dua Belas Jari, Lambung Terstimulasi Histamin
    Ada sebuah penelitian menarik. Hasil penelitian tersebut dilakukan 3 jam setelah subyek penelitian makan. Hasil perbandingan antara subyek normal dengan subyek penderita luka pada usus dua belas jari. Pada penderita luka usus dua belas jari pengeluaran awal asam sangat tinggi dan puncaknya saat asam lambung terstimulasi histamin. Hasilnya?

    Setelah 2 jam ketika makanan dicerna, baik pada pH 5.5 dan 2.5, lambung pasien penderita luka tersebut mengeluarkan banyak asam pada pH 2.5 dibanding dengan subyek normal pada pH lambung 5.5. Tidak ada perbedaan yang terlalu kentara pada konsentrasi gastri di awal percobaan, keduanya hilang baik pada subyek normal dan penderita luka usus dua belas jari pada pH 2.5 dan responnya pun tidak terlalu berbeda pada pH 5.5. Korelasi antara sekresi asam dan respon serum gastrin terlihat sangat jelas. Terjadi perubahan pada serum gastrin pada kedua subyek penelitian pada pH 5.5.

    Metode penelitian yang dilakukan adalah,

    1. Subyek.
    Subyek penelitian kali ini adalah tujuh orang normal dan enam orang penderita luka pada usus dua belas jari. Subyek dengan luka pada usus dua belas jari tersebut memiliki catatan lengkap, dan belum pernah menderita komplikasi apapun seperti pendarahan (perforasi), belum pernah ditemukan adanya gangungan lambung atau masalah lambung sebelumnya.

    2. Tes Makanan. Memilih jenis makanan yang akan diteliti dengan tingkat pH yang berbeda. Pada penelitian ini dihindari adanya substansi seperti protein yang bisa dicerna pada level pH rendah oleh lambung.

    3. Pengukuran Sekresi Asam Lambung. Prosedur penyerapan dalam lambung dijelaskan pada penelitian tersebut. Subyek penelitian harus puasa terlebih dahulu semalam sebelum dilakukan penelitan. Makanan dimasukkan ke dalam perut melalui selang yang dimasukkan ke dalam hidung. pH asam lambung diukur dengan menggunakan Sargent pH meter.

    4. Serum Gastrin.
    Pengukuran serum gastrin yang keluar dilakukan dengan mengambil contoh darah selama periode awal setelah makan.

    Dalam penelitian tersebut memperlihatkan kerusakan pada sistem autoregulasi sekresi asam dan pelepasan gastrin pada pasien dengan penyakit luka pada usus dua belas jari kronis. Kesalahan ini merupakan kegagalan untuk menghasilkan tekanan yang dibutuhkan untuk mencerna pada pH 2.5, tingkat keasaman yang biasa ditemukan pada lambung baik pada subyek normal maupun subyek dengan penyakit luka pada usus dua belas jari.

    Dua batasan penelitian ditentukan yaitu mengukur tingkat keasaman dengan makanan dan dari penyerapan makanan dalam lambung. Pertama, pada pH lebih rendah dari 2.5, metode penyerapan makanan tidak mengindahkan sekresi asam lambung. Pada teknik ini, sekresi asam saat merespon makanan tidak bisa diteliti pada tingkat keasaman yang lebih tinggi. Kedua pada pH rendah, tindakan enzim pepsin pada seluruh protein dan menciptakan hormon polypetides tambahan zat penyangga dari makanan berprotein. Tambahan zat penyangga tersebut menetralkan asam dan memproduksi asam pada tingkatan yang rendah. Karena itu, sebuah stimulan dipilih, pilihan mereka adalah asam amino dalam tepung kanji jagung (cornstarch) yang tidak akan terpengaruh oleh aktifitas enzym pepsin.

    Ditemukan bahwa makanan yang mengandung asam amino ini memproduksi lebih sedikit stimulan yang dapat mengeluarkan banyak asam lambung jika dibandingkan dengan steak yang dikonsumsi subyek normal. Akan tetapi, asam amino tersebut memproduksi stimulasi keluarnya asam lebih banyak jika dibandingkan dengan histamin yang diberikan pada subyek dengan penyakit luka pada usus dua belas jari, seperti halnya yang terdapat pada steak yang dikonsumsi orang biasa.

    Penelitian sebelumnya yang mempergunakan daging panggang (steak) sebagai stimulan adalah suatu penelitian yang valid karena dilakukan dengan pH dalam lambung 5.5 dimana tidak ada tindakan pepsin. Penggunaan makanan yang mengandung asam amino pada tes tersebut dilakukan pada level tertentu, serendah-rendahnya 2.5 tanpa adanya gangguan pepsin.

    Hasil yang ditunjukkan pada pasien penderita luka pada usus dua belas jari adalah, keluarnya asam lambung tetap tinggi walau pH lambung bagian dalam rendah. Sekresi ini terlihat 2 jam setelah stimulasi dilakukan dengan makanan. Selama 30 menit, subyek sudah mengeluarkan separuh zat asam pada pH 2.5, sementara subyek normal hanya mengeluarkan satu perlima saja. Ketika diberikan penghambat keluarnya zat asam, kira-kira 40% baik dari subyek penderita luka usus dua belas jari dan subyek normal menunjukkan adanya tekanan pada pH 2.5 pada 1 jam pertama. Pada 60 sampai dengan 120 menit selanjutnya subyek normal memperlihatkan 70% penghambat pada pH 2.5, sementara hanya 30% penderita luka usus dua belas jari yang pengeluaran asamnya dapat ditekan.

    Bukti yang ditunjukkan sebelumnya memperlihatkan jumlah gastrin yang bisa dilepaskan tubuh karena distimulasi makanan. Pada subyek normal biasanya hal tersebut tidak dilepas dari usus dua belas jari pada saat pH lambung rendah (misalnya pH 2.5). Ada kemungkinan gastrin dikeluarkan dalam usus dua belas jari, pada subyek dengan penyakit luka pada usus dua belas jari, di pH 2.5.

    Kemungkinan para penderita luka tersebut mengeluarkan lebih banyak hormon gastrin dibanding dengan orang biasa dilaporkan dalam beberapa grup. Tapi tidak ada pH yang di jaga secara konstan pada penelitian ini. Disarankan demikian karena pH dalam lambung setelah makan, biasanya lebih rendah pada pasien dengan luka di usus dua belas jari, ada kemungkinan banyak hormon gastrin keluar pada penderita penyakit ini.

    Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya ketidaknormalan dari sistem autoregulasi keluarnya asam lambung dan pelepasan serum gastrin pada penderita luka usus dua belas jari. Kecacatan tubuh bagian dalam ini dapat dijelaskan sebagian dengan ketidaknormalan daya tahan lambung pada tekanan yang terjadi karena pelepasan hormon gastrin pada pH rendah.

  29. Nama;m.syakawi
    Nim; 09S10075
    Prodi; S1gizi

    Pencernaan

    Air liur, yang berperan pada awal proses Pencernaan,
    berfungsi membasahi makanan supaya makanan mudah dikunyah gigi dan turun
    melalui kerongkongan. Air liur juga merupakan zat khusus untuk mengubah,
    melalui sifat kimiawinya, zat pati menjadi gula. Coba pikirkan apa yang terjadi
    andai air liur tidak dihasilkan di dalam mulut. Kita tidak akan mampu menelan
    apa pun atau bahkan berbicara karena mulut kita kering. Kita tidak akan mampu
    mengonsumsi makanan padat, dan harus meminum cairan saja.

    Dalam sistem lambung terdapat keseimbangan yang
    menakjubkan. Di dalam lambung, makanan dicerna oleh asam klorida. Asam ini
    sangat kuat, sehingga dapat mencerna bukan hanya makanan yang masuk, me-lainkan
    juga dinding lambung. Namun, sebuah solusi disediakan untuk manusia: zat
    bernama mukus, yang dihasilkan selama proses pencernaan, melapisi dinding
    lambung dan melindunginya dengan sangat baik terha-dap efek merusak dari asam
    tersebut. Dengan demikian, lambung tidak akan merusak dirinya sendiri. Terdapat
    kesesuaian sempurna antara asam pencerna makanan dan mukus yang dihasilkan
    untuk melindungi lambung dari asam tersebut.

    Ketika kosong, lambung tidak memproduksi cairan
    pengurai protein (zat gizi yang berasal dari hewan seperti daging). Sebaliknya,
    cairan yang dihasilkan berbentuk zat tidak berbahaya tanpa sifat merusak.
    Begitu makanan berprotein memasuki lambung, asam klorida dihasilkan dalam
    lambung dan menguraikan zat netral ini menjadi protein. Dengan begitu, ketika
    lambung kosong, asam ini tidak melukai lambung yang juga terbuat dari protein.

    Perlu diketahui bahwa “teori evolusi” tidak pernah
    dapat menje-laskan sistem sedemikian kompleks. Teori tersebut mengemukakan
    ga-gasan bahwa struktur-struktur kom-pleks di sekitar kita berevolusi seca-ra
    bertahap dari organisme primitif, melalui akumulasi perbaikan struktural
    sedikit demi sedikit. Akan tetapi, jelas bahwa sistem dalam lambung tidak
    mungkin merupakan hasil evolusi bertahap yang sedikit demi sedikit. Ketiadaan
    satu faktor saja akan membunuh organisme tersebut. Satu contoh saja sudah cukup
    untuk memahami inkonsis-tensi teori evolusi ini. Bayangkan ada organisme yang
    merusak lam-bungnya sendiri dengan asam yang diproduksinya di sana. Mula-mula lambungnya akan hancur secara
    menyakitkan, dan organ lainnya juga akan dilalap oleh asam itu. Organisme
    tersebut akan mati karena me-makan dirinya sendiri hidup-hidup.

    Cairan di dalam lambung memperoleh kemampuan
    menghancurkan protein sete-lah melalui serangkaian reaksi kimia. Bayangkanlah
    organisme yang sedang ber-evolusi, namun transformasi kimia ini tidak dapat
    terjadi di dalam lambungnya. Jika cairan di dalam lambung tidak mampu
    menghancurkan protein, organisme terse-but tidak akan mampu mencerna makanan,
    dan pada akhirnya akan mati dengan se-bongkah makanan yang tidak tercerna dalam
    lambungnya.

    Marilah kita melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda. sel-sel lambung memproduksi
    asam di dalam perut. Baik sel ini maupun sel lain di bagian tubuh lain
    (misalnya sel mata) merupakan sel kembar yang berasal dari pembelahan sel
    tunggal awal di dalam rahim ibu. Lebih jauh lagi, kedua jenis sel ini mempunyai
    kombinasi genetis yang sama. Ini berarti, bank data pada kedua sel sama-sama
    mengandung informasi genetis tentang protein yang dibutuhkan mata dan asam yang
    digunakan di dalam lam-bung. Namun, dengan ketundukan pada perintah dari suatu
    sumber yang tidak diketahui, di antara jutaan informasi yang ada, sel mata
    hanya menggunakan informasi untuk mata dan lambung hanya menggunakan informasi
    untuk lambung. Apa yang terjadi andaikan sel mata yang memproduksi protein yang
    dibutuhkan mata (karena sesuatu hal yang tidak diketahui) mulai memproduksi
    asam yang digunakan di dalam lambungkarena memang memiliki informasi yang
    dibutuhkan untuk memproduksinya? Andaikan hal seperti ini terjadi, seseorang
    akan melu-mat dan mencerna matanya sendiri.

    Marilah kita teruskan meneliti keseimbangan
    menakjubkan di dalam tubuh kita:

    Proses pencernaan selanjutnya juga terencana dengan
    baik. Bagian makanan hasil cernaan yang berguna diserap oleh lapisan usus halus
    dan berdifusi dalam darah. Lapisan usus halus ditutupi lipatan-lipatan lateral
    yang mirip kain kusut. Dalam setiap lipatan terdapat lipatan lebih kecil yang
    disebut “villus”. Lipatan ini meningkatkan penyerapan usus secara luar biasa.
    Pada permukaan-atas sel yang meliputi villus terdapat tonjol-an kecil yang
    disebut mikrovillus. Tonjolan ini menyerap makan dan berfungsi sebagai pompa.
    Bagian-dalam pompa ini terhubung dengan sistem peredaran darah melalui sistem
    pengangkutan yang dilengkapi dengan berbagai rute. Beginilah cara zat gizi yang
    telah diserap mencapai seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Setiap
    villus memiliki hampir 3000 mikrovillus. Daerah sebesar satu milimeter persegi
    pada lapisan usus halus ditutupi oleh kurang-lebih 200 juta mikrovillus. Pada
    daerah seluas satu milimeter persegi, 200 juta pompa bekerja tanpa rusak atau
    lelah untuk mempertahankan hidup manusia. Pompa yang begitu banyak ini, yang
    normalnya mengambil wilayah yang sangat luas, di-mampatkan ke dalam ruang yang
    sangat kecil. Sistem ini mempertahan-kan hidup manusia dengan memastikan tubuh
    memanfaatkan makanan yang dikonsumsi semaksimal mungkin.

  30. mijdefi pauzi

    MIJDEFI PAUZI : 09S10069
    PRODI : GIZI
    Sistem pencernaan manusia
    KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
    KOMPETENSI DASAR: MENJELASKANKETERKAITAN STRUKTUR, FUNGSI DAN PROSES SERTA KELAINAN PENYAKIT YANG DAPAT TERJADI PADA SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA DAN HEWAN.
    INDIKATOR
    1. MENJELASKAN PROSES PENCERNAAN MAKANAN YANG TERJADI PADA ORGAN-ORGAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA.
    2. MENGHUBUNGKAN ANTARA STRUKSTUR DAN FUNGSI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA.
    PENGERTIAN
    • Proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi sari makanan yang dapat diserap oleh tubuh.
    • Pencernaan ada dua macam :
    1. Pencernaan mekanik
    2. Pencernaan kimiawi
    • Sistem pencernaan terdiri dari :
    1. saluran pencernan
    2. kelenjar pencernaan
    Rongga mulut
    • Gigi
    • Lidah
    • Kelenjar ludah
    • Dimulut terjadi pencernaan mekanik dengan bantuan gigi dan pencernaan mekanik drngan bantuan enzim (enzim ptialin-àmengubah amilum menjadi gkukosa

    Kerongkongan (esofagus)
    • Dari mulut makan masuk kerongkongan melalui tekak/Faring
    • Kerongkongan:saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung
    • Disini terjadi gerak pristaltik(meremas dan mendorong) untuk mendorong makanan masuk kelambung.
    Lambung (ventriculus)
    • Lambung /perut besar berbentuk kantong terletak dirongga perut sebelah kiri atas.
    • Lambung terbagi 3: kardiak,fundus,filorus
    • Lambung berfungsi mencerna makanan dengan gerakan otot lambung hingga menjadi bubur kim
    • Makanan masuk ke usus halus, pengosongan lambung berlangsung 2-3 jam.
    Dinding lambung menghasilkan :
    1.Asam klorida (HCL)
    2.Pepsinogen –pepsin
    3.Renin
    4.Lipase lambung
    5.Musin
    Usus halus (intestinum)
    • Panjang lebih kurang 7,5 meter
    • Usus terbagi 3:
    • -duodenun
    • - jejenum
    • -ileum
    • Usus halus berfungsi menyerap sari makanan
    • Dinding usus mempunyai jonjot/vili

    Usus besar(kolon)
    • Terdiri dari :
    • Usus besar naik yang berbatasan dengan usus halus dan usus buntu
    • Usus besar mendatar
    • Usus besar turun
    • Rektum
    Fungsi usus besar :
     Mengatur kadar air pada sisa makanan
     Melepaskan garam yang berlebihan dalam darah
     Membusukkan makanan dengan bantuan bakteri E.Coli
    Anus: gerak pristaltik otot-otot usus besar akan mendorong feses menuju. Rektum dan menuju ke anus untuk dikeluarkan. Sekitar lubang anus terdapat otot sadar melintang yang mengatur Peroses pengeluaran feses
    KELENJAR PENCERNAAN :
    • KELENJAR LUDAH (SALIVA)
    • KELENJAR PANKREAS
    • HATI DAN EMPEDU
    KELENJAR PANGREAS MENGHASILKAN :
    1. AMILASE
    2. TRIPSIN
    3. LIPASE
    ENZIM YANG DIHASILKAN PANKREAS BERMUARA DI USUS 12 JARI

  31. dandy wahyu dinata

    Sistem Pencernaan makanan
    Alat Pencernaan Makanan
    Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, antara lain adalah:

    Mulut  Dilakukan pencernaan secara mekanik oleh gigi dan kimiawi oleh ludah yang dihasilkan Kelenjar Parotis, Submandibularis dan Sublingualis yang mengandung enzim Amilase (Ptyalin).

    Lambung  Dilakukan secara mekanik dan kimiawi, Sekretin yaitu hormon yang merangsang pankreas untuk mengeluarkan sekretnya.
    Renin yaitu enzim yang mampu menggumpalkan Kasein (sejenis protein) dalam susu.

    Fungsi HCI Lambung :
    1. Merangsang keluamya sekretin
    2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
    3. Desinfektan
    4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.

    Usus  Di dalam Duodenum terdapat getah pankreas (bersifat basa) yang mengandung Steapsin (Lipase), Amilase dan Tripsinogen.
    Enterokinase adalah suatu aktivator enzim. Dalam usus halus makanan diabsorbsi. Usus memperluas bidang penyerapan dengan melakukan jonjot usus (Villi).
    Dalam usus besar (Kolon), air direabsorbsi serta sissa makanan dibusukkan menjadi feses selanjutnya dibuang melalui anus (Proses Defekasi).

  32. M. Hadi. S
    09S10077
    S-1 Gizi

    Sistem pencernaan manusia

    Sistem pencernaan manusia bisa dikatakan sistem sempurna untuk mencerna makanan , sistem dari mulut sampai anus sudah tersusun sedemikian rupa sehingga manfaat dari makanan dapat terserap oleh tubuh manusia, energi dari proses ini dimanfaatkan untuk melkukan kegiatan kehidupan yang sebelumnya sudah di bahas di ciri ciri makhluk hidup.

    Sistem pencernaan yang terdapat pada manusia :

    A. Rongga mulut

    Di dalam rongga mulut terdapat gii , lidah dan juga kelenjar lidah. Gigi pada anak anak disebut gigi susu ( gigi sulung ). jumlah dari gigi anak anak berjumlah dua puluh ( 20 ) buah yang terdiri dari 8 buah gigi seri 4 buah gigi taringdangeraham 8 buah, setelah berumur 6 – 14 tahun gigi susu diganti dengan gigi tetap, jumlahnya 8 gigi seri 4 gigi taring , 8 buah gigi geraham dan 12 geraham belakang.

    Fungsi gigi :
    a. Gigi seri berfungsi untukmemotong makanan
    b. Gi gitaring berfungsi merobekmakanan
    c. Geraham berfungsi untuk mengunyah makanan

    Fungsi lidah :
    a. Sebagai pengecap rasa makanan
    b. Sebagai laat pemindah makanan
    c. Sebagai alat bantu menelanmakanan

    Kelenjar ludah menghasilkan ludah ( saliva ) sebanyak 2,5 liter per harinya. Di dalam rongga mulut terdapat 3 pasang kelenjar ludah, yaitu kelenjar ludah parotis,kelenjar ludah rahang bawah dan kelenjar ludah bawah lidah, Ludah merupakan cairan pekat yang mengandung air, lendir, garam dan enzim ptialin ( amilase )

    B. Kerongkongan ( esofagus )

    Kerongkongan menghubungkan mulut dengan lambung, pada kerongkongan terdapat faring ( tekak ) yang merupakan persimpangan antara tenggorok dengan kerongkongan.Pada pangkal farng terdapat epiglotis ( katup pangkal teggorok )

    C. Lambung ( ventrikulus )

    Lambung atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagianbawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari (duodenum).

    Di dalam lambung, makanan dicerna secara kmiawi. Dinding lambung tersusun dari tiga lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk.

    Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah lambung. Aroma, bentuk, warna, dan selera terhadap makanan secara refleks akan menimbulkan sekresi getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI), pepsin, musin, dan renin. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh Ca²+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin. Tanpa adanya reninm sus yang berwujud cair akan lewat begitu saja di dalam lambuing dan usu tanpa sempat dicerna.

    Kerja enzim dan pelumatan oleh otot lambung mengubah makanan menjadi lembut seperti bubur, disebut chyme (kim) atau bubur makanan. Otot lambung bagian pilorus mengatur pengeluaran kim sedikit demi sedikit dalam duodenum. Caranya, otot pilorus yang mengarah ke lambung akan relaksasi (mengendur) jika tersentuk kim yang bersifat asam.Sebaliknya, oto pilorus yang mengarah ke duodenum akan berkontraksi (mengerut) jika tersentu kim. Jadi, misalnya kim yang bersifat asam tiba di pilorus depan, maka pilorus akan membuka, sehingga makanan lewat. Oleh karena makanan asam mengenai pilorus belakang, pilorus menutup. Makanan tersebut dicerna sehingga keasamanya menurun. Makanan yang bersifat basa di belakang pilorus akan merangsang pilorus untuk membuka. Akibatnya, makanan yang asam dari lambung masuk ke duodenum. Demikian seterusnya. Jadi, makanan melewati pilorus menuju duodenum segumpal demi segumpal agar makanan tersebut dapat tercerna efektif. Seteleah 2 sampai 5 jam, lambung kosong kembali.

    D. Usus halus ( intestinum tenue )

    Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s