Menopause

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]

Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.

Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

About these ads

80 responses to “Menopause

  1. Rika Sertia Oktami

    Nama : Rika Sertia Oktami
    NIM : 09D40101
    Prodi : D IV BIDAN ( A )

    JURNAL MENOPAUSE

    JUDUL : “SIKAP WANITA TERHADAP MENOPAUSE DITINJAU DARI KONDISI MENOPAUSE DAN STATUS KERJA.”

    Menopause adalah keadaan biologis yang wajar yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. Terjadi karena adanya perubahan pada kelenjar endokrin. Terjadi pada wanita berusia 40-45 tahun pada wanita setengah baya. Gejala-gejalanya yaitu rasa berdebar-debar, berkeringat pada waktu malam hari, rasa panas pada muka, sakit kepala, rasa semutan pada tangan dan kaki, nyeri tulang dan otot, Gejala psikis yaitu depresi, mudah tersinggung, sedih, kurang bergairah, ingatan/ konsentrasi melemah ( hutton,1984 ). Perasaan yang dialami oleh wanita menopause adalah adnya perasaan menjadi ‘ tua ‘ atau ‘ waktunya sudah lewat ‘.

    Seseorang wanita yang bekerja pada masa ini akan mulai memasuki masa pensiun sehingga akan hilang pula kesibukkan rutinnya sehari-hari. Ini berarti juga hilangnya status diri yang bisa meyebabkan timbulnya kehampaan. Perasaan tidak mampu yang tibul karena adanya ketidakmampuan bersaing dengan mereka yang masih muda ( Adikusuma,1986 ).

    Sikap wanita bekerja maupun tidak bekerja terhadap menopause adalah Pada wanita yang sudah bekerja sudah bisa menghargai dirinya tidak hanya dalam lingkungan keluarga saja tapi juga di lingkungan pekerjaannya sehingga pada saat menghadapi menghadapi perubahan dalam dirinya mereka sudah bisa untuk menyesuaikan diri, maka dari itu diharapkan bahwa wanita yang sudah bekerja sikapnya lebih positif dibanding dengan wanita yang tidak bekerja dalam menghadapi mneopause.

    Sikap wanita yang belum menhadapi menopause berbeda dengan wanita yang sudah mengalami menopause. Pada wanita yang belum mengalami menopause menganggap bahwa menopause merupakan hal yang mengerikan dan tidak menyenangkan karena menopause dianggap sebagai suatu ‘ perjalanan yang jauh ‘ ., yaitu perjalanan menuju tua yang biasanya dianggap menjengkelkan sedangkan wanita yang sudah mengalami menopause lebih dapat menerima keadaan tua karena mereka sudah mengalaminya. Wanita yang sudah menopause dapat men- separate the old wives tales from that which is true old wives.

    SUMBER : PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
    FAKULTAS PASCA SARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA

  2. Melly Susanti

    Nama : Melly Susanti
    Nim : 09D40088
    Prody : DIV Bidan dan Pendidik
    Kelas : A

    Tema : Menopause Pada Wanita Sebagai Lanjut Usia.

    Menopause adalah berhentinya haid seorang wanita. Menopause pada wanita merupakan bagian universal dan ireversibel dari keseluruhan proses penuaan yang melibatkan system reproduksi, dengan hasil akhir seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Seorang wanita dikatakan menopause minimal 12 bulan setelah menstruasi nya yang terakhir, ditandai dengan gejala-gejala vasomotor dan urogenital, misalnya kering vagina dan dispareunia. Masa sekitar 12 bulan itu dinamakan klimakterium. Sementra sebelum benar-benar menopause, 5-10 tahun sebelumnya gejala-gejala vasomotor dan mens yang irregular ini sudah mulai muncul, dinamakan fase ferimenopause. Terjadinya menopause pada setiap orang tidak sama dipengaruhi oleh beberapa faktor: Keturunan, Kesehatan umum, dan Pola kehidupan.
    Menopause merupakan suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi. Secara normal wanita akan mengalami menopause antara usia 40 tahun sampai 50 tahun. Pada saat menopause, wanita akan mengalami perubahan-perubahan didalam organ tubuhnya yang disebabkan oleh bertambahnya usia. Usia dari hari kehari akan terus berjalan dan setiap orang seiring dengan bertambahnya usia tidak akan lepas dari predikat tua. Dengan bertambahnya usia maka gerak-gerik, tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk tubuh mengalami suatu perubahan.
    Secara singkat dapat dikatakan bahwa menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perubahan secara perlahan-lahan ke masa non produktif yang disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen dan progesterone seiring dengan bertambahnya usia. Sehubung dengan terjadinya menopause pada lansia maka biasanya hal itu diikuti dengan berbagai gejolak atau perubahan yang meliputi aspek fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan si lansia tersebut.
    Ketika seorang memasuki masa menopause, fisik mengalami ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sekujur tubuh, misalnya pada kepala,leher dan dada bagian atas. Kadang-kadang rasa kaku ini dapat diikuti dengan rasa panas atau dingin, pening,kelelahan, jengkel, resah, cepat marah dan berdebar-debar.

  3. yenni yustini bidan A

    Nama : yenni yustini
    Nim : 09DIV0108
    Prodi : DIV bidan klinik dan pendidik
    Tugas : gizi dalam kesehatan reproduksi
    Sumber : http://www.canboyz.co.cc/2010/03/pengertian-menopause.html

    Menopause adalah peristiwa kehidupan yang normal bukan suatu penyakit.Menopause suatu fase alamiah yang akan di alami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi di atas usia 45 tahun. Lebih lanjut dikatakan oleh (Liewellyn, 2002) terjadinya menopause bila siklus menstruasi seorang wanita telah berhenti secara permanen selama satu bulan. Kondisi ini merupakan suatu akhir proses biologis yang menandai berakhirnya masa subur seorang wanita. Berhentinya menstruasi tersebut akan membawa dampak perubahan sosial, fisiologis atau psikologis (Varney, 2007)
    Lebih lanjut (Agila, hal. 17 2007) dalam pandangan medis menyatakan menopause itu bukan hanya sekedar penghentian sementara dan siklus haid melainkan penghentian haid untuk selamanya menopause merupakan pendarahan rahim terakhir. Suatu periode ketika persediaan sel telur habis berarti berhentinya masa kesuburan yang sering diidentikkan dengan penuaan.
    Masa menopause seorang wanita mengalami penuaan indung telur sehingga tidak sanggup memenuhi hormon estrogen. Sistem hormonal seluruh tubuh megalami kemunduran dalam mengeluarkan hormonnya yang menyebabkan berbagai perubahan fisik dan psikologis (Bagus, hal. 188, 1999).

    Perubahan hormon mengakibatkan berbagai macam perubahan bagi wanita. Kulit tidak kencang lagi, keriput dan permasalahan sekitar organ genital yang berdampak pada hubungan intim suami istri. Masa menopause dianggap sebagai semacam mimpi buruk bagi kaum wanita defresi atau perubahan yang terjadi dan berbagai gangguan psikis lainnya yang menjadikan wanita semakin terpuruk pada masa menopause (Agila, hal 14, 2010).
    Ada juga beberapa mitos yang berkembang di masyarakat menyatakan wanita yang mengalami menopause otomatis sudah menjadi tua atau waktunya sudah dekat. Anggapan mereka menopause adalah awal penderitaan lahir dan batin bagi semua wanita. Periode menopause menjadi goncangan yang sangat mencemaskan, munculnya rasa cemas, takut, stres dan menyedihkan namun benarkah menopause adalah penderitaan bagi semua wanita atau menimbulkan masalah besar bagi wanita.
    Pada kondisi ini menopause merupakan semakin menjadi mimpi buruk bagi wanita, tetapi ada juga kita lihat sebagian wanita menganggap menopause bukanlah suatu masalah tapi takdir yang digariskan maha pencipta yang terbaik bagi makhluknya. Jadi apabila menopause menghampiri hidup kita banyak hal yang kita lakukan agar kita dapat menghadapi keadaan. Supaya masa menopause itu bukan lagi menimbulkan permasalahan supaya kita bisa berpikir positif. Untuk itu sebagai wanita perlu memiliki pengetahuan tentang seluk beluk menopause

  4. HARIATI BIDAN B NIM:09D40120

    Terapi Hormon untuk Wanita Menopause
    Gizi.net – RASA gelisah, takut, kurang percaya diri pada orang yang semula tenang dan penuh percaya diri tidak selalu berarti gangguan jiwa. Keluhan pusing, berkeringat banyak, dada berdebar-debar, juga belum tentu gangguan kardiovaskular. Bisa jadi semua itu pertanda kekurangan hormon estrogen. Apalagi jika terjadi pada wanita berusia sekitar 40 tahun. Di negara maju keluhan itu diatasi dengan terapi hormon. Masalah ini mengemuka dalam jumpa pers Perkumpulan Menopause Indonesia (Permi) menjelang Kongres I Menopause Andropause Indonesia, Senin (10/9) lalu.
    Menurut dr med Ali Baziad SpOG KFer yang juga dari FKUI-RSCM, pada wanita menopause banyak timbul keluhan akibat kekurangan hormon estrogen. Keluhan itu seperti berdebar-debar, berkeringat banyak, pusing, gelisah, diserang perasaan takut, kurang percaya diri, cemburu berlebihan, sakit saat berhubungan dengan suami, gairah seksual menurun, mata kering, kerongkongan kering, serta nyeri tulang dan otot.
    Dalam jangka lima sampai 10 tahun setelah menopause, timbul masalah seperti osteoporosis (tulang rapuh), penyakit jantung koroner, demensia (linglung atau pikun) misalnya Alzheimer, stroke serta inkontinensia urin (mudah mengompol).
    Masalahnya, kebanyakan kaum wanita menganggap menopause merupakan sesuatu yang wajar. Keluhan yang timbul dianggap proses alami dan tidak merasa perlu diobati.
    “Tidak jarang para suami, yang melihat perubahan yang terjadi pada istri, yang justru datang ke dokter untuk berkonsultasi. Ada kasus wanita eksekutif yang menjadi kacau, mudah marah, pelupa, dan membuat sejumlah keputusan yang salah. Hal ini membuat lingkungan bekerja dan keluarga menjadi serba salah,” tutur Ali.
    “Kasus lain, seorang wanita mengalami depresi berat. Hasil pemeriksaan menunjukkan, para wanita itu mengalami kekurangan hormon estrogen. Setelah diberi hormon pengganti, kondisi mereka membaik,” tambahnya.
    Banyak orang khawatir menggunakan hormon karena takut kena kanker payudara. Mereka lebih berani menggunakan obat-obatan seperti anti nyeri, obat tidur, obat rematik, atau obat jantung selama bertahun-tahun tanpa takut terhadap efek samping.
    “Padahal, terapi hormon sangat banyak manfaatnya. Yang paling jelas, mengatasi depresi. Selain itu, meningkatkan kualitas hidup, bisa melakukan hubungan suami-istri tanpa rasa sakit, mempertahankan kekenyalan otot, kulit tidak keriput, serta mengatasi masalah inkontinensia,””ujar Ali.
    Sejauh ini di Indonesia belum ada kasus kanker payudara akibat terapi hormon. Kasus kanker payudara yang ada bukan akibat terapi estrogen. Untuk mengantisipasi, dianjurkan mamografi setiap dua tahun sekali.
    Ichramsjah menambahkan, sebelum terapi, pasien akan diperiksa kesehatannya, termasuk deteksi dini kanker mulut rahim dan payudara dengan Pap-smer dan mamografi. Untuk mencegah kejadian tumor atau kanker, kini digunakan gabungan hormon (estrogen-progesteron) dalam dosis rendah. Cara pemberian hormon bermacam-macam. Yang dianjurkan adalah koyok, tablet, atau krim. Sedang suntik dan implant merupakan pilihan terakhir. (atk)

  5. NAMA: Hasniana
    NIM : 09D40121
    Prodi : bidan klinik dan pendidik (B)
    Tugas: Gizi jurnal manopause

    JUDUL : Gejala danTanda Manopause

    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.

    Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasuki menopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahli di bidang menopause memberi ancer ancer umur antara 45 sampai 55 tahun.

    Perdarahan

    Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.

    Rasa panas dan keringat malam

    Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.
    Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk memperkirakan pada usia berapa penomena ini akan muncul dan kapan akan berakhir. Rasa panas ini bahkan sudah terjadi sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Gejala ini akan menghilang dalam 5 tahun pada sekitar 80% wanita, sisanya akan terus mengalaminya sampai dengan 10 tahun.
    Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.

    Gejala pada vagina

    Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.

    Gejala perkemihan

    Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.

    Gejala emosional dan kognitif

    Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.

    Perubahan fisik yang lain

    Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

  6. Nama : Mawar
    Prodi : DIV Kebidanan
    NIM : 09D40133

    JUDUL

    Jurnal Gejala-gejala yang ditemukan pada wanita menopause

    Seorangwanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidakmenstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasukimenopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahlidi bidang menopause memberi ancer ancer umur antara 45 sampai 55 tahun.

    1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan.
    Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun.
    Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

    2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri.

    3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
    Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.

    4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).

    5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).

    6. Peradangan kandung kemih atau vagina.

    7. Osteoporosis (pengeroposan tulang).
    Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang:
    - kurus
    - merokok
    - mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
    - mengkonsumsi kortikosteroid
    - memiliki asupan kalsium yang rendah
    - jarang berolah raga.
    Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.

    8. Penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi.
    Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause.
    Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.

    9. Perubahan fisik yang lain

    Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

    Pada pemeriksaan Pap smear bisa diketahui adanya perubahan pada lapisan vagina akibat perubahan kadar estrogen.
    Pemeriksaan darah dan air kemih bisa digunakan untuk mengukur kadar estrogen, progestero serta estron dan estradiol plasma.

    Setelah sekian lama membahas tubuh manusia yang segar segar, tidak apa khan sekali sekali membahas yang sudah uzur. Kita tidak bisa menutup mata, kelak kita pasti akan mengalaminya.

    Pencegahan yang dapat dilakukan pada usia menopause antara lain :

    * Menyeka posisi berdiri
    * Jagakelembaban
    * Cebok dari depan ke belakang 1 arah
    * Memakai air bersih tanpa kuman
    * Memakai pembalut tanpa dioksin
    * Tidakberganti-ganti pasangan seksual
    * Pemakaian kondom setelah aktif secara seksual
    * tidak menggunakan sex toys yang tidak bersih/bersama pasangan
    * Mejagakebersihan petting
    * Vaginal toilet
    * Papsmear rutin tiap tahun
    * Berobattuntas s/d dinyatakan sembuh oleh dokter
    * Konsumsimikronutrient (vitamin & mineral)

  7. Purwati (Bidan B)

    Menopause seringkali menjadi momok yang menakutkan. Kekhawatiran ini mungkin berawal dari pemikiran bahwa dirinya akan menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi. Rasa kekhawatiran yang berlebihan menyebabkan mereka sangat sulit menjalani masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menopause pada wanita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Tahun 2009. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif analitik. Waktu penelitian dilakukan pada bulan November-Maret 2009. Jumlah populasi adalah 1254 orang dengan jumlah sampel yang diperoleh melalui rumus sebanyak 125 orang. Hasil penelitian diperoleh, responden terbanyak status menikah (82,4%), tidak bekerja (71,2%),beban kerja ringan (54,4%) menopause (51,2%), usia menarche < 15 tahun (67,2%), jumlah anak ? 4 orang (54,4%), usia melahirkan anak terakhir < 40 tahun (74,3%), pernah menggunakan kontrasepsi (68%), kontrasepsi hormonal (95,7%), tidak merokok (69,6%), tidak minum alkohol (93,6%), tidak sakit (93,6%). Usia menopause rata-rata 45,2 tahun, usia menarche rata-rata 13,54 tahun, jumlah anak rata-rata 4,04 orang, dan usia melahirkan anak terakhir rata-rata 35,65 tahun. Ditemukan bahwa faktor yang mempengaruhi menopause adalah usia menarche (p=0,022), jumlah anak (p=0,000), usia melahirkan anak terakhir (p=0,046), pemakaian kontrasepsi (p=0,002) dan kebiasaan merokok (p=0,011). Dari hasil analisis multivariat terdapat empat variabel yang berhubungan secara bersamaan terhadap terjadinya menopause yaitu status pekerjaan (p=0,033), jumlah anak (p=0,000), penggunaan kontrasepsi (p=0,004), dan merokok (p=0,003). Diharapkan bagi pihak posyandu lansia ataupun pihak KIA agar lebih ditingkatkan sosialisasi tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi menopause pada seorang wanita kepada seluruh penduduk wanita, baik melalui konseling ataupun penyuluhan.
    Menopause often be a frightening specter. This concern may be started from the thought that will not be healthy, not in hale, and not beautiful anymore. The sense of over concern cause them very difficult to have this. This research aims to determine the factors that affect menopause at women in Titi Papan village Medan City year 2009. The type of this research is survey that is analytical descriptive. Time of research conducted in November-March 2009. The number of population is 1254 people with the number of samples obtained through the formula as much as 125 people. Research results obtained, respondents with the highest status of married (82,4%), does not work (71,2%), light work load (54,4%), menopause (51,2%), age of menarche our variables that are connected simultaneously to the occurrence of menopause, namely employment status (p = 0033), the number of children (p = 0,000), the use of contraceptives (p = 0,004), and smoking (p = 0,003). The elderly posyandu or the KIA expected to be more enhanced socialization of the factors that can affect menopause in a woman to the entire population of women, either through personal counseling or mass counseling.
    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14625

  8. Dewi siti komsiyah bidan A

    HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DENGAN MENOPAUSE

    Tujuan Mengetahui berapa besar hubungan (sensitivitas dan spesifisitas) antara keluhan dan temuan objektif, baik secara klinis dan sitologi vagina, pada wanita pasca menopause dengan vaginitis atrofi. Tempat Poliklinik ginekologi, laboratorium sitologi dan subbagian sitopatologi bagian obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat Rujukan Nasional Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta. Bahan Dan Cara Kerja Wanita pasca menopause yang datang ke poliklinik ginekologi diminta kesediaannya untuk mengikuti penelitian ini. Anamnesis dilakukan sesuai dengan lampiran 1 (status penelitian), dilanjutkan sesuai dengan lampiran II (panduan pertanyaan untuk mengetahui adanya keluhan vaginitis atrofi) dan pemeriksaan klinis vagina sesuai dengan lampiran III ( panduan pertanyaan untuk mengetahui adanya gejala klinis vaginitis atrofi ). Kemudian dilakukan pemeriksaan pH vagina dengan menggunakan kertas lakmus dan pengambilan apusan vagina ( diwarnai dengan pewarnaam Papaniculaou ) untuk penilaian maturasi set. Pengukuran maturasi set selain oleh peneliti, dilakukan juga oleh seorang ahli sebagai konfirrnasi untuk menjaga objektifitas pengukuran. Bila dari penilaian indeks maturasi didapatkan efek estrogen rendah, maka sampel dinyatakan sebagai vaginitis atrofi dan akan dianalisis selanjutnya. Hasil Penelitian ini berlangsung dari bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2005 di poliklinik ginekologi, laboratorium sitologi dan subbagian sitopatologi bagian obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Umum Pusat Rujukan Nasional Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta. Didapatkan 38 sampel yang sesuai dengan kriteria penerimaan dan penolakan. Didapatkan bahwa usia peserta penelitian berkisar antara 46 – 64 tahun, dengan rerata usia 55,07 ± 5,67 tahun, dengan usia menopause peserta penelitian berkisar antara 42 – 57 tahun, dengan rerata usia 49,5 ± 4,73 tahun dengan lama menopause peserta penelitian berkisar antara 1 – 18 tahun, dengan rerata lama menopause 7,42 ± 5,41 tahun. Dari ke 5 keluhan yang ditanyakan pads peserta penelitian, hal yang terbanyak dikeluhkan adalah rasa keying ( n=4, 10.5% ), diikuti oleh dispareunia ( n=3, 7.9%) dan keputihan (n=3, 7.9% ). Sedangkan iritasi dan rasa menekan tidak dikeluhkan. Keadaan vagina yang atrofi ditegakkan berdasarkan dari hasil temuan obyektif berapa sekresi vagina yang berkurang (n=4, 10.5% ), integritas epitel vagina yang berkurang ( n=3, 7.9% ), ketebalan epitel vagina yang berkurang ( n=3, 7.9% ), warna vagina yang pucat ( nom, 10.5% ), dan pH vagina yang basa ( n=31, 81.6% ). Berdasarkan dari temuan-temuan tersebut, pH vagina merupakan temuan obyektif yang paling banyak dibandingkan yang lainnya. Dari temuan-temuan obyektif tersebut, kecuali pH vagina, vaginitis atrofi tidak banyak ditemukan pada peserta penelitian. Dari 38 sampel hanya terdapat 24 sampel yang secara sitologi didiagnasis sebagai vaginitis atrofi ( pemeriksaan sitologi sebagai baku emasnya ). Dari basil uji diagnostik hubungan antara keluhan rasa kering dan vaginitis atrofi dengan n=24 sampel, didapatkan nilai sensitivitas sebesar 16,6% dan nilai spesifisitas sebesar O. Dari hasil uji diagnostik hubungan antara keluhan dispareuni dan vaginitis atrofi dengan n=24 sampel, didapatkan nilai sensitivitas sebesar 12,5% dan nilai spesifisitas sebesar O. Dari hasil uji diagnostik hubungan antara keluhan keputihan dan vaginitis atrofi dengan n=24 sampel, didapatkan nilai sensitivitas sebesar 4,2% dan nilai spesifisitas sebesar 14,2%. Dari hasil uji diagnostik hubungan antara temuan objektif pH vagina yang basa dan vaginitis atrofi dengan n=24 sampel, didapatkan nilai sensitivitas sebesar 100% dan nilai spesifisitas sebesar 50%. Kesimpulan Keluhan rasa kering mempunyai nilai sensitivitas sebesar 16,6% dan nilai spesifisitas sebesar O. Keluhan dispareunia mempunyai nilai sensitivitas sebesar 12,5% dan nilai spesifisitas sebesar O. Keluhan keputihan mempunyai nilai sensitivitas sebesar 4,2% dan nilai spesifisitas sebesar 14,2%. Temuan objektif pH vagina yang basa dan vaginitis atrofi mempunyai nilai sensitivitas sebesar 100% dan nilai spesifisitas sebesar 50%.

  9. Yulianti (Bidan B)

    PROFIL PEREMPUAN MENOPAUSE

    Pada tahun 2000, harapan hidup wanita Indonesia meningkat menjadi 67,5 tahun dan kelompok usia tua akan mencapai 8,2% dari seluruh populasi Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2010, usia harapan hidup wanita Indonesia akan mencapai 70 tahun. Seiring dengan peningkatan usia harapan hidup, maka akan terjadi peningkatan penyakit-penyakit tua, khususnya pada wanita kejadian penyakit usia ma ini dihubungkan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Penurunan hormon ini telah dimulai sejak usia 40 tahun. Menopause sebagai akibat dari penurunan kadar hormon estrogen pada wanita akan memberikan gejala-gejala yang dapat bermanifestasi pada berbagai organ. Gejala-gejala yang mungkin timbul dibagi menjadi efek jangka pendek maupun jangka panjang. Efek jangka pendek adalah gejala vasomotorik (hot flushes, jantung berdebar, sakit kepala), gejala psikologik (gelisah, lekas marah, perubahan perilaku, depresi, gangguan libido), gejala urogenital (vagina kerng, keputihan, gatal pada vagina, iritasi pada vagina, inkontinensia urin), gejala pada kulit (kering, keriput), gejala metabolisme (kolesteroi tinggi, HDL turun, LDL naik). Sedangkan efek jangka panjang meliputi osteoporosis, penyakit jantung koroner, aterosklerosis, stroke sampai kanker usus besar. Usia menopause perempuan di negara maju seperti di Amerika Serikat dan Inggcis adalah 51,4, sedangkan di negara-negara Asia Tenggara adalah 51,09 tahum. Usia menopause untuk perempuan Indonesia adalah 50 tahun. Jika usia harapan hidup wanita Indonesia adalah 70 tahun, maka hampir 20 tahun lamanya mereka akan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat kekurangan hormon estrogen. Dampaknya adalah kualitas hidup kaum perempuan akan berkurang. Gejala klimakterik disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, maka pengobatannya adalah dengan pemberian hormon estrogen dari luar tubuh, yang dikenal dengan dengan istilah Hormone replacement therapy (HRT) atau istilah dalam bahasa Indonesia Terapi Sulih Hormon (TSH). Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pemberian TSH pada perempuan menopause dapat menghilangkan keluhan klimakterik, bahkan mencegah terjadinya patah tulang, penyakit jantung koroner, kanker usus besar, dementia ripe Alzheimer dan katarak. Dengan kata lain pemberian TSH dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause.

  10. Rahmi Noerdiana H

    Nama : Rahmi Noerdiana H
    NIM : 09D40099
    Prodi : DIV Bidan A

    MEMPERLAMBAT MENOPAUSE
    Baru-baru ini telah ditemukan dan diteliti oleh Hery Winarsi selaku mahasiswa dokter IPB, bahwa kedelai dapat memperlambat menopause bagi wanita. Walaupun belum dikembangkan lebih lanjut. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa menopause merupakan sesuatu yang akan terjadi pada daur kehidupan wanita. Menopause ini akan berpengaruh kepada kehidupannya, baik dalam hubungan seksual maupun dalam keadaan fisik (kulit keriput).
    Fase menopause terjadi pada usia 48-50 tahun. Pada tahap ini fungsi dan ukuran ovarium akan menurun karena tidak teraturnya hormon estrogen dan progesteron yang membuat siklus haid menjadi kurang teratur, bahkan tidak teratur, serta sel telur yang ada dalam ovarium pun menjadi anovulasi.
    Pada saat menopause juga banyak datang berbagai penyakit, seperti penyakit keturunan serta menurunya imunitas. Hal ini dikarenakan menurunnya sel-T dan menurunnya sel-B yang memproduksi antibodi.
    Minuman fungsional yang kaya akan isoflavon dan Zn, isoflavon banyak terdapat pada kedelai yang memiliki sifat estrogenik, antikarsinogenik, antiosteoporoisitik, antioksidatif dan dapat memperbaiki sindroma menopause. Struktur molekul isoflavon dan estrogen endogen mampu berikatan dengan reseptor estrogen, meskipun potensi isoflavon sangat lemah dibandingkan estrogen endogen (Doktor Ilmu Pangan).
    Minuman ini telah diuji cobakan pada 33 orang wanita premenopause selama 2 bulan. Dan bulan ke 2 diberi vaksin Tetanus secara im, dan terbukti bahwa minuman itu dapat memperbaiki sistem imun. Selanjutnya pengambilan darah pada 33 orang wanita tersebut senyak 3 kali, dan diteliti. Dan hasilnya minuman ini dapat menurunkan dan menghilangkan kekeringan di vagina, drypareunia (rasa sakit saat berhub seksual) penurunan daya imgat dan fatigue (rasa lelah). Melihat hasilnya yang sangat bermanfaat secara medis ini, sebaiknya perlu ditindaklanjuti dan diproduksi secara masal agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat dan harganya yang tergolong murah karena terdiri dari bahan alami.
    Sumber: http://sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2004/0430/kes2.html

  11. Rini Puspita Sari

    Nama : Rini Puspita Sari
    Nim : 09D40102
    Prody : DIV Bidan (A)

    TETAP SEHAT DI USIA MENOPAUSE

    Kata Menopause berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata Meno/Meu yang berarti “Bulan” dan Peuseis yang berarti “Penghentian Sementara”. Menopause adalah keadaan ketika wanita tidak mengalami haid sejak 1 tahun terakhir dan kemudian keadaan ini menetap, tidak mengalami haid lagi untuk selamanya, karena indung telur (Ovarium) tidak lagi menghasilkan Hormon Estrogen dan Progesteron,. umum nya terjadi sekitar usia wanita 45 – 50 tahun.
    Terjadinya menopause dikarenakan faktor usia. Setiap perempuan akan mengalami masa menopause, tetapi mereka akan mengalami masa premenopause terlebih dahulu. Tanda-tanda menopause ini di tandai dengan adanya perubahan fisiologis dan psikologis seseorang. Masa menopause ini meliputi beberapa gangguan yang mempengaruhi perilakunya yaitu depresi menstruasi, perubaha kehidupan seksual, obsesi untuk hamil lagi dan berilusi.
    Dan hindarilah kiat hidup yang menimbulkan gejala di masa menopause ini. Dengan cara kiat hidup sehat bersama menopause seperti ; berpikir positif, menerapkan pola hidup sehat sejak dini, beolah raga dan minum obat-obatan suplemen sesuai kebutuhan.

  12. Tri Handayani (Bidan B)

    Nama :Tri Handayani
    Nim : 09D40149
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (B)

    Menopause adalah suatu masa berakhirnya reproduksi wanita yang disebabkan berkurangnya hormon estrogen dan progesteron yang ditandai dengan berhentinya haid. Pada masa menopause terjadi perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menimbulkan perubahan pada gambaran diri (body image). Perubahan ini menimbulkan stress tersendiri bagi ibu menopause, jika ibu tidak dapat beradaptasi, kondisi stress tersebut akan menyebabkan kecemasan. Penelitian deskriptif korelasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran diri ibu masa menopause, tingkat kecemasan ibu masa menopause, dan hubungan antara gambaran diri dengan tingkat kecemasan ibu masa menopause. Responden berjumlah 32 orang ibu menopause yang berdomisili di Kelurahan Lhok Keutapang Tapaktuan. Pengumpulan data berlangsung mulai tanggal 1 Juli-10 Juli 2007. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner menggunakan metode wawancara. Uji korelasi yang digunakan adalah product moment Pearson’s r.
    Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara gambaran diri dengan tingkat kecemasan ibu masa menopause (r = 0,39; p = 0.02) dengan interpretasi hubungan sedang. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara gambaran diri dengan tingkat kecemasan ibu masa menopause. Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus pada ibu menopause, bukan hanya pada masalah fisiknya saja, tetapi juga masalah psikologis. Pendidikan kesehatan diperlukan bagi ibu menopause agar mempunyai pengetahuan yang cukup tentang menopause, dan agar ibu dapat menerima dengan lapang dada bahwa menopause merupakan proses alami yang akan dilalui semua wanita, beradaptasi dengan segala kondisi yang terjadi pada masa menopause, sehingga kecemasan dapat dihindarkan.

    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14287

  13. Reka Rahmawati (Bidan B)

    Nama : Reka Rahmawati
    Nim : 09D40140
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (B)

    Menopause diartikan sebagai suatu proses dimana wanita tidak mengalami menstruasi lagi. Usia rata – rata seorang wanita mengalami menopause adalah 51 tahun. Pada masa menjelang menopause, ovarium mulai mengalami penuaan sehingga produksi hormon estrogen menurun dan terjadi gangguan keseimbangan hormon. Kekurangan hormon estrogen ini menyebabkan keluhan keluhan yang dikenal sebagai sindroma defisiensi estrogen. Wanita menopause sering disertai dengan penyakit – penyakit sistemik seperti osteoporosis, penyakit jantung koroner dan hipertensi. Teknik pembedahan di daerah rongga mulut pada wanita menopause adalah sama dengan pasien biasa. Pemilihan bahan anastetikum juga harus disesuaikan dengan keadaan – keadaan yang dijumpai pada pasien- pasien menopause tersebut. Terdapatnya penyakit – penyakit sistemik, daya tahan yang menurun, kondisi mental yang menurun dan lain – lain akan menyebabkan perawatan pembedahan pada pasien menopause tidak dapat disamakan dengan pasien yang masih muda.

    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/8458

  14. Dwi Rini Sulistyowati (Bidan B)

    Nama : Dwi Rini Sulistyowati
    Nim : 09D4O115
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (B)

    Periode perimenopause umumnya terjadi pada wanita yang berusia 46–55 tahun yang disertai dengan berbagai keluhan klimakterik. Keadaan ini dapat mengganggu aktivitas dan berdampak pada kualitas hidup yang semakin rendah. Hal ini terjadi sebagai akibat dari penurunan kadar estrogen dalam tubuh. Dengan adanya keluhan ini, wanita perimenopause sangat membutuhkan pelayanan kesehatan agar dapat menghadapi masa menopause dengan sehat, aktif dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu perimenopause (status menopause, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, keluhan klimakterik yang dialami, dan tingkat pengetahuan) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Kota Pematangsiantar tahun 2009. Jenis penelitian adalah survei tipe explanatori. Populasi penelitian adalah seluruh wanita yang berusia 46-55 tahun. Jumlah sampel 210 diambil dengan teknik sampel kluster dua tahap. Data dikumpulkan dengan wawancara yang berpedoman pada kuesioner. Data dianalisis dengan chi-square dan regresi logistik dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 44,3% ibu yang mempunyai keluhan klimakterik, memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan 95 % confidence interval 33,3 % – 48,8 %. Hasil uji chi-square menunjukkan pendidikan (p=0,00), pekerjaan (p=0,00), keluhan klimakterik (p=0,01) dan tingkat pengetahuan (p=0,00) berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Uji regresi logistik menunjukkan pekerjaan (p=0,012) dan tingkat pengetahuan (p=0,000) berpengaruh pada pemanfaatan pelayanan kesehatan dan tingkat pengetahuan lebih dominan. Disarankan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar agar memberikan perhatian khusus bagi wanita klimakterium melalui peningkatan pengetahuan dengan cara sosialisasi tentang masa klimakterium dan memperluas pelayanan kesehatan reproduksi berupa klinik menopause di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.

    http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/6676

  15. dwi putri agustifeni (Bidan B)

    Nama : dwi putri agustifeni
    Nim : 09D40114
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (B)

    Menopause bukan merupakan penyakit melainkan kondisi dimana seorang wanita mencapai masa berhentinya menstruasi. Menopause dikatakan terjadi apabila seorang wanita tidak lagi menstruasi selama 12 bulan. Usia rata-rata untuk mencapainya menopause alami adalah diatas 51 tahun. Bila seorang wanita mencapai menopause pada usia kurang dari atau usia 45 tahun dapat dikatagorikan sebagai menopause dini. Merokok diasumsikan dapat mempercepat datangnya menopause atau menopause dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik wanita menopause pada wanita perokok di Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjungbalai. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskritif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposif sampling terhadap 64 responden wanita menopause yang perokok di Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 64 responden wanita menopause dengan riwayat merokok di Kecamatan Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai yang diperoleh dari data demografi yaitu usia responden berada pada rentang kelompok umur 51-55 sebanyak 58%, seluruh responden telah merokok sebelum mereka menopause, usia wanita menopause dengan kelompok umur 46-50 tahun (47%), status sudah menikah (59%) wanita tersebut menikah, jumlah responden yang beragama Islam yaitu (61%), pendidikan responden sampai tamat sekolah menengah umum sederajat (44%), responden yang berwirausaha (45%). Berdasarkan penghasilan, 37 responden (58%) berada pada kelompok berpenghasilan lebih dari 1.000.000. Sedangkan dari data tingkat kebiasaan merokok pada wanita diperoleh data 27 responden (42%) wanita berada pada kondisi perokok ringan dan 59% merupakan kelompok perokok berat. Diketahui bahwa 23 responden telah menopause pada usia kurang dari atau sama dengan 45 tahun dan diantara 23 responden tersebut 17 orang diantaranya adalah kelompok perokok berat.

    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/17032

  16. Eka ana pertiwi (Bidan B)

    Nama : Eka ana pertiwi
    Nim : 09D40116
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (B)

    Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak intervensi susu skim berbasis minuman fungsional ditambah dengan 100 mg isoflavon kedelai dan 8 mg Zn-sulfat (susumeno) di serum estradiol dan thymulin tingkat hormon wanita premenopause. Setelah 2 bulan intervensi, tingkat estradiol tidak berubah, dan levls berada di kisaran 39,16-41,99 pg / ml. Namun kadar hormon thymulin meningkat secara signifikan dari 2,37 ug / ml untuk 3,31 ug / ml. Peningkatan tingkat thymulin sepatu bahwa gangguan fungsi sistem kekebalan dari premenopause dapat ditingkatkan oleh minuman fungsional.
    Kehadiran masa menopause pada wanita dan adropause dalam kehidupan pria, memiliki dampak psikologis yang perlu dipahami untuk menjaga kesejahteraan hidup manusia. Fisik dan hormonal. Individu yang memasuki masa menopause juga mengalami transisi atau krisis dalam kehidupannya, baik dalam pekerjaan, rumah tangga, hubungan social, dan lain-lain yang kesemuanya itu dapat memicu timbulnya stress pada wanita menopause.

    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/7348

  17. Nama : Fitri Hayati
    NIM : 09D40078
    Prodi : DIV Kebidanan (A)

    Menopause adalah suatu fase dari kehidupan seksual wanita, dimana siklus menstruasi berhenti. Bagi seorang wanita, dengan berhentinya menstruasi ini berarti berhentinya fungsi reproduksi (tidak dapat hamil dan mempunyai anak), namun tidak berarti peranannya dalam melayani suami di bidang kebutuhan seksual berhenti dengan sendirinya (Hawari, 1996).

    Periode terjadinya menopause :
    Menopause dipacu oleh perubahan hormon dalam tubuh, yang diawali dengan terkelupasnya pelapis rahim (endometrium) bersama dengan sedikit darah, yang dipicu oleh kadar hormon progesteron yang rendah dalam tubuh. Pada waktu yang sama hormon perangsang folikel (FSH= Foilicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone) yang dihasilkan kelenjar hipofise merangsang proses pematangan telur dalam ovarium. Keadaan ini kemudian menghasilkan peningkatan kadar estrogen. Fase ini disebut fase pengelupasan.

    Fase pengelupasan akan segera diikuti fase proliferasi dimana kadar estrogen tinggi dan membuat endometrium mengalami penebalan. Akhirnya kadar hormon perangsang folikel dan hormon lutein mencapai puncaknya dan terjadi pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi). Folikel tempat sel telur dilepaskan akan membentuk sebuah kelenjar yang disebut corpus luteum yang menghasilkan progesteron, yang akan membuat kelenjar endometrium mengalami fase sekresi sebagai persiapan bila terjadi perubahan, sehingga siap untuk suatu kehamilan. Jika sel telur tidak dibuahi, kadar estrogen menurun, corpus luteum mengalami degenerasi dan kadar progesteronpun menurun.

    Wanita dilahirkan dengan sejumlah besar sel telur yang secara bertahap akan habis terpakai. Ovarium tidak mampu membuat sel telur baru, sehingga begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis, maka ovulasi akan berhenti sama sekali. Jadi terdapat semacam kekurangan hormon yang menyebabkan sebagian besar masalah yang terjadi di sekitar menopause, yang berkembang sesudahnya. Ada tiga macam hormon penting yang diproduksi oleh ovarium, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron, dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi.

    Beberapa perubahan mulai tampak lebih awal diusia 30 tahun, tetapi pada beberapa titik / bagian diusia 40 tahun, menurunnya perkembangan fisik menunjukkan bahwa masa dewasa tengah telah datang. Melihat dan mendengar adalah dua perubahan yang paling menyusahkan dan paling tampak dalam masa dewasa tengah. Daya akomodasi mata, kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina-mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun. Khususnya, individu pada usia tengah baya mulai mengalami kesulitan melihat obyek-obyek yang dekat.
    Mengenai terjadinya menopause, tidak ada batasan umur yang pasti. Sesungguhnya setiap wanita mengalaminya pada umur tertentu, setelah masa kesempurnaan berakhir. Sehubungan dengan itu para ahli memberikan batasan umur pada wanita menopause berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena ditinjau dari sudut yang berbeda pula.

    Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa periode terjadinya menopause ketika persediaan sel telur habis, indung telur mulai menghentikan produksi entrogen yang akibatnya haid tidak muncul lagi. Pada wanita tersebut menginjak masa menopause, yang berarti berhentinya masa kesuburannya. Dan dengan melihat batasan umur wanita menopause yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan batasan wanita akan mengalami menopause antara umur 40 tahun sampai 55 tahun.
    Gejala-gejala menopause :
    Pada masa menopause diikuti perubahan-perubahan baik fisik maupun psikisnya. Untuk mengetahui masa menopause sudah datang pada wanita, ada beberapa gejala yang mendahului meskipun tidak semua wanita akan merasakan gejala-gejala ini.
    Reitz (dalam Damayanti, 2003) mengutarakan beberapa gejala yang mengawali masa menopause, yaitu:
    • Berhentinya menstruasi secara mendadak. Mulai terjadi pola haid yang tidak beraturan, haid dapat berubah-ubah dari banyak menjadi sedikit tanpa pola tertentu pada wanita yang berusia sekitar 45 tahun keatas.

    • Terjadinya arus panas. Hal ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan pada vasomotor.

    • Rasa gelisah, mudah tersinggung, ketegangan dan kecemasan, termasuk perasaan tertekan, sedih, malas, emosi yang meluap, mudah marah, merasa tidak berdaya dan mudah menangis.

    • Osteoporosis (pengeroposan tulang).

    • Pruritis, merupakan istilah kedokteran untuk rasa gatal pada kulit di daerah vulva atau alat kelamin.

    Beberapa gejala yang menandai menopause yang disebut fase preliminer, yaitu:
    • Menstruasi yang tidak lancar dan tidak teratur, yang datang lebih lambat atau lebih awal.
    Kotoran, haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit.
    • Muncul gangguan-gangguan vasomotoris, yang berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh-pembuluh darah.

    • Merasa pusing, disertai sakit kepala terus menerus.

    • Keringat berlebih, yaitu berkeringat yang tidak ada henti-hentinya.

    • Neuralgia, yaitu gangguan atau sakit syaraf dan lain-lain.
    Sumber : http://www.psikomedia.com/art/artikel.php?id=16

  18. Theresia kadek renny mariana

    nama:theresia kadek renny mariana
    nim:09D40147
    prodi:DIV bidan klinik dan pendididik
    bidan:B

    Gizi dalam menopause
    judul:Perlunya Gizi Seimbang
    Untuk mengtahui apakah usia lanjut telah tercukupi kebutuhan energi dapat dilihat dari berat badannya. Konsumsi energi yang terlalu banyak akan menyebabkan usia lanjut menjadi gemuk, sebaiknya konsumsi energi yang kurang akan menyebabkan usia lanjut menjadi kurus. Konsumsi energi yang baik bagi usia lanjut adalah konsumsi energi yang tidak berlebihan tetapi juga tidak kekurangan. Hal tersebut penghitungan Indeks Masa Tubuh.(IMT), yaitu :
    Berat badan (Kg)
    Tinggi badan (mt) x tinggi badan (my)
    Konsumsi minyak dan lemak juga perlu dibatasi khususnya yang berasal dari bahan hewani seperti : otak, kuning telur, hati, limpa, jantung, jenis kerang dan udang serta mentega dan keju.

  19. Theresia kadek renny mariana

    nama:theresia kadek renny mariana
    nim:09D40147
    prodi:DIV bidan klinik dan pendididik
    bidan:B

    Gizi dalam menopause
    judul:Perlunya Gizi Seimbang
    Untuk mengtahui apakah usia lanjut telah tercukupi kebutuhan energi dapat dilihat dari berat badannya. Konsumsi energi yang terlalu banyak akan menyebabkan usia lanjut menjadi gemuk, sebaiknya konsumsi energi yang kurang akan menyebabkan usia lanjut menjadi kurus. Konsumsi energi yang baik bagi usia lanjut adalah konsumsi energi yang tidak berlebihan tetapi juga tidak kekurangan. Hal tersebut penghitungan Indeks Masa Tubuh.(IMT), yaitu :
    Berat badan (Kg)
    Tinggi badan (mt) x tinggi badan (my)
    Konsumsi minyak dan lemak juga perlu dibatasi khususnya yang berasal dari bahan hewani seperti : otak, kuning telur, hati, limpa, jantung, jenis kerang dan udang serta mentega dan keju.

    sumber:www.gizi pada menopause.com

  20. Theresia kadek renny mariana

    nama:Tri astuti
    nim:09D40148
    prodi:DIV bidan klinik dan pendidik
    bidan:B
    Gizi pada menopause
    judul:gizi seimbang menopause
    Untuk membantu Usia Lanjut dan Menopause menyadari akan pentingnya pengaturan makanan dengan gizi seimbang, dibawah ini beberapa pesan yang perlu diperhatikan :
    Makanlah aneka ragam makanan
    Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
    Batasi konsumsi lemak dan min yak sampai seperempat dari kecukupan energi
    Makanlah makanan sumber zat besi
    Biasakan makan pagi
    Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
    Lakukan kegiatran fisik dan olahraga secara teratur

    sumber:http/www.gizi seimbang menopause.com

  21. Theresia kadek renny mariana

    nama:Uswatun Hasanah
    nim:09D40150
    prodi:DIV Biodan klinik dan pendidik
    bidan:B
    gizi menopause
    judul:Masalah Gizi Pada Usia Lanjut
    Kondisi fisik dan organ tubuh golongan usia lanjut mengalami penurunan seperti : bagian perut dan saluran pencernaan, koordinasi otot-otot dan syaraf aspek psikologik dan fungsi anggota tubuh lainnya.
    Di samping hal-hal di atas, kebutuhan gizi golongan usia lanjut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit yang seringkali diderita, misalnya:
    Tekanan darah tinggi, jantung koroner, kencing manis
    Pengeroposan tulang kadang menjadi rapuh dan mudah patah
    Rematik
    Gangguan gizi lebih ata gizi kurang termasuk anemi gizi
    Infeksi paru-paru menahun brocho-pneumonia
    Jika satu atau lebih dari gangguan di atas di temukan maka golongan usia lanjut perlu mendapatkan makanan”gizi seimbang” yang berbea dengan mereka yang tergolong sehat.

    sumber:http/www.masalah gizi pada menopause.com

  22. Theresia kadek renny mariana

    nama:Mahmada Erma
    nim:09D40130
    prodi:div bidan klinik dan pendidik
    Bidan:B
    gizi pada menopause
    judul:hubungan gizi dengan menopause
    Menopause merupakan salah satu peristiwa yang paling menentukan dan harus dihadapi dalam rentang kehidupan seorang wanita. Beberapa wanita merasa takut, sementara yang lain malah menunggu-nunggu akan datangnya menopause. Bagi sebagian wanita yang takut akan datangnya menopause karena akan membuat mereka merasa tidak menarik, kesepian, tak berguna dan tak berdaya. Mereka juga berduka karena tak subur dan muda lagi. Bagi sebagian lain, datangnya menopause malah membuat mereka memiliki kesempatan baru dalam hidup secara fisik, emosi, seksual dan spirit. Mereka malah antusias karena “terlepas” dari kewajiban melahirkan dan sindroma pra-haid. Pokoknya, menopause dapat memberikan berbagai macam perasaan kepada wanita. Dari yang tegang dan tidak nyaman sampai lega dan “lepas”.
    Sebenarnya, apakah arti menopause itu sendiri? Menopause merupakan suatu waktu di usia pertengahan dimana seorang perempuan mendapat haidnya yang terakhir. Atau dengan kata lain merupakan saat dimana seorang perempuan tidak mendapat haid lagi. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur. Sering kali menopause ini terjadi secara gradual. Tetapi kadang kala juga terjadi sekaligus.
    Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause , estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.
    Kebutuhan pemenuhan gizi pada saat ini sangat penting,di mana seseorang harus mencukupi gizinya,dengan baik,untuk menghadaoi menopause,maupun pada saat menopause.

    Sumber: Sekilas Mengenai Menopause | Pilihan http://keluargacemara.com/featured/sekilas-mengenai-menopause.html#ixzz0p09KjH00
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial

  23. Theresia kadek renny mariana

    nama:Rusmini
    nim:09D40142
    prodi:DIV BIDAN KLINIK DAN PENDIDIK
    Bidan :B
    gizi dalam menopause
    judul:masalah kesehatan utama pada menopause
    Walaupun wanita, umumnya, memiliki umur harapan hidup (UHH) lebih tinggi daripada pria, mereka menghadapi masalah kesehatan yang lebih rumit. Secara kodrati, wanita mengalami fase perubahan fisiologis yang berbeda dengan yang dialami pria. Mengawali masa remajanya, wanita mulai mengalami menstruasi yang kemudian, secara normal, terjadi setiap bulan selama masa usia reproduktif. Selanjutnya, mereka akan menjalani masa hamil dan menyusui yang melelahkan. Fase ini diakhiri dengan datangnya masa menopause yang umumnya mulai terjadi pada usia 45 tahun.
    Masa menopause memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Penyebabnya, antara lain, adalah berhentinya produksi estrogen. Menurunnya daya tahan tubuh, seiring dengan bertambahnya usia, juga memperberat masalah kesehatan wanita usia menopause.
    Masalah utama kesehataan pada masa menopause adalah penyakit jantung dan stroke. Pada tahun 2000, penyakit jantung menduduki urutan pertama penyebab kematian wanita di Amerika Serikat (366.000 kasus). Tempat kedua diduduki oleh stroke (103.000 kasus). Kebanyakan kasus tersebut terjadi pada usia menopause. Angka ini jauh di atas angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara yang hanya 42.000 kasus.
    Walaupun angka tersebut tidak secara tepat menggambarkan penyakit penyebab kematian wanita di Indonesia, namun kecenderungan ke arah itu sudah mulai terlihat. Data prevalensi obesitas¾salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke¾pada wanita memperkuat perkiraan tersebut. Hasil pantauan masalah gizi lebih pada dewasa yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan tahun 1997 menunujukkan prevalensi obesitas pada orang dewasa adalah 2,5% dan 5,9% masing-masing untuk pria dan wanita. Prevalensi obesitas tertinggi terjadi pada kelompok wanita berumur 45 tahun ke atas (9,2%). Saat ini, diperkirakan lebih dari 6 juta wanita dewasa Indonesia menderita obesitas.

     Memasuki Masa Menopause
    Pada usia reproduktif, indung telur (ovary) wanita mengandung 200.000-400.000 kantong kecil (follicle) yang berisi bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk sel telur matang (ova). Indung telur juga menghasilkan dua jenis hormon utama, yaitu estrogen dan progesteron. Kemampuan indung telur menghasilkan follicle dan hormon menurun dengan bertambahnya usia. Menopause terjadi apabila pembentukan sel telur pada follicle telah dihentikan. Menopause juga ditandai dengan berhentinya sekresi estrogen dan progesteron.
    Walaupun sekresi estrogen sudah berhenti, indung telur masih bisa menghasilkan testosteron dalam jumlah kecil yang dapat diubah menjadi estrogen. Namun, jumlah estrogen yang dihasilkan ini jauh dari jumlah estrogen yang dibutuhkan untuk membina kesehatan yang baik pada masa menopause.
    Estrogen diketahui berperan melindungi wanita dari penyakit jantung dan stroke. Penghentian produksi hormon estrogen berdampak pada meningkatnya risiko penyakit ini. Pada awalnya (pada usia muda), wanita memiliki risiko yang lebih kecil untuk menderita penyakit kardiovaskular daripada pria. Namun, setelah masa menopause, risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular menjadi sama antara pria dan wanita. Hilangnya estrogen dipercaya sebagai salah satu penyebab utamanya.
    Peran pelindungan oleh estrogen dapat dijelaskan sebagai berikut. Kira-kira dua tahun sebelum masa menopause, produksi estrogen mulai menurun. Akibatnya adalah kadar LDL-cholesterol (kolesterol ‘jahat’) mulai meningkat, sementara kadar HDL-cholesterol (kolesterol ‘baik’) menurun. Kadar LDL-cholesterol tinggi dan kadar HDL-cholesterol rendah merupakan indikator meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

    sumber:http/www.masalah kesehatan pada menopause.com

  24. Devi Roselina

    Perempuan Lanjut Usia dan penyakit jantung

    Mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan guna melindungi perempuan dari penyakit jantung dan stroke bukanlah sesuatu yang berlebihan. Jumlah perempuan di Indonesia lebih banyak dibandingkan laki-laki. Apalagi dengan meningkatnya usia harapan hidup, jumlah perempuan usia lanjut (perula) juga mengalami peningkatan secara signifikan. Diperkirakan, 10 tahun ke depan jumlah perula sekitar 40 juta dan semua hampir mengalami masa menopause dan dampak ikutannya.

    Setiap perempuan pada usia 48 – 52 tahun akan memasuki masa menopause. Mengalami berakhirnya masa subur serta bebas dari menstruasi sebab fungsi indung telur alias ovarium menurun. Selanjutnya diikuti dengan berakhirnya pelepasan sel telur (ovum) dan ovarium pun enggan memproduksi hormon estrogen. Anjloknya produksi estrogen akan menyebabkan munculnya keluhan menopause, mulai dari berkeringat berlebihan karena terjadi hot flashes, menurunnya gairah seksual, cemas berlebihan, merasa kecapaian terus-menerus dan sulit berkonsentrasi.

    Hampir semua gejala-gejala psikologis ini mirip dengan penyakit jantung koroner (PJK) sehingga menyebabkan kaum perula mendapatkan pelayanan pengobatan PJK lebih lambat dibandingkan laki-laki. Padahal jika PJK tak ditangani secara baik bisa merambat pada gangguan fungsi otak alias stroke akibat tak lancar aliran darah ke otak.
    Data resmi berapa jumlah perula penderita PJK belum ada di Indonesia. Dari tahun ke tahun proporsi penyakit yang satu ini mengalami peningkatan sebagai penyebab kematian. Kematian akibat PJK pada tahun 1975, 1981, 1986 dan 1995 meningkat secara signifikan masing-masing 5,9 persen; 9,1 persen, 16 persen dan 19 persen. Data terkini menunjukkan PJK berada pada urutan pertama sebagai penyebab kematian di Indonesia. Dugaan ini diperkuat adanya hubungan membaiknya tingkat perekonomian dengan prevalensi PJK.

    Kolesterol
    Penduduk Jakarta dapat menjadi contoh kelompok masyarakat dengan tingkat perekonomian lebih baik dibandingkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia mengalami masalah dislipidemia terbesar dengan kadar total kolesterol rata-ratanya 229,47 mg persen. Sedangkan kadar total kolesterol rata-rata terendah adalah masyarakat Bali 212,81 mg persen.
    Peningkatan kadar total kolesterol dalam darah seseorang disebabkan pola makan dan gaya hidup yang banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan kolesterol dan lemak jenuh. Masuk akal jika penduduk Jakarta memiliki kadar total kolesterol rata-rata lebih tinggi sebab mereka lebih akrab dengan fast food yang sarat dengan makanan tinggi lemak dan kolesterol serta sedikit pergerakan fisik alias kurang berolahraga.
    Secara alamiah tubuh kita lewat fungsi hati membentuk kolesterol sekitar 1.000 mg setiap hari dari lemak jenuh. Selain itu, tubuh bisa dibanjiri kolesterol jika mengonsumsi makanan berbasis hewani, seperti daging merah, otak, jeroan, kuning telur, kulit daging ayam, mentega dan lain-lain.
    Kolesterol inilah yang menempel pada permukaan sebelah dalam dinding pembuluh darah, mirip karat yang makin menebal dalam alur pipa besi. Lambat laun dapat menimbulkan penyempitan dinding pembuluh darah atau aterosklerosis dan menjadi pemicu utama terjadinya penyakit jantung koroner. Bila di daerah pembuluh darah menuju ke otot jantung terhalang karena penumpukan (plaque) kolesterol terjadilah serangan jantung. Sementara bila yang tersumbat adalah pembuluh darah ke otak, terjadilah stroke yang kerap berakhir dengan kematian.

    Mengubah gaya hidup
    Dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran belakangan ini, pengobatan PJK sesungguhnya bisa dilakukan secara baik. Penyimpitan pembuluh darah koroner kini bisa diatasi dengan kateterisasi yang diikuti pembalonan dan pemasangan stent tanpa pembedahan. Namun yang menjadi persoalan adalah rendahnya kemampuan sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menanggung biaya pengobatan yang amat mahal itu.
    Seiring dengan itu, strategi yang harus diterapkan adalah mencegah PJK sejak usia dini dengan mengubah perilaku dari gaya hidup tidak sehat ke gaya hidup sehat guna mengurangi pasokan kolesterol dan lemak jenuh ke dalam tubuh.
    Gaya hidup sehat dengan melakukan pergerakan fisik lewat olahraga teratur atau kerja fisik yang lain selama 30 menit setiap hari dapat menjaga stamina dan kesehatan. Apabila pergerakan fisik ini diikuti dengan tidak merokok maka akan berpeluang lima kali lebih tinggi terhindar dari PJK dan stroke (Kusmana, 2002). Sebaliknya, perempuan perokok akan mendapat serangan jantung 19 tahun lebih muda daripada yang tidak merokok dan berisiko menderita PJK lebih tinggi daripada pria.
    Yang menarik lagi adalah risiko terkena PJK akan semakin tinggi pada perula yang memasuki masa menopause. Kadar kolesterol pada perempuan yang sudah berusia 55 tahun bisa lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Jadi, masa menopause menjadi usia kritis untuk terserang PJK sehingga pencegahannya harus dilakukan sebelum memasuki masa menopause.

    (Sumber : http://www.sinarharapan.co.id)

  25. NAMA : KHAIRUNNISA
    PRODI : DIV KEBIDANAN(A)
    NIM : 09D40084

    KIAT MENGHADAPI MENOPAUSE

    Kata “Menopause” berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “Men” yang berarti bulan dan “Pause/Pausis/Pauoo” yang berarti periode atau tanda berhenti. Dengan demikian maka kata Menopause berarti berhentinya masa menstruasi secara definitive yang secara linguistic lebih tepat disebut “Menocease”.
    Meski kata menopause hanya mengandung arti akhir masa menstruasi, walaupun demikian dalam penggunaan secara umum menopause mempunyai makna masa transisi atau masa peralihan. Fase ini disebut dengan periode Klimakterium (climacter = tahun perubahan, pergantian tahun yang berbahaya ).
    Periode Klimakterium ini disebut pula sebagai Periode kritis. Hal ini disebabkan karena keluarnya hormon dari ovarium (indung telur) berkurang, masa haid menjadi tidak teratur dan kemudian lenyap sama sekali. Perubahan-perubahan dalam sistem hormonal ini mempengaruhi segenap konstitusi psikosomatis (rohani dan jasmani), sehingga berlangsung proses kemunduran. Banyaknya perubahan dan kemunduran tersebut menimbulkan krisis dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan.
    Pada umumnya, menopause ini diawali dengan suatu fase pendahuluan atau fase preliminer, yang menandai suatu proses “pengakhiran”, maka muncullah tanda-tanda, antara lain :
    1. Menstruasi menjadi tidak lancar dan tidak teratur
    2. “kotoran” haid yang keluar banyak sekali, ataupun sangat sedikit
    3. Muncul gangguan-gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluh-pembuluh darah
    4. Merasa pusing disertai sakit kepala
    5. Berkeringat tiada hentinya
    6. Neuralgia atau gangguan/sakit syaraf
    Semua keluhan ini disebut fenomena klimakteris, sebagai akibat dari timbulnya modifikasi atau perubahan fungsi kelenjar-kelenjar.
    Di samping terjadi perubahan-perubahan fisik, terjadi pula pergeseran atau erosi dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. Pergeseran dan perubahan-perubahan ini mengakibatkan timbulnya suatu krisis dan memanifesrasikan diri dalam simptom-simptom psikologis antara lain : Depresi (kemurungan), Mudah tersinggung dan mudah marah, Mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung dan gelisah.
    Menopause adalah kondisi fisiologis pada wanita yang telah memasuki proses penuaan (aging) yang ditandai dengan menurunnya kadar hormon estrogen ovarium yang sangat berperan dalam hal sexualitas. Premenopause sering menimpa wanita yang berusia menjelang 40 tahun ke atas. Menurut Depkes (1993) dan Levina (2002), Menopause adalah perdarahan terakhir dari uterus yang masih dipengaruhi oleh hormone dari otak dan sel telur. Wanita yang mendekati menopause, produksi hormone ekstrogen, hormon progesterone dan hormone seks lainnya mulai menurun. Keadaan ini menyebabkan jarang terjadi ovulasi dan menstruasi tidak teratur, sedikit dengan jarak yang panjang.
    Menopause berhubungan dengan perubahan hormonal sehingga wanita mengalami perubahan status fisik dan emosional. Menurut Kuncoro, ketika terjadi menopause akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orang, meskipun demikian, dapatlah dikatakan bahwa gejala-gejala premenopause merupakan suatu gejala yang biasa disebut sindrom menopause. Yang meliputi; ketidak teraturan siklus haid, gejolak panas (Hot Flushes), keringat di malam hari (night sweat), kekeringan vagina (dryness vaginal), penurunan daya ingat, kurang tidur (insomnia), rasa cemas (depresi).
    Untuk mengatasi gejala-gejala menopause dan menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran pada saat memasuki masa menopause adalah dengan kenali gejala-gejalanya dan atasi dengan bijak seperti yang dikemukakan oleh Purwantyastuti, antara lain;
    1. Pada umumnya wanita mengalami gejala haid tidak teratur, ketidakteraturan ini disebabkan oleh keadaan hormon yang tidak seimbang yang dapat berupa siklus haid yang lebih pendek, jarak haid yang tidak teratur atau perdarahan yang banyak yang perlu diwaspadai karena ada kemungkinan merupakan pertanda adanya suatu yang tidak beres pada tubuh, misalnya adanya tumor, kanker atau jaringan fibroid yang sering muncul menjelang menopause. Segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak adanya kelainan.
    2. Munculnya gejala hot flushes dan berkeringat di malam hari dapat ditangani dengan menjalani hidup sehat dan bebas stress. Hidup sehat dengan makan, minum, istirahat dan olah raga yang cukup dan teratur. Bebas stress dilakukan dengan menjalani hidup penuh dengan ketenangan.
    3. Saat kadar estrogen menurun, maka elastisitas vagina berkurang dan mengering. Melakukan hubungan seks pun menjadi tidak nyaman, dan vagina mudah terluka dan iritasi. Untuk mengatasinya bukan berarti wanita sudah tidak dapat lagi berhubungan seks, justru melakukan hubungan seks dengan frekuensi yang cukup dapat menghilangkan ketidaknyamanan. Misalnya; menggunakan jeli saat berhubungan. Hindari pemakaian parfum, tissue, pembalut, sabun tertentu yang akan menambah kekeringan vagina.
    4. Menjalani hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan, minuman yang sehat, olah raga teratur serta istirahat yang cukup merupakan modal bagi masa menopause yang menyenangkan, perubahan menopause akan lebih cepat atau lambat dialami. Setiap orang tidak akan mengalami kecemasan jika melaksanakan pola hidup sehat dan mengetahui perubahan yang akan terjadi bagi seseorang yang mau menjalani pre dan post menopause. Oleh banyaknya kemajuan di bidang kedokteran, kelak kemudian hari orang bisa mengurangi kesulitan-kesulitan fisik dan psikis pada periode menopause dengan jalan memberikan “vitamin stimulans” tertentu, ataupun seorang dokter memberikan terapi dan pengobatan terhadap gejala-gejala yang ada. Namun untuk saat ini, tidak ada jalan lain terkecuali :
    1. Wanita setengah umur ini harus mau dan bisa menerima status keadaan dirinya pada saat itu yang mulai menjadi tua
    2. Akan sangat bijaksana, apabila wanita tersebut mampu melihat segi-segi positif kehidupannya dan mengapresiasikan nilai-nilai positof dari pengalaman hidupnya.

    SUMBER : http://luluvikar.wordpress.com/2008/12/03/kiat-menghadapi-menopause/

  26. Nurul Indriasari

    MENOPAUSE
    Menopause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi diatas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon Estrogen yang dihasilkan Ovarium (indung telur ). Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila siklus menstruasinya telah berhenti selama 12 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis.
    gejala-gejala menopause:
    Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan mengganggu pada setiap wanita usia menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), night sweat, jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi, dan mudah tersinggung.
    Akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis (tulang keropos), penyakit jantung koroner, stroke, dan pikun.
    tips untuk wanita tetap fit dan aktif di usia 40 an:
    • mengkonsumsi makanan seimbang yaitu makanan yang rendah lemak, makanan yang berkadar garam rendah dan mengandung sedikit gula, perbanyak sayuran, buah-buahan, vitamin dan mineral
    • olahraga secara teratur seperti jogging, berenang, naik sepeda, ataupun berdansa untuk mempertahankan kebugaran. Dengan berolahraga, dapat menyehatkan jantung dan tulang, mengatur berat badan, menyegarkan tubuh, dan dapat memperbaiki suasana hati
    • selalu berpikiran positif, melakukan aktivitas sosial dan tetap beribadah.
    Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita. Untuk mencegah berbagai keluhan yang mungkin terjadi di masa menopause yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, pengaturan menu makanan yang tepat sedini mungkin adalah salah satu jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Hal ini merupakan alternatif alamiah, yaitu dengan mengkonsumsi ekstra estrogen yang banyak terkandung pada sejumlah bahan pangan. Ada senyawa alamiah dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Senyawa tersebut disebut fitoestrogen.

    Bahan pangan yang kaya akan fitoestrogen adalah jenis kacang-kacangan terutama kacang kedelai, serta dapat ditemukan pada hampir semua jenis serealm sayuran, pepaya, dan tanaman lain yang kaya akan kalsium.

    Bahan pangan kaya fitoestrogen yang cocok digunakan untuk minuman segar antara lain :
    - Tahu sutera. Bahan yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang sangat lembut, seperti krim kental, dapat menjadi pengganti aneka produk dari daging sapi dan minyak hewani.
    - Susu Kedelai. Susu yang terbuat dari kacang kedelai ini kaya zat fitoetrogen, sangat fleksibel diolah menjadi dessert yang mengugah selera.
    - Dianjurkan pula mengkomsumsikan bengkuang, agar-agar rumput laut.

    SIAPKAN DIRI SEBELUM MENOPAUSE DATANG
    Menopause adalah hal alami yang terjadi pada setiap wanita. Toh, tak semua wanita tahu risiko dan cara sehat untuk menghadapi datangnya menopause tersebut. Padahal, seandainya mereka tahu dan menyiapkan diri, masa menopause bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti.

    MUNCUL PADA WANITA PERKOTAAN
    Ada dua macam kelompok wanita. Pertama, kelompok wanita yang cepat puas lantaran setelah berusia 50-an, dia merasa tugas rumah tangganya sudah selesai. Saat menopause datang, dia menjalani apa adanya lantaran cukup puas dengan keadaan. Kelompok kedua, wanita yang tak gampang puas. Pasalnya, setelah menopause datang pun, dia masih berusaha menjaga pola makan, mengurangi lemak di tubuhnya dan tidak merokok. Nah, Anda termasuk kelompok yang mana?
    Menurut Dr. Robert Hutabarat, Sp.OG, ginekolog dari Rumah Sakit Sumber Waras dalam sebuah seminar tentang menopause beberapa waktu lalu, pembagian kelompok berdasarkan dua sikap di atas cukup menentukan kesehatan wanita tersebut untuk masa selanjutnya. Menopause yang dialami pada usia 50-an memang hal alami yang akan dilalui setiap wanita yang berhasil mencapai usia tersebut.
    Gejala utamanya adalah berhentinya haid, yang bisa terjadi secara langsung atau mengalami haid dalam jumlah banyak lebih dulu, baru berhenti total. Gejala lainnya adalah merasa diri tua, takut, gelisah, mudah marah, sering sakit kepala, mudah nyeri kepala dan otot pinggang, ujar Dr. Supriyadi H.R, Sp.OG pada seminar yang sama.
    Hilangnya rasa percaya diri, menurut Supriyadi, juga bisa jadi salah satu gejala lantaran dia merasa sudah tua, sementara anak-anaknya sudah dewasa. Sehingga, dia merasa tidak dibutuhkan lagi. Akibatnya, sadar atau tidak, sebagian wanita yang mengalami menopause berubah jadi cerewet untuk menarik perhatian anggota keluarga lainnya. Gejala menopause seperti ini, menurut Supriyadi, biasanya tidak muncul pada orang desa, melainkan pada wanita perkotaan yang punya beban pikiran lebih banyak.

    ESTROGEN PALING BERPENGARUH
    Setelah menopause terjadi, bukan berarti kondisi tubuh, terutama fisik, aman-aman saja. Pasalnya, menopause yang berarti berhentinya haid secara alami akan diikuti oleh beberapa kondisi, antara lain penyakit dan kondisi psikis yang labil. Pada saat menopause datang, hormon estrogen bersama tiga hormon reproduksi lain akan berhenti diproduksi oleh tubuh.
    Namun, yang paling berpengaruh secara klinis terhadap tubuh adalah hilangnya hormon estrogen, karena hormon ini bertugas merangsang pembentukan jaringan kolagen yang lentur. Estrogen juga penting untuk pembentukan tulang, ujar Robert. Estrogen, tambahnya, juga mempengaruhi kolesterol dalam darah.
    Dengan estrogen, kolesterol yang baik (HDL) yang mencegah terjadinya pengendapan di pembuluh darah koroner akan meningkat. Sebaliknya, kolesterol jahat (LDL) menurun. Namun, pada saat atau bahkan sebelum menopause berlangsung, yang terjadi adalah sebaliknya, lantaran estrogen tak lagi diproduksi tubuh.
    Bahkan, keadaan itu masih ditambah lagi dengan naiknya trigliserida, tekanan darah dan terjadinya gangguan metabolisme darah, yang akhirnya akan terjadi gangguan aktivitas. Salah satu akibatnya, vagina mengkerut dan produksi lendirnya berkurang. Itu sebabnya, vagina jadi kering dan muncul rasa perih saat bersenggama.

  27. Nurul Indriasari

    NAMA : NURUL INDRIASARI
    NIM :09D4OO97
    PRODI : DIV KEBIDANAN A

    MENOPAUSE
    Menopause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi diatas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon Estrogen yang dihasilkan Ovarium (indung telur ). Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila siklus menstruasinya telah berhenti selama 12 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis.

    gejala-gejala menopause:
    Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan mengganggu pada setiap wanita usia menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), night sweat, jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi, dan mudah tersinggung.
    Akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis (tulang keropos), penyakit jantung koroner, stroke, dan pikun.

    tips untuk wanita tetap fit dan aktif di usia 40 an:
    • mengkonsumsi makanan seimbang yaitu makanan yang rendah lemak, makanan yang berkadar garam rendah dan mengandung sedikit gula, perbanyak sayuran, buah-buahan, vitamin dan mineral
    • olahraga secara teratur seperti jogging, berenang, naik sepeda, ataupun berdansa untuk mempertahankan kebugaran. Dengan berolahraga, dapat menyehatkan jantung dan tulang, mengatur berat badan, menyegarkan tubuh, dan dapat memperbaiki suasana hati
    • selalu berpikiran positif, melakukan aktivitas sosial dan tetap beribadah.

    Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita. Untuk mencegah berbagai keluhan yang mungkin terjadi di masa menopause yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, pengaturan menu makanan yang tepat sedini mungkin adalah salah satu jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Hal ini merupakan alternatif alamiah, yaitu dengan mengkonsumsi ekstra estrogen yang banyak terkandung pada sejumlah bahan pangan. Ada senyawa alamiah dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Senyawa tersebut disebut fitoestrogen.

    Bahan pangan yang kaya akan fitoestrogen adalah jenis kacang-kacangan terutama kacang kedelai, serta dapat ditemukan pada hampir semua jenis serealm sayuran, pepaya, dan tanaman lain yang kaya akan kalsium.

    Bahan pangan kaya fitoestrogen yang cocok digunakan untuk minuman segar antara lain :
    - Tahu sutera. Bahan yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang sangat lembut, seperti krim kental, dapat menjadi pengganti aneka produk dari daging sapi dan minyak hewani.
    - Susu Kedelai. Susu yang terbuat dari kacang kedelai ini kaya zat fitoetrogen, sangat fleksibel diolah menjadi dessert yang mengugah selera.
    - Dianjurkan pula mengkomsumsikan bengkuang, agar-agar rumput laut.

    SIAPKAN DIRI SEBELUM MENOPAUSE DATANG
    Menopause adalah hal alami yang terjadi pada setiap wanita. Toh, tak semua wanita tahu risiko dan cara sehat untuk menghadapi datangnya menopause tersebut. Padahal, seandainya mereka tahu dan menyiapkan diri, masa menopause bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti.

    MUNCUL PADA WANITA PERKOTAAN
    Ada dua macam kelompok wanita. Pertama, kelompok wanita yang cepat puas lantaran setelah berusia 50-an, dia merasa tugas rumah tangganya sudah selesai. Saat menopause datang, dia menjalani apa adanya lantaran cukup puas dengan keadaan. Kelompok kedua, wanita yang tak gampang puas. Pasalnya, setelah menopause datang pun, dia masih berusaha menjaga pola makan, mengurangi lemak di tubuhnya dan tidak merokok. Nah, Anda termasuk kelompok yang mana?
    Menurut Dr. Robert Hutabarat, Sp.OG, ginekolog dari Rumah Sakit Sumber Waras dalam sebuah seminar tentang menopause beberapa waktu lalu, pembagian kelompok berdasarkan dua sikap di atas cukup menentukan kesehatan wanita tersebut untuk masa selanjutnya. Menopause yang dialami pada usia 50-an memang hal alami yang akan dilalui setiap wanita yang berhasil mencapai usia tersebut.
    Gejala utamanya adalah berhentinya haid, yang bisa terjadi secara langsung atau mengalami haid dalam jumlah banyak lebih dulu, baru berhenti total. Gejala lainnya adalah merasa diri tua, takut, gelisah, mudah marah, sering sakit kepala, mudah nyeri kepala dan otot pinggang, ujar Dr. Supriyadi H.R, Sp.OG pada seminar yang sama.
    Hilangnya rasa percaya diri, menurut Supriyadi, juga bisa jadi salah satu gejala lantaran dia merasa sudah tua, sementara anak-anaknya sudah dewasa. Sehingga, dia merasa tidak dibutuhkan lagi. Akibatnya, sadar atau tidak, sebagian wanita yang mengalami menopause berubah jadi cerewet untuk menarik perhatian anggota keluarga lainnya. Gejala menopause seperti ini, menurut Supriyadi, biasanya tidak muncul pada orang desa, melainkan pada wanita perkotaan yang punya beban pikiran lebih banyak.

    ESTROGEN PALING BERPENGARUH
    Setelah menopause terjadi, bukan berarti kondisi tubuh, terutama fisik, aman-aman saja. Pasalnya, menopause yang berarti berhentinya haid secara alami akan diikuti oleh beberapa kondisi, antara lain penyakit dan kondisi psikis yang labil. Pada saat menopause datang, hormon estrogen bersama tiga hormon reproduksi lain akan berhenti diproduksi oleh tubuh.
    Namun, yang paling berpengaruh secara klinis terhadap tubuh adalah hilangnya hormon estrogen, karena hormon ini bertugas merangsang pembentukan jaringan kolagen yang lentur. Estrogen juga penting untuk pembentukan tulang, ujar Robert. Estrogen, tambahnya, juga mempengaruhi kolesterol dalam darah.
    Dengan estrogen, kolesterol yang baik (HDL) yang mencegah terjadinya pengendapan di pembuluh darah koroner akan meningkat. Sebaliknya, kolesterol jahat (LDL) menurun. Namun, pada saat atau bahkan sebelum menopause berlangsung, yang terjadi adalah sebaliknya, lantaran estrogen tak lagi diproduksi tubuh.
    Bahkan, keadaan itu masih ditambah lagi dengan naiknya trigliserida, tekanan darah dan terjadinya gangguan metabolisme darah, yang akhirnya akan terjadi gangguan aktivitas. Salah satu akibatnya, vagina mengkerut dan produksi lendirnya berkurang. Itu sebabnya, vagina jadi kering dan muncul rasa perih saat bersenggama.

    SUMBER :
    http://www.google.co.id/#q=gizi+untuk+memperlambat+menopaouse&hl=id&sa=2&fp=e5abe6de04a94c8a

  28. Natalia Erlina Yuni (Bidan A)

    RESIKO STROKE DAN PENYAKIT JANTUNG PEREMPUAN MENOPAUSE
    Perempuan memiliki kedudukan yang penting dalam keluarga. “Kamu harus mengakui kedudukan pria sebagai kepala keluarga. Tapi jangan lupa, bila pria adalah kepala, maka perempuan adalah lehernya. Leherlah yang mengatur kepala ke mana berputar dan menoleh,” nasehat seorang ibu saat pernikahan putrinya di film komedi My Big Fat Greek Wedding. Artinya, kaum perempuan berperan besar bagi masa depan keluarga.

    Sebagai seorang ibu, perempuan memberikan andil yang besar bagi perlindungan dan kebahagiaan keluarganya. Karena itulah, sudah sepantasnya jika kaum perempuan berusaha semaksimal mungkin menjaga kesehatan mereka agar terhindar dari penyakit yang berbahaya atau mematikan seperti penyakit jantung dan stroke (pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah pada otak sehingga otak kekurangan pasokan darah).

    Seperti diketahui, jantung dan otak merupakan dua organ penting dalam tubuh. Sebagai “pompa darah”, jantung berperan memompakan darah bersih (mengandung oksigen dan zat-zat gizi) ke seluruh tubuh dan memompakan darah kotor (mengandung sisa-sisa pembakaran) untuk dibersihkan di paru-paru. Sedangkan otak (beratnya sekitar 1,3 kg) dapat diibaratkan sebagai “pusat kendali” yang mengatur semua tindakan kita.

    Ada anggapan bahwa penyakit jantung (terutama penyakit jantung koroner) dan stroke adalah penyakitnya kaum laki-laki. Padahal, pada masa menopause (mulai usia 40 – 55 tahun), risiko perempuan terkena penyakit jantung dan stroke adalah sama dengan laki-laki. Menurut Ginsburg (1991), penyebab utama kematian dan kesakitan pada perempuan menopause adalah kelainan kardiovaskuler (penyakit jantung), kemudian diikuti dengan patah tulang, kanker payudara, dan kanker endometrium.

    Sebelum memasuki usia menopause, memang kaum perempuan mempunyai “pelindung alami” terhadap penyakit jantung dan stroke, yaitu estrogen. Hormon estrogen ini berperan dalam menjaga tingkat kolesterol darah, yaitu menjaga HDL (high density lipoprotein) alias “kolesterol baik” agar tetap tinggi dan LDL (low-density lipoprotein) alias “kolesterol jahat” tetap rendah. Seperti diketahui, jika LDL berlebih akan dioksidasi dan disimpan pada bagian dalam pembuluh darah arteri, termasuk arteri koroner, yang bisa menghambat pasokan darah ke otot jantung sehingga jantung kekurangan pasokan oksigen. HDL berfungsi untuk membersihkan plak-plak LDL yang mengendap di arteri koroner, sehingga jantung terhindar dari penyakit jantung koroner, salah satu penyakit jantung yang ditakuti karena dapat menimbulkan serangan jantung.

    Estrogen juga mengurangi risiko bekuan darah. Penggumpalan darah terjadi antara lain karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi (mengandung asam lemak jenuh tinggi), kurang berolahraga, obesitas, dan stres. Akibatnya, pembuluh darah tersumbat sehingga aliran darah terhambat. Kalau gumpalan darah tadi menyumbat pembuluh darah di otak, bisa mencetuskan stroke. Bahkan, penyumbatan ini bisa menyebabkan pembuluh darah otak pecah sehingga terjadi pendarahan otak.

    Penyakit stroke ini bisa menyebabkan otak kekurangan pasokan darah, sehingga sel-sel organ penting ini bisa mati. Sebab, otak kekurangan pasokan oksigen dan zat-zat gizi yang diangkut oleh darah. Jika kematian sel-sel di otak ini permanen, maka akan menimbulkan cacat seperti gangguan penglihatan, gangguan bicara, kelumpuhan, penurunan kemampuan kognitif, sampai kehilangan memori (kehilangan daya ingat).

    Karena itulah, sebaiknya sejak dini kaum perempuan perlu menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap dan seimbang yang mengandung unsur-unsur gizi penting seperti protein, karbohidrat, asam lemak tak jenuh, serta berbagai macam vitamin dan mineral. Sebab, kalau sudah memasuki masa menopause, produksi estrogen menjadi anjlok, sehingga mereka sudah kehilangan “pelindung alami” terhadap penyakit jantung koroner dan stroke. Padahal, dengan semakin tingginya umur harapan hidup kaum perempuan, semakin banyak perempuan yang masih menjalani hidup pada masa menopause atau setelah menopause. Tentunya mereka ingin hidup yang berkualitas tanpa terkena penyakit yang berbahaya.

    Asam lemak tak jenuh seperti Omega 3, Omega 6, dan Omega 9 merupakan zat gizi penting untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit jantung koroner dan stroke. Omega 3, yang antara lain terdapat pada ikan salem dan kacang-kacangan, dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL dalam darah. Omega 6 juga dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL dalam darah, tapi sayangnya asam lemak tak jenuh yang antara lain terdapat pada sayuran dan minyak goreng ini juga bisa mencetuskan bekuan darah. Padahal, bekuan darah ini bisa memicu stroke.

    Sedangkan Omega 9 alias Oleat, selain dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan meningkatkan HDL, tapi juga dapat menurunkan tekanan darah (salah satu pencetus stroke). Selain itu, asam lemak tak jenuh yang antara lain terdapat pada daging hewan, hasil metabolisme tubuh, dan minyak goreng dari kelapa sawit ini, tidak mempengaruhi pengenceran maupun pembekuan darah. Jadi, mengonsumsi asam lemak tak jenuh, merupakan salah satu cara menghindari penyakit jantung dan stroke.

    Perempuan sehat adalah masa depan keluarga. Meski sebelum usia menopause kaum perempuan mempunyai “pelindung alami” terhadap penyakit jantung dan stroke, ada baiknya sejak dini mereka menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi gizi lengkap dan seimbang. Apalagi pada usia menopause. Dengan demikian, pada usia menopause, diharapkan mereka bisa terhindar dari penyakit jantung dan stroke. Bukankah sebagai ibu, kaum perempuan memang dibutuhkan dalam memberikan perlindungan dan kebahagiaan terhadap suami, anak-anak, dan cucu-cucu mereka.

  29. Nama : Mirawati
    Nim : 09d40135
    Prodi : D4 Bidan Klinik dan Pendidik (Bidan B)
    Tugas : Gizi dalam kespro (tentang menopause)
    Sumber: Jurnal “Tindakan bedah mulut pada pasien menopause” oleh “Dewi Andriani”

    Menopause merupakan fase terakhir, dimana seorang wanita tidak mengalami menstruasi lagi. Secara fisiologis penyebabnya karena adanya penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron yang di sebabkan penuaan ovarium. Adanya penurunan hormon estrogen, dapat menyebabkan perubahan di rongga mulut, antara lain :
    • Rasa terbakar di mulut
    • Menurunnya sensitivitas rasa
    • Penurunan fungsi kelenjar saliva
    • Hilangnya gigi
    • Osteoporosis pada tulang rahang

    Tindakan bedah mulut pada pasien menopause

    • Tindakan komprehensif terhadap perawatan kesehatan pasien menopause
     Pendekatan fisik
    Bimbingan mengenai kebersihan tubuh, kebersihan mulut dan gigi, cara meminum obat.
     Pendekatan psikis
    Menerima berbagai keluhan pasien, menampung rahasia pribadi dan menjadi sahabat pasien agar pasien tidak merasa putus asa dan rendah diri.
    • Tindakan anastesi dan bedah mulut
     Harus di periksa keadaan fisik dan emosinya juga di teliti apakah ada penyakit yang di derita pasien, misalnya penyakit jantung, hipertensi, osteoporosis, karena akan sangat berpengaruh pada tindakan yang akan di lakukan, misalnya memberi obat suntikan atau mencabut gigi pada pasien menopause.
    • Pasca bedah
     Dalam pemberian obat harus hati-hati, hendaknya dari dosis yang paling rendah.

  30. Rafikatul Huda

    Nama : Rafikatul Huda
    Prodi : DIV Kebidanan
    Kelas : Bidan B

    Gizi yang Dibutuhkan Wanita Menopause
    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.
    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.
    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani).
    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.
    Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur, diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan kita dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik dan sehat.

  31. Rafikatul Huda

    Nama : Rafikatul Huda
    Prodi : DIV Kebidanan
    N I M : 09D40139
    Kelas : Bidan B

    Gizi yang Dibutuhkan Wanita Menopause
    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.
    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.
    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani).
    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.
    Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur, diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan kita dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik dan sehat.

  32. Gusti Ayu Utami (Bidan A)

    Nama : Gusti Ayu Utami
    NIM : 09D40080
    Prodi : DIV Bidan Pendidik (A)

    GIZI YANG DIBUTUHKAN WANITA MENOPAUSE

    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.
    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.
    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani)

    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.

    Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur, diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan Anda dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik dan sehat.

    Nutrisi yang baik harus dari bahan-bahan pengganti berupa asupan makanan yang tepat. Dari kebutuhan nutrisi khusus ini muncullah istilah feminist food.

    Feminist food yang dimaksud antara lain:

    * Bahan pangan sumber vitamin A dan betakaroten:
    - Sayuran berdaun hijau (kangkung, daun kacang panjang, daun pepaya).
    - Sayuran dan buah berwarna jingga (labu kuning, ubi merah, tomat, wortel, cantaloupe, aprikot, blewah, semangka, mangga).

    * Bahan pangan sumber vitamin C:
    - Buah-buahan segar (jambu biji, aneka jeruk, ceri, stroberi, rambutan, pepaya, kiwi, mangga dan sebagainya).
    - Sayur-sayuran (paprika, sayuran daun berwarna hijau, paprika merah dan hijau, brokoli, kol merah atau putih, tomat).

    * Bahan pangan sumber vitamin E:
    - Biji-bijian (biji bunga matahari, wijen).
    - Kacang-kacangan (almond, kacang tanah, kacang mete, pine nut, hazelnut).
    - Polong-polongan (kacang hijau, kacang merah, buncis, kecipir, kacang panjang).
    - Minyak wijen, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak kedelai.
    * Bahan pangan sumber mineral (kalsium, zink, selenium, magnesium).
    - Sumber kalsium (susu, ikan).
    - Sumber zink: jahe, susu, kuning telur, hati, daging tanpa lemak, ayam, tiram, beras merah. – Sumber selenium: hasil laut, kuning telur, beras merah, havermut.
    - Sumber magnesium: seafood (tiram, kerang, udang, cumi-cumi), susu, kuning telur, hati, kacang mete, kacang tanah, sayuran daun berwarna hijau, brokoli seledri, apel, alpukat, beras merah.

    * Sumber fitoestrogen. Contohnya kedelai dan olahan kedelai (tahu, tempe, miso, susu kedelai, soyghurt atau yoghurt dari susu kedelai).

    * Serealia (beras dan gandum) yang mengandung atau diperkaya asam folat. Namun serealia tidak cocok bagi orang yang harus berpantang gluten.

    Singkatnya, feminist food atau feminine food adalah istilah yang dipakai untuk kelompok makanan yang lebih banyak dibutuhkan oleh perempuan. Istilah ini mulai menjadi tren di tahun 2005 ketika sejumlah pencinta kuliner dan ahli gizi di negara Barat menyadari bahwa wanita karena tugas-tugas yang disebutkan di atas membutuhkan nutrisi lebih dengan kandungan-kandungan khusus.

    Kini, gerakan feminist food tambah maju lagi dengan munculnya produk-produk makanan olahan yang diberi label Feminine Food. Industri pengolahan pangan pun mulai memproduksi makanan dengan target pasar khusus wanita. Beberapa produk yang sering diberi label Feminine Food adalah produk minuman susu kedelai, sereal yang diperkaya (difortifikasi) dengan asam folat, dan jus buah yang diberi tambahan kalsium.

    Kekurangan gizi dalam makanan feminist food dapat memicu timbulnya beberapa gangguan kesehatan khas perempuan, seperti masalah kehamilan, menopause dini, gangguan menstruasi, kulit cepat keriput, kanker payudara, kanker rahim, dan osteoporosis.

    KANDUNGAN FEMINIST FOOD

    * Vitamin A: menjaga elastisitas jaringan kulit (termasuk vagina), merawat kecantikan kulit dan rambut, mengurangi risiko terkena kanker payudara, antipenuaan, mencegah jerawat, kulit keriput dan kerusakan kulit akibat sengatan sinar matahari.

    * Vitamin C: sebagai antioksidan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi dan peradangan, mencegah kanker, mempercepat penyembuhan.

    * Vitamin E: berperan sebagai antioksidan (penangkal sel kanker dan penyakit jantung), meningkatkan kesuburan (fertilitas), bertugas menjaga keremajaan dan kecantikan kulit, meringankan gejala PMS, menjaga kesehatan sistem saraf, mengurangi risiko terkena tumor payudara, meringankan gejala menopause karena terjadi penurunan produksi hormon esterogen.

    * Mineral (zink, selenium, magnesium): menjaga kesehatan organ reproduksi, meningkatkan kesuburan, sangat dibutuhkan oleh wanita hamil dan menyusui.

    * Fitoestrogen: yang dimaksud dengan fitoestrogen yaitu sejenis hormon yang terdapat dalam tumbuhan dan mirip hormon wanita sehingga jika dikonsumsi bisa membantu mengatasi penurunan produksi hormon pada wanita yang mengalami menopause.

    Sumber :
    http://www.enformasi.com/2010/05/nutrisi-yang-bagus-bagi-perempuan.html dan http://ogrg.lib.itb.ac.id/forum/viewtopic.php?id=1651

  33. Faulina Anjar Puspita

    NAMA : SITI ANITA (KELAS A)
    NIM : 09D40105
    PRIODI : DIV BIDAM PENDIDIK DAN KLINIK

    Wanita Merokok, Mempercepat Menopause

    Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia.
    “Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok,” kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
    Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
    Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
    Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
    Sebanyak 25% adalah perokok saat ini, 28,7% adalah mantan perokok dan 35,2% dilaporkan perokok pasif saat ini. Perokok saat ini adalah 59% lebih mungkin untuk memasuki menopause sebelum usia 45 tahun, sedangkan menopause dini hampir dua kali lebih umum di kalangan perempuan yang merokok paling banyak.
    Namun perempuan yang telah berhenti merokok setidaknya satu dasawarsa
    sebelum menopause adalah 87% lebih mungkin dibandingkan dengan rekan sebaya mereka yang saat ini merokok dan telah memasuki masa menopause dini.
    Dibandingkan dengan perempuan yang menikah, para janda juga menghadapi peningkatan resikomenopause dini, seperti juga perempuan yang mengatakan kondisi kesehatan mereka buruk. Perempuan yang lebih berpendidikan kurang mungkin untuk memasuki menopause dini, tapi mereka juga kurang mungkin menjadi perokok.
    Keterlibatan pada kegiatan sosial juga mengurangi resiko menopause dini. Para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau alkohol atau perokok pasif dengan resiko menopausedini.
    “Lebih cepat seorang perempuan berhenti merokok,” kata Mikkelsen dan timnya, “Lebih banyak perlindungan yang ia dapatkan sehubungan dengan datangnya menopause dini.”
    sumber: artikel (KapanLagi.com)

  34. Faulina Anjar Puspita

    Nama : Faulina Anjar Puspita
    Nim : 09d40075
    Prodi : D4 Bidan Klinik dan Pendidik
    Menghadapi Menopause dengan Jus Pepaya
    Gizi.net – Hari Rabu (17/10) lalu, International Menopause Society menetapkan hari itu sebagai Hari Menopause Sedunia, atau World Menopause Day.

    Bila tiap tanggal 18 Oktober ditetapkan sebagai hari khusus bagi perempuan yang menghadapi masalah akibat habisnya hormon estrogen dalam tubuhnya, jelas masyarakat internasional tidak bermaksud mengajak para perempuan berumur untuk bersedih hati.

    Sebaliknya-sebagaimana dijelaskan pengurus Perkumpulan Menaopause Indonesia (Permin) Cabang DI Yogyakarta, Rabu, di Yogyakarta—tujuan penetapan hari itu ada dua. Yang pertama, hendak menyosialisasikan apa sebenarnya proses menopause, dan kedua bagaimana kiat tetap bahagia menghadapi menopause yang secara alamiah biasanya memang diikuti dengan berbagai penurunan fungsi fisik perempuan.

    Prof dr Mochamad Anwar Mmed St SpOG, Ketua Permin DIY menjelaskan, di muka bumi ini menurut perhitungan para ilmuwan pada tahun 2030 mendatang diperkirakan jumlah perempuan yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2 milyar orang. Itu artinya sebanyak 1,2 milyar perempuan akan memasuki usia lebih 50 tahun, dan angka itu merupakan tiga kali lipat angka sensus tahun 1990 tentang jumlah perempuan menopause.

    Khusus di Indonesia, menurut dr Zein Alkaff SpOG, Ketua Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP Dr Sardjito, perempuan yang memasuki masa menopause—ditandai dengan berhentinya menstruasi dan secara umum terjadi setelah usia 51 tahun—jumlahnya mencapai sekitar 15 juta orang.

    Sedikit guyon, tapi hendaknya jangan dmasukkan kehati, Dr Mohammad Anwar mengemukakan, “Doa kita agar kita diberi umur panjang memang dikabulkan. Tetapi ya akibatnya banyak perempuan memasuki masa menopause. Dan memasuki masa menopause, bukanlah tanpa risiko,” ujar Prof Anwar, ahli ginekologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Masa menopause, jika tidak ditangani dengan baik, memang akan menimbulkan problem. Risiko yang dimaksud, menurut dr Zein Alkaff, ada tiga besar yaitu terkena serangan jantung (cardio vasculer), kedua terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis), dan ketiga adalah gejala pikun (alzehimer).

    “Apa yang terjadi pada perempuan setelah usia 51 tahun? Mulai usia 45 tahun, perempuan sebenarnya sudah mulai memasuki masa peralihan dan ditandai dengan gejala pusing, terasa tertusuk-tusuk di bahu dan leher, linu-linu di sekujur badan, dan mudah marah. Maka pertempuan usia seperti itu biasanya lalu cerewet. Makanya tidak ada kakek cerewet, tetapi nenek cerewet yang ad
    a,” ujar dr Zein Alkaff serius.

    Gejala dan tanda-tanda pada masa perimenopause (perpindahan) antara lain berupa gejolak panas (hot flushes),pusing, siklus haid tidak teratur dan pembawaan sifat pelupa, perasaan tegang disertai nyeri otot dan sendi. Demikian pula perasaan mudah tersinggung dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, depresi dengan sakit kepala/migrain, kurang percaya diri/dispareunia, susah tidur, dan adanya atrofi vagina dan kering, mudah lelah, kurang tenaga disertai gatal daerah labia, napas pendek, keputihan, gelisah, dan kandung kemih disuria.

    Mengapa demikian? Inilah hal alamiah, tetapi sering tidak dipahami perempuan menjalani masa menopause, dan termasuk para suami yang mendampingi mereka. Akibatnya mudah diduga: Rumah tangga gampang goyah, sementara kehidupan romance Suami- isteri juga merosot.

    Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.

    Menopause adalah istilah yang digunakan untuk perempuan. Andropause adalah istilah yang digunakan bagi kaum ppria. Menopause adalah masa di mana indung telur perempun tidak mengeluarkan telur lagi. Itu berarti fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin menurun fungsinya. Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit dan folikel primordial pada indung telur sehingga berakibat berhentinya produksi estrogen.

    Hal ini berbeda dari kondisi pria yaitu testis (buah zakar) pada usia berapa pun tetap berfungsi sebagai hormonal meski fungsi pertama ini mengalami penurunan, dan alat reproduksi tetap efektif.

    Maka bila artis Christine Hakim kita tonton di televisi menawarkan iklan susu penambah zat kapur, iklan tentang zat kalsium tersebut memang menggambarkan kenyataan “ancaman” alamiah yang dihadapi perempuan.

    Dokter Hasto Wardoyo SpOG dan Dr Ova Emilia SpOG menambahkan, pada usia 45 tahun itulah perempuan dianjurkan mengonsumsi obat hormonal maupun melakukan terapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hormon estrogen. Di Indonesia banyak makanan dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan yaitu tempe, pepaya, bengkuang, dan buah terong yang biasanya digunakan untuk sayuran.

    Suplementasi estrogen melalui obat diperlukan bagi perempuan menopause yang mengalami gangguan serius. Dianjurkan, langkah preventif sejak usia 45 dilakukan daripada cara pengobatan dengan mengeluarkan bulanan antara Rp 80.000-Rp 100.000 untuk satu strip obat berisi 30 butir.

    “Ada proses yang pasti terjadi pada perempuan yaitu proses osteoporosis. Secara umum, perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara 40-60 persen, lebih besar dibanding pria. Oleh sebab itu mengbnsumsi kalsium penting sekali pada usia setengah baya,” papar dr Hasto Wardoyo.

    Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia 51 tahun, selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon perempuan itu. (nar/hrd)

    Sumber : Kompas, Minggu, 21 Oktober 2001

  35. Melly Susanti

    NAMA : SITI ANITA (KELAS A)
    NIM : 09D40105
    PRIODI : DIV BIDAM PENDIDIK DAN KLINIK

    Wanita Merokok, Mempercepat Menopause

    Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia.
    “Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok,” kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
    Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
    Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
    Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
    Sebanyak 25% adalah perokok saat ini, 28,7% adalah mantan perokok dan 35,2% dilaporkan perokok pasif saat ini. Perokok saat ini adalah 59% lebih mungkin untuk memasuki menopause sebelum usia 45 tahun, sedangkan menopause dini hampir dua kali lebih umum di kalangan perempuan yang merokok paling banyak.
    Namun perempuan yang telah berhenti merokok setidaknya satu dasawarsa
    sebelum menopause adalah 87% lebih mungkin dibandingkan dengan rekan sebaya mereka yang saat ini merokok dan telah memasuki masa menopause dini.
    Dibandingkan dengan perempuan yang menikah, para janda juga menghadapi peningkatan resikomenopause dini, seperti juga perempuan yang mengatakan kondisi kesehatan mereka buruk. Perempuan yang lebih berpendidikan kurang mungkin untuk memasuki menopause dini, tapi mereka juga kurang mungkin menjadi perokok.
    Keterlibatan pada kegiatan sosial juga mengurangi resiko menopause dini. Para peneliti tersebut tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi atau alkohol atau perokok pasif dengan resiko menopausedini.
    “Lebih cepat seorang perempuan berhenti merokok,” kata Mikkelsen dan timnya, “Lebih banyak perlindungan yang ia dapatkan sehubungan dengan datangnya menopause dini.”
    sumber: artikel (KapanLagi.com)

  36. nama:jubaidah
    nim:09D40124
    prodi:DIV bidan klinik dan pendidik
    bidan :B
    Gizi pada menopause
    judul:penyebab dan gejala gizi menopause

    gejala-gejala menopause
    Turunnya fungsi ovarium (sel telur) mengakibatkan hormon terutama estrogen dan progesteron sangat berkurang di dalam tubuh kita. Kekurangan hormon estrogen ini menyebabkan keluhan-keluhan:
    Keluhan vasomotorik
    • Gejolak panas (hot flashes)
    • Vertigo
    • Keringat banyak
    Keluhan Konstitusional
    • Berdebar-debar
    • Migrain
    • Nyeri otot, nyeri pinggang
    • Mudah tersinggung
    Keluhan Psikiastenik dan neurotik
    • Merasa tertekan
    • Lelah psikis, lelah somatik
    • Susah tidur
    • Merasa ketakutan
    • Konflik keluarga , gangguan di tempat kerja
    Keluhan lain – lain
    • Sakit waktu bersetubuh
    • Gangguan haid
    • Keputihan, gatal pada vagina
    • Susah kencing
    • Libido menurun
    • Keropos tulang (osteoporosis)
    • Gangguan sirkulasi (miocard infark)
    • Kenaikkan kolesterol , adepositas (kegemukan –gangguan metabolisme KH)
    Keluhan-keluhan diatas tidak sama pada semua wanita. Hal ini disebabkan efek biologik di jaringan hormon estrogen melalui reseptor estrogen yang di dalam tubuh didapat reseptor estrogen alpha dan beta. Jumlah reseptor estrogen alpha dan beta yang tidak sama pada setiap wanita dan adanya reaksi individual akibat rendahnya estrogen menyebabkan gejala menopause yang berbeda. Umumnya gejolak panas, susah tidur, gelisah, lekas marah, pelupa, nyeri tulang belakang dirasakan pada hampir sebagian besar wanita menopause.
    Akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis (tulang keropos), penyakit jantung koroner, stroke, dan pikun.
    Kalau kondisi ini dibiarkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup wanita.
    Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Gejala-Gejala Menopause
    Faktor Psikis
    Perubahan-perubahan psikologis maupun fisik ini berhubungan dengan kadar estrogen , gejala yang menonjol adalah berkurangnya tenaga dan gairah, berkurangnya konsentrasi dan kemampuan akademik, timbulnya perubahan emosi seperti mudah tersinggung, susah tidur, rasa kekurangan, rasa kesunyian, ketakutan keganasan, tidak sabar lagi dll. Perubahan psikis ini berbeda-beda tergantung dari kemampuan si wanita untuk menyesuaikan diri.
    Sosial ekonomi
    Keadaan sosial ekonomi mempengaruhi faktor fisik, kesehatan dan pendidikan. Apabila faktor-faktor di atas cukup baik, akan mengurangi beban fisiologis, psikologis. Kesehatan akan faktor klimakterium sebagai faktor fisiologis.
    Budaya dan lingkungan
    Pengaruh budaya dan lingkungan sudah dibuktikan sangat mempengaruhi wanita untuk dapat atau tidak dapat menyesuaikan diri dengan fase klimakterium dini.
    Faktor Lain
    Wanita yang belum menikah, wanita karier baik yang sudah atau belum berumah tangga, menarch yang terlambat berpengaruh terhadap keluhan-keluhan klimakterium yang ringan.
    Perubahan-Perubahan Organik Pada Masa Klimakterium
    Perubahan pada organ reproduksi
    Uterus (kandungan)
    Uterus mengecil , selain disebabkan atrofi endometrium juga disebabkan hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat intertesial. Serabut otot miometrium menebal, pembuluh darah miometrium menebal dan menonjol.
    Tuba Falopii (saluran Telur)
    Lipatan – lipatan tuba menjadi lebih pendek, menipis dan mengkerut, endosalpingo menipis mendatar dan silia menghilang.
    Serviks (mulut rahim)
    Serviks akan mengkerut sampai terselubung oleh dinding vagina, kripta servikal menjadi atropik, kanalis servikalis memendek, sehingga menyerupai ukuran serviks fundus saat masa adolesen.
    Vagina (liang kemaluan)
    Terjadinya penipisan vagina menyebabkan hilangnya rugae berkurangnya vaskularisasi, elastistik yang berkurang, sekret vagina menjadi encer, indeks kario piknotik menurun. Ph vagina meningkat karena terhambatnya pertumbuhan basil Donderlein yang menyebabkan glikogen seluler meningkat, sehingga memudahkan terjadinya infeksi.
    Uretra ikut memendek dengan pengerutan vagina, sehingga meatus eksternus melemah timbul uretritis dan pembentukkan karankula.
    Dasar pinggul
    Kekuatan dan elastistik menghilang, karena atrofi dan lemahnya daya sokong disebabkan prolapsus utero vaginal.
    Perineum dan anus
    Lemak subcutan menghilang, atrofi otot sekitarnya menghilang yang menyebabkan tonus spincter melemah dan menghilang. Sering terjadi inkontinensia alvi vagina.
    Vesica Urinaria (kandung kencing)
    Tampak aktivitas kendali spincter dan detrusor hilang, sehingga sering kencing tanpa sadar.
    Kelenjar payudara
    Diserapnya lemak subcutan , atrofi jaringan parenkim, lobulus menciut, stroma jaringan ikat fibrosa menebal. Puting susu mengecil kurang erektil , pigmentasi berkurang , sehingga payudara menjadi datar dan mengendor.
    Perubahan diluar organ reproduksi
    Adipositas (penimbunan lemak)
    Penyebaran lemak ditemukan pada tungkai atas, pinggul, perut bawah dan lengan atas.
    Ditemukan 29 % wanita klimakterium memperlihatkan kenaikkan berat badan yang sedikit dan 20 % kenaikkan yang menyolok. Diduga ada hubungan dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak.
    Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    Adanya gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah baik sistole maupun diastole. Diketahui bahwa 2/3 penderita hipertensi esential primer adalah wanita antara 45-70 tahun yang diketahui permulaan peningkatan tensi paling banyak terjadi salama masa klimakterium. Peningkatan tekanan darah pada usia klimakterium terjadi secara bertahap, kemudian menetap dan lebih tinggi dari tensi sebelumnya.
    Hiperkolesterolnemia (kolesterol tinggi)
    Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol. Peningkatan kadar kolestrol pada wanita terjadi 10-15 tahun lebih lambat pada laki-laki. Peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor utama dalam penyebab arterosklerosis.
    Aterosklerosis (perkapuran dinding pembuluh darah)
    Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatkan faktor resiko terhadap terjadinya aterosklerosis. Khususnya mengenai sklerosis primer koroner dan infark miocard akan terjadi 1-2 kali lebih sering setelah kadar estrogen menurun.
    Virilisasi (pertumbuhan rambut-rambut halus)
    Turunnya estrogen dalam darah adanya efek androgen menyebabkan tanda-tanda diferensiasi dari defeminisasi dan maskulinisasi. Hal ini berhubungan dengan ovarium sendiri membentuk estron yang bersifat androgen.
    Osteoporosis (keropos tulang)
    Dengan turunnya kadar estrogen, maka proses osteoblast yang berfungsi membentuk tulang baru terhambat dan fungsi osteoclast merusak tulang meningkat. Akibat tulang tua diserap dan dirusak osteoclast tetapi tidak dibentuk tulang baru oleh osteoblast, sehingga tulang menjadi osteoporosis.
    Bagaimanakah terapi menopause?
    Prinsip pengobatan menopause adalah memberikan estrogen dari luar atau dikenal dengan Hormone replacement therapy (HRT) atau istilahnya dalam bahasa indonesia adalah terapi sulih hormon (TSH).
    Prinsip dasar pemberian TSH:
    1. wanita yang masih memiliki uterus, maka pemberian estrogen harus selalu dikombinasikan dengan progesterone. Tujuan penambahan progesterone adalah untuk mencegah kanker endometrium.
    2. wanita tanpa uterus, maka cukup pemberian estrogen saja dan estrogen diberikan secara kontinue (tanpa istirahat)
    3. pada wanita perimenopause yang masih haid dan masih tetap menginkan haid, TSH diberikan secara sekuensial. Wanita pasca menopause yang masih ingin haid diberikan secara sekuensial, kecuali jika tidak terjadi haid diberikan secara kontinue. Sedangkan yang tidak ingin haid diberikan kontinue.
    4. jenis estrogen yang digunakan adalah estrogen alamiah dan progesterone juga yang alamiah.
    5. pemberian selalu dimulai dengan dosis rendah
    6. dapat dikombinasi dengan androgen atau diberikan dengan TSH yang memiliki sifat androgenic.
    Cara pemberian TSH:
    • Oral
    • Trasdermal
    • Semprot hidung
    • Implan (susuk)
    • Pervaginam (krem vagina)
    • Sublingual
    • Intramuskular
    Efek samping pemberian TSH
    Hal ini sebagian besar diakibatkan karena dosis estrogen yang tinggi.
    1. Nyeri payudara
    2. Peningkatan berat badan
    3. Keputihan dan sakit kepala
    4. Perdarahan
    Pemberian hormon estrogen sebagai terapi sulih hormon, untuk menggantikan hormon estrogen yang kurang, telah diteliti dan menghilangkan keluhan defisiensi estrogen klinis dengan baik setelah 2-3 minggu yang pemberian pada dosis estrogen yang tinggi dan 4-5 minggu pemberian pada dosis estrogen rendah. Peningkatan densitas tulang pada pemberian estrogen+progesteron alamiah+kalsium+vit. D, akan meningkatkan 4,1-5,8% menurut penelitian Rachman IA, tidak berbeda banyak dengan penelitian PEPI (Post Menopause Estrogen/Progesteron Investigator) yaitu 4-5%. Selain itu pemberian estrogen/progesteron alamiah memperbaiki metabolisme lemak, yang meningkatkan kadar HDL (kolesterol yang baik) dan menurunkan kadar LDL (kolesterol yang jahat) sampai ± 70%, serta menekan terjadinya fraktur tulang antara 40-60%.
    Di dunia saat ini pemberian hormon estrogen+progesteron dibatasi 5 tahun dengan kontrol yang ketat, karena penelitian di Amerika oleh WHI (Woman Health Initiative) menemukan keganasan payudara 33,8%, stroke 49,1%, tromboemboli 125,3%, masalah kardiologi 34,4%. Walau sisi baiknya menghilangkan keluhan-keluhan defisiensi estrogen, cegah kejadian keganasan usus besar 32,8%, cegah osteoporosis 17,4% dan patah tulang osteoporosis 29,3%. Kehebatan obat estrogen+progesteron sebagai TSH memperbaiki keluhan-keluhan defisiensi estrogen klinis yang mengganggu kehidupan ibu usia lanjut telah terbukti, sehingga terjadinya peningkatan kualitas hidup ibu usia lanjut yang prima, tetapi pembatasan pemberian 5 tahun (ada yang mengusulkan 7 tahun) merupakan masalah tersendiri yang harus dicari pengganti obat ini. Obat-obat lain seperti gabungan bisfosfonat, golongan SERM jelas memperbaiki dan meningkatkan densitas tulang, tetapi tidak perbaiki kualitas ibu secara penuh walau diikuti dengan senam beban yang hanya mengurangi keluhan klinis defisiensi estrogen ini. Untuk ini para peneliti, memulai mencari pengganti estrogen alamiah yang dianggap dapat mengambil alih posisi estrogen sebagai TSH , namun aman tak menyebabkan keganasan, pendarahan tetapi meningkatkan densitas tulang dan kualitas hidup ibu adalah golongan fitoestrogen (estrogen dari tumbuh-tumbuhan) yang rumus kimianya mirip estradiol) , yang saat ini dianggap sebagai suplemen.
    Saat ini golongan fitoestrogen telah diteliti di seluruh dunia termasuk Indonesia, karena fitoestrogen terdapat di kacang kedele, kulit buah bangkwang yang warnanya kecoklat-coklatan. Di dunia terkenal dari gabungan tanaman red clover yang mengandung 4 isoflavon (genestein, daidzein, formononetin, dan biochanin A) dan black cohosh yang dapat tumbuh baik di Mexico dengan kadar isoflavon cukup tinggi. Saat itu beberapa peneliti di Indonesia mencoba menanamnya di Indonesia.
    Fitoestrogen sebagai Alternatif lain pengobatan menopause
    Mengingat banyaknya kendala dalam pemakaian TSH seperti takut terkena kanker payudara, harus digunakan jangka panjang, banyaknya efek samping dan harga yang relatif mahal maka perlu dicari alternatif lain sebagai penganti TSH yang dapat memenuhi criteria alami, murah , berasal dari tanaman, efektif dan dapat diterima oleh wanita menopause. Alternatif lain itu adalah fitoestrogen.
    Fito artinya tanaman sedangkan estrogen maksudnya memiliki struktur kimia dan khasiat biologik menyerupai estrogen.
    Struktur kimia fitoestrogen sebagian besar bukan steroid sedangkan estrogen umumnya adalah steroid.
    Fitoestrogen terdiri dari :
    • isoflavon (genistein, daidzein dan glycetein)
    • coumestan (coumesterol)
    • lignan (matairesinol, secoisolariciresinol, enteroldiol)
    Isoflavon banyak ditemukan dalam
    • legumes (tumbuhan polong terutama kedelai dengan produk olahannya susu, tofu, tempe dan miso)
    • lignan dalam buah-buahan, sayuran, biji-bijian (sereal)
    • comestan dalam Redclover dan tauge
    Selain itu pasien menolak menggunakan TSH karena takut timbul kanker payudara akibat estrogen.

    Sumber:http/www.kuliahbidan.com

  37. Nama : JUAIRIAH
    Nim : 09D40083
    Kelas : A
    Prodi : DIV Bidan Klinik Dan Pendidik
    MENOPAUSE
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis.
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi.

  38. NAMA : KHAIRUN NISA
    NIM : 09D400125
    KELAS : B
    PRODI : DIV Bidan Klinik Dan Pendidik
    Dalam kehidupan normal seorang wanita akan memasuki masa fisiologis yang dimulai dari masa prapuber – puber – masa reproduksi-masa klimakterium (masa pramenopause, menopause, pasca menopause, presenile, masa senile). Dengan meningkatnya usia harapan hidup seorang wanita dan meningkatnya tingkat kesehatan di Indonesia maka akan mulai banyak wanita Indonesia mencapai usia 67 – 70 tahun. Di Indonesia penduduk yang mencapai 65 tahun lebih sekitar 8,2 persen dari seluruh penduduk. Masa terjadinya osteoporosis pada wanita dimulai pada awal klimakterium pada usia 40 – 65 di saat hormone estrogen mulai turun sampai menghilang.
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis.
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.

  39. RISKA AGUSTIANI

    NAMA : RISKA AGUSTIANI
    NIM : 09D40103
    PRODI : DIV KEBIDANAN (A)
    SUMBER : http://www.pikirdong.org/wanita/wani03meno.php

    MENOPAUSE
    Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun) merupakan masa akhir dari reproduksi, dan berakhirnya masa menstruasi. Bila kemunculan menopause yang lebih awal yakni sekitar usia dibawah 40 tahun, kejadian ini disebut dengan kondisi klimakterium prekoks. Kemungkinan terjadi diakibatkan oleh kekurangan hormon estrogen.
    Perubahan hormon yang diakibatkan oleh menopause dapat dilihat secara langsung akan tetapi terjadinya perubahan-perubahan emosional juga ikut menyertai dalam masa transisi terjadinya menopause. Tidak perlu ditakutkan atau dikhawatirkan secara berlebihan, perubahan tersebut hanya bersifat sementara, seperti munculnya gangguan tidur, kehilangan tenaga (energi) dan kemunculan perasaan sedih seperti “kehilangan sesuatu”.
    Menopause tidak memunculkan gejala rasa sakit yang parah (pada wanita tertentu), akan tetapi individu menjelang kedatangan menopause dapat melakukan beberapa cara untuk dapat menunda kedatangan menopause seperti dengan treatmen hormon, psikoterapi, balneoterapi (terapi dengan diet), atau pengobatan dengan farmokologi. Perlu diingat bahwa individu hanya dapat menunda proses alam ini namun tidak dapat mengobati menopause-nya.

    Gejala Utama
    Tanda-tanda kemunculan menopause ditandai dengan beberapa gejala utama;

    - Siklus menstruasi mulai tidak teratur.
    - Penurunan tingkat kesuburan
    - Vagina mulai kering
    - Kesulitan tidur
    - Perubahan mood
    - Pembesaran bagian perut bawah
    - Rambut semakin menipis disertai kerontokan pada rambut
    - Pengecilan atau payudara kehilangan bobotnya
    - Penurunan dorongan seksual
    - Pengeringan pada kulit (keriput)
    Tahap dalam menopause
    Tahap dalam menopause
    1) Pramenopause (Perimenopause)
    Merupakan awal dari kemunculan menopause. Pada masa ini menstruasi masih berlangsung, hormon mulai menurun, pendarahan tidak teratur dapat berupa oligomenore, polimenore atau hipermonore. Masa ini berlangsung sekitar 4-5 tahun. Kehamilan dapat terjadi pada 12 bulan sebelum benar-benar dapat dipastikan menopause tiba.
    2) Menopause
    Pada tahap ini menstruasi masih berlangsung, sel telur masih diproduksi dari ovarium hanya saja tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Tingkat kesuburan menurun, namun masih ada kemungkinan terjadinya kehamilan walau kemungkinannya sangat kecil.
    3) Postmenopause
    Postmenopause terjadi setelah 1 tahun periode menopause. Ovarium sangat sedikit memproduksi hormon estrogen dan bahkan tidak memproduksi progesteron atau sel telur samasekali.

    Beberapa kondisi yang dapat memunculkan menopause lebih awal.
    1) Histerektomi

    Pengangkatan uterus tanpa diiringi dengan pengangkatan ovarium tidak memunculkan menopause karena ovarium masih menghasilkan sel telur, estrogen dan progesteron, ―kecuali pada operasi histerektomi total dan oophorectomy bilateral.
    2) Kemoterapi
    Pada treatment kanker dengan menggunakan kemoterapi lebih dari 6 bulan

    3) Kegagalan pada Ovarium
    Sangat jarang terjadi kegagalan ovarium dalam memproduksi sel telur dibawah usia 40 tahun. Namun tidak menampik kemungkinan akan terjadinya kegagalan (kerusakan) pada ovarium, diperkirakan 1% wanita mengalaminya yang kemungkinannya disebabkan oleh kelainan genetik.

    Screening

    Beberapa cara mengetahui seseorang telah memasuki perimenopause dapat dengan;
    - Usia individu dan beberapa gejala umum yang tampak

    - Test darah dan urine untuk mengetahui Estradiol, FSH dan LH, disamping itu test ini
    juga untuk membedakan gejala hypothyroidism

    - Pelvic Exam untuk mengetahui perubahan-perubahan lapisan dalam vagina yang disebabkan oleh perubahan level estrogen

    - Foto tulang lumbal atau bone density test untuk mengetahui kepadatan tulang dan kemungkinan adanya gejala osteoporosis.

    - Sitologi (pap smear)

    - Biopsi endometrium

    Dampak Menopause secara medis

    1) Gangguan kardiovaskular
    Kekurangan kadar estrogen dapat meningkatkan kemungkinan pada gangguan darah dan jantung
    2) Osteoporosis
    Dibutuhkan sekitar 1200-1500 mg jumlah kalsium setiap harinya disamping itu juga
    dibutuhkan vitamin D

    3) Gangguan pada saluran urin
    Elastisitas uretra menjadi berkurang, pada saat tertentu wanita yang mengalami menopause mudah merasa sesak kencing atau bahkan kencing tiba-tiba tanpa dapat dikontrol pada saat tertawa, terbatuk atau mengangkat sesuatu yang berat.

    4) Peningkatan berat badan
    Pada masa transisi menopause banyak wanita mengalami penambahan berat badan secara berlebihan.

    Treatment

    Menopause merupakan proses biologis yang dialami wanita, masa transisi ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu ditakuti. Pada wanita tertentu proses ini tidak memberikan dampak apa-apa, akan tetapi menjelang menopause beberapa diantara treatment khusus – agar masa transisi tersebut tidak semakin memburuk dari simtom-simtom yang muncul mungkin perlu dilakukan. Diskusikanlah perihal ini kepada dokter yang berkompeten dibidangnya.
    Beberapa treatment menopause yang bisa dilakukan adalah;
    1) Terapi Hormonal
    Pada masa terapi (4-5 tahun) ini diawali dengan pemberian hormon estrogen rendah (estriol) yang juga diimbangi dengan pemberian progesteron. Perlu di ingat bahwa pada terapi ini membutuhkan pengawasan yang ketat selama 6-12 bulan agar beberapa efek samping dapat diatasi;

    Catatan.
    Dalam beberapa tahun terakhir hormone replacement therapy (HRT) yang digunakan dalam treatment simtom menopause, oleh beberapa ahli beranggapan tidak hanya efektif dalam mengurangi simtom menopause tetapi juga mengurangi rapuh tulang (osteoporosis). Beberapa dampak berkelanjutan dari HRT diketemukan dibelakang hari, HRT tidak menjadi rekomendasi para dokter sekarang ini. Beberapa dampak efek serius lebih nyata dibandingkan mengurangi simtom menopause itu sendiri; kanker payudara, kerusakan hati, stroke dan diabetes melitus.

    Beberapa dampak langsung penggunaan HRT;
    - Pendarahan
    - Mual
    - Sakit kepala
    - Nyeri pada payudara
    - Peningkatan berat badan

    Bila HRT menjadi pilihan, maka beberapa pertimbangan dilakukan;
    1) Dilakukan sitologi (pap smear) secara rutin untuk mendeteksi kelainan secara dini
    2) Menggunakan estrogen dengan dosis yang rendah

    3) Secara teratur melakukan olahraga dan mammograms

    Selective estrogen receptor modulators (SERMs). SERMs merupakan beberapa jenis obat-obatan seperti raloxifene (Evista) merupakan jenis estrogen yang bermanfaat terhadap pengaruh osteoporosis pada wanita menjelang postmenopause

    2) PsikofarmakologiPenggunaan obat psikofarmakologi menggunakan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) berupa jenis antidepressant seperti venlafaxine (Effexor), fluoxetine (Prozac, Sarafem), paroxetine (Paxil, dan lainnya), citalopram (Celexa) dan sertraline (Zoloft) dalam dosis kecil dapat mengurangi dampak sindrom menopause.
    3) Beberapa obat medis lainnya.
    Beberapa obat-obatan lainnya seperti clonidine (untuk mengurangi tekanan darah tinggi), gabapentin (Neurontin), bisphosphonates (misal alendronate (Fosamax), risedronate (Actonel) dan ibandronate (Boniva) yang mempunyai pengaruh terhadap pembentukan tulang pada osteoporosis) dan dengan penggunaan vaginal estrogen dalam bentuk pil atau krim.
    Mencegah Sindrom Menopause
    Pengobatan dari dampak menopause membutuhkan biaya yang besar dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Beberapa treatment pada postmenopause membutuhkan waktu hampir 30-40 tahun, tentunya akan membutuhkan biaya besar untuk itu.

    1) Jangan merokok
    2) Hindari kopi, alkohol dan makanan pedas
    3) Pemenuhan makanan atau minuman kalsium (1200-1500 mg setiap harinya)
    4) Vitamin D cukup (800mg)
    5) Kontrol tekanan darah, kolesterol dan beberapa penyebab yang dapat menimbulkan penyakit hati
    6) Makan makanan rendah lemak dan kacang-kacangan (kedelai, kacang buncis, dan jenis polongan lainnya)
    7) Teknik relaksasi berupa yoga, tai chi, atau meditasi
    8) Aktivitas seksual tetap dilakukan
    9) Gunakan air hangat untuk membasuh vagina setelah melakukan hubungan seksual
    10) Senam untuk menguatkan otot vagina (kegel)
    11) Usahakan tidur yang cukup
    12) Olahraga teratur minimal 30 menit dalam sehari
    13) Medical check-up secara teratur. Usahakan pemeriksaan kesehatan secara rutin berupa pap-test, mammogram, tes kolesterol dan triglyceride, dan screening lainnya.

  40. desti rusmilawati

    Nama : Desti Rusmilawati
    Nim : 09D40065
    Prodi : DIV Kebidanan (A)

    Sekilas Mengenai Menopause
    Menopause merupakan salah satu peristiwa yang paling menentukan dan harus dihadapi dalam rentang kehidupan seorang wanita. Beberapa wanita merasa takut, sementara yang lain malah menunggu-nunggu akan datangnya menopause. Bagi sebagian wanita yang takut akan datangnya menopause karena akan membuat mereka merasa tidak menarik, kesepian, tak berguna dan tak berdaya. Mereka juga berduka karena tak subur dan muda lagi. Bagi sebagian lain, datangnya menopause malah membuat mereka memiliki kesempatan baru dalam hidup secara fisik, emosi, seksual dan spirit. Mereka malah antusias karena “terlepas” dari kewajiban melahirkan dan sindroma pra-haid. Pokoknya, menopause dapat memberikan berbagai macam perasaan kepada wanita. Dari yang tegang dan tidak nyaman sampai lega dan “lepas”.
    Sebenarnya, apakah arti menopause itu sendiri? Menopause merupakan suatu waktu di usia pertengahan dimana seorang perempuan mendapat haidnya yang terakhir. Atau dengan kata lain merupakan saat dimana seorang perempuan tidak mendapat haid lagi. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur. Sering kali menopause ini terjadi secara gradual. Tetapi kadang kala juga terjadi sekaligus.
    Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause , estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.
    Jenis-jenis menopause yang perlu mendapat perhatian adalah, surgical menopause (menopause yang berhubungan dengan pengobatan). Surgical menopause terjadi jika indung telur dipindah atau rusak, misalnya karena kemoterapi. Dalam hal ini, menopause akan terjadi segera tanpa munculnya perimenopause. Lainnya adalah stress menopause. Terjadi apabila perempuan di akhir usia 30-an atau lebih tidak mendapat haid dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat disebabkan karena stress, kemoterapi, sedih, bulimia, anemia atau gerak badan yang berlebihan.
    Apa tanda-tandanya seorang perempuan akan menopause? Ketika menopause akan datang biasanya periode haid menjadi tidak teratur, terjadi secara berdekatan atau saling berjauhan. Misalnya bulan Mei jadwal haid tanggal 7. Lalu akhir bulan di bulan yang sama haid datang lagi (misalnya tanggal 26). Tetapi di bulan Juni haid datang malah di akhir bulan, misalnya tanggal 29 Juni. Ciri-ciri lainnya adalah :
    * tulang sendi terasa sakit
    * susah berkonsentrasi
    * sakit kepala
    * berkeringat pada malam hari
    * mempunyai kondisi umum yang biasanya terdapat pada PMS
    * perubahan dalam nafsu seksual
    * berkeringat banyak
    * insomnia
    * sering bangun terlalu pagi
    * perubahan mood
    * vagina terasa kering
    * buang air kecil secara frekuentif
    Antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lain memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ada yang hanya memiliki satu ciri. Tetapi ada juga yang memiliki semua ciri di atas.
    Pengalaman perempuan selama menopause juga dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kehidupannya seperti : anak yang telah meninggalkan rumah, perubahan dalam urusan sosial domestik dan hubungan personal, perubahan dalam identitas & imej tubuh, perceraian atau karena menjanda, pensiun, tegang menghadapi ketuaan dan kematian, kehilangan teman, orang yang tercinta dan masalah keuangan, tanggung jawab yang bertambah sehubungan dengan usia yang menua, ketegangan akibat kehilangan kemerdekaan, tidak mampu dan perasaan kesepian.

    Kata kunci pencarian:
    menopause, proses terjadinya menopause, penanganan perubahan fisik pada menopause, makalah menopause, ciriciriwanitaakanmenopous, APA TANDA PEREMPUAN MENOPAUSE, CIRI-CIRI WANITA MENUJU MENOPAUSE, prinsip diet pada menopause, definisi wanita menjanda di cerai tentang kebidanan, Diabetes melitus dan menopause, mekanisme menopause, menopause terjadi pada remaja, perubahan fisik pada ibu menopause, tanda awal manopose, arti menopause, tanda menopause, menopause DM, pendidikan kesehatan untuk menopause, menopause remaja, monopouse, mekanisme menopause dan dm, mekanisme terjadinya menopause, mengapa terjadi menopause, mengapa terjadi menopause?, mengenai menopause, MENOPAUSE dan diabetes melitus, menopause diabetes melitus, menopause karena, PENELITIAN MENOPAUSE MENURUT PARA AHLI KESEHATAN, pengaruh gizi pada menopause

  41. dewi fitria aprilia

    Nama : Dewi Fitria Aprilia
    Nim : 09D40068
    Prodi : DIV Kebidanan (A)

    Menopause
    Menopause
    Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal

    estrogen estrone. Di kalangan perempuan pasca-menopause, estrone lebih banyak daripada estradiol.

    ICD-10
    E28.3, N95.1

    ICD-9
    627

    DiseasesDB
    8034

    eMedicine
    med/3289

    MeSH
    D008593

    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.
    Perubahan Hormon
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone – hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.

  42. fitria aprilia

    Nama : Fitri Aprilia
    Nim : 09D40077
    Prodi : DIV Kebidanan (A)

    Problem Menopause Lebih Dini

    Menopause mungkin bisa disebut sebagai “ masa persiapan pensiun “ kaum wanita. Suatu masa transisi dari usia reproduktif menjadi usia lanjut. Masa ini di tandai dengan terhentinya haid karena hormon esterogen sudah tidak bereproduksi lagi.

    Ini adalah kejadian normal bagi setiap perempuan. Cuma, menopause serimg di awali oleh kondisi yang tidak nyaman. Biasanya ditandai dengan timbulnya rasa pans atau kegerahan di malam hari, munculnya infeksi pada kandungan kemih atau saluran air kencing, vagina yang terasa kering, libido atau dorongan seks yang menurun, gairah hidup dan semangat hidup yang berkurang, pendarahan dari vagina yang tidak terartur, dan berkurangnya daya ingat.

    Setiap orang mempunyai waktu menapause yang berbeda-beda. Ada yang awal dan ada yang terlambat. Dikatakan awal bila menopause muncul pada usia 20-40 tahun. Usia menopause terlambat biasanya terjadi di atas usia 51 tahun.

    Yang paling menjadi masalah adalah usia menopause yang leih awal dialami perempuan. Tentunya hal tersebut terasa tidak nyaman bagi perempuan. Usia menopause awal juga membawa dampak munculnya beberapa penyakit seperti osteoporosis, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan kanker usus besar.

    Menopause yang telat kurang bermasalah. Malahan, usia menopause yang terlambat dinilai poitif karena melambangkan tingginya kemampuan dan juga merupakan indicator untuk panjang umur. Ini merupakan hasil penelitian tim Universitas Harvard pada 1997.

    Disebutkan juga bahwa perempuan yang usianya lebih dari 100 tahun lebih banyak mempunyai anak dan masih mampu melahirkan bayi pada usia 40-50, dibandingkan dengan perempuan usia rata-rata 73 tahun. Hal ini di sebab kan perempuan dengan usia menopause yang terlambat masih memproduksi hormone progesterone di dalam tubuh nya. Hal tersebut menguntungkan karena justru dapat membuat mereka menjadi umur panjang.

    Banyak factor yang menyebabkannya. Salah satu nya adalah kegagalan produksi esterogen didalam ovarium atau disebut premature ovarian failuer (POF).

    Faktor genetik juga memegang peranan penting. Perempuan dengan riwayat keluarga yang mempunyai menopause awal cenderung mendapat menopause awal dan kegagalan kemampuan reproduksi.

    Ditinjau secara mikrosofis, pada perempuan dengan menopause awal, ditemukan kelaian pada kromosom X. akibat nya reproduksi sel telur di ovarium menjadi berkurang. Menurut jurnal human reproduction pada Agustus 2001, factor genetik paling menentukan kapan usia menopause terjadi. Dari 100 kasus menopause awal, sebanyak 85 kasus berhubungan dengan penyebab genetik beberapa prempuan mempunyai riwayat operasi bilateral oophorectomy. Pada operasi tersebut, kedua ovarium diangkat karma berbagai sebab, misal nya karna adanya kanker. Tanpa ovarium, tentunya tidak ada produksi sel telur dan esterogen. Faktor ini merupakan penyebab yang sering membuat menopause awal.

    Radiasi juga perlu dicermati. Perempuan yang terpajan radiasi dalam jumlah yang tinggi, misalnya melalui kemotrapi pada penderita kanker, dapat menyebabkan menopause awal. Beberapa perempuan mengalami perhentian haid, segera setelah kemotrapi dihentikan.

    Penyebab lainnya adalah infeksi virus. Perempuan dapat mempunyai jumlah sel telur yang lebih sedikit sepanjang masa reproduksinya karma infeksi firus yang didapat ketika ia masih dalam kandungan ibunya.

    Hasil penelitian di luar negri menunjukan bahwa usia menopause dapat diramalkan dari usia haid pertama kali. Semakin awal usia haid pertama pada seseorang perempuan, semakin terlambat usia menopause nya. Atau sebalik nya, semakin terlambat usia haid seseorang, semakin awal usia menopause nya.

    Ditinjau dari karakteristik perempuan yang sering mendapatkan menopause awal didapatkan bahwa faktor ras, iklim, faktor pada ibu dan berat badan dapat menentukan apakah seseorang beresiko mendapatkan menopause awal atau tidak.

    Menurut penelitian, ras kulit kuning atau ras pada perempuan yang tinggal belahan bumi bagian selatan mempunyai resiko mendapatkan menopause awal lebih tinggi dibandingkan ras kulit putih yang tinggal di belahan bumi utara. Selain itu, pada Negara dengan iklim panas kejadian menopause awal lebih kerap dibandingkan Negara beriklim dingin.

    Obesitas juga menjadi salah satu penyebab. Perempuan dengan obesitas cenderung mempunyai usia menopause yang awal. an/H

  43. Nama : Nurhalimah
    Nim : 09D40094
    Prodi : DIV Kebidanan (A)

    Menopause, Gejala Multisistem Organ

    Ketika terjadi perubahan fisiologis selama menopause, akan terjadi pula perubahan pola respon gonadotropin. Wanita pun akan mengalami fase klimakterium, fase yang tidak stabil.
    Tua-tua keladi, makin tua makin jadi, demikian irama peribahasa yang kondang di Indonesia. Seorang anak yang lugu, kecil, sering sakit, lama-kelamaan akan tumbuh juga menjadi manusia dewasa yang tampan, sehat, dan mapan. Setelah itu, sudah fitrahnya bagi manusia untuk terus tumbuh dan akhirnya menjadi tua renta, tidak dapat dilawan. Salah satu proses penuaan yang penting baik bagi kaum adam dan hawa ialah menopause, penurunan fungsi sistem reproduksi manusia. Terlebih lagi bagi kaum perempuan, proses penuaan merupakan isu yang selalu hangat untuk dibahas, para wanita memang haus akan keindahan. Artikel ini akan lebih memfokuskan menopause pada wanita, tanda dan gejala seiring menopause, serta penanganannya.
    Prof. dr. Ichramsyah Rahman, Sp.OG(K), dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menegaskan bahwa meskipun masih banyak kontroversi, pemberian terapi sulih hormon (Hormonal Replacement Therapy) masih merupakan metode ‘koreksi’ untuk para lansia yang telah mengalami menopause. Hormon tambahan ini terbukti mampu mencegah terjadinya tanda dan gejala penyakit yang menyertai menopause, selain efeknya juga mampu membuat para ibu lansia dapat tetap tampil muda. Kontroversi penggunaan terapi ini ialah efeknya yang karsinogenik, memicu tumbuhnya kanker payudara.

    Pengertian menopause
    Menopause pada wanita merupakan bagian universal dan ireversibel dari keseluruhan proses penuaan yang melibatkan sistem reproduksi, dengan hasil akhir seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Seorang wanita dikatakan menopause minimal 12 bulan setelah menstruasinya yang terakhir, ditandai dengan gejala-gejala vasomotor dan urogenital, misalnya kering vagina dan dispareunia. Masa sekitar 12 bulan itu dinamakan klimakterium. Sementara sebelum benar-benar menopause, 5-10 tahun sebelumnya gejala-gejala vasomotor dan mens yang ireguler ini sudah mulai muncul, dinamakan fase perimenopause.
    Saat ini, terutama di negara maju, angka harapan hidup sudah semakin tinggi, akibatnya makin banyak wanita yang mengalami menopause. Meski banyak yang berusia lebih dari 75 tahun, usia rata-rata penderita menopause ialah 50-51 tahun. Beberapa faktor juga dapat mempercepat terjadinya menopause, di antaranya merokok, histerektomi, carrier Fragile X, kelainan autoimun, dan dikabarkan juga akibat tinggal di dataran tinggi.
    Menopause itu sendiri terjadi secara fisiologis akibatnya hilang atau berkurangnya sensitivitas ovarium terhadap stimulasi gonadotropin, yang berhubungan langsung dengan penurunan dan disfungsi folikuler. Oosit di dalam ovarium akan mengalami atresia ketika siklus reproduksi wanita. Selain itu folikel juga mengalami penurunan kualitas dan kuantitas folikel secara kritis setelah 20-25 tahun sesudah menarche. Itu sebabnya pada fase perimenopause dapat terjadi siklus menstruasi yang ireguler. Selain itu iregularitas menstruasi juga terjadi akibat fase folikuler pada fase siklus menstruasi yang juga memendek.

    Patofisiologi menopause
    Semakin tua, folikel seorang wanita akan makin resisten terhadap stimulasi gonadotropin, akibatnya FSH dan LH di darah akan meningkat. Peningkatan FSH dan LH akan menyebabkan stimulasi stromal terhadap ovarium, yang menyebabkan peningkatan estrone dan penurunan kadar estradiol. Kadar inibin juga menurun drastis karena terjadi feedback negatif dengan peningkatan FSH. Karenanya, menopause dapat dideteksi dengan rendahnya kadar estrogen di peredaran darah. Pada masa ini, terutama pada fase postmenopause, estrogen didapat dari stroma ovarium (bukan dari folikel langsung) dan dari sekresi androstenedion yang diaromatisasi menjadi estrone di sirkulasi perifer. Estrogen yang demikian (estrone) dinamakan estrogen ekstragonadal dan merupakan pemasok utama estrogen pada wanita postmenopause. Aromatisasi androgen menjadi estrogen ini terjadi di jaringan lemak, namun tidak menjamin bahwa wanita yang gemuk akan lebih sedikit mengalami gejala vasomotor.
    Secara klinis indikasi menopause dapat dilihat dari kadar FSH darah. Prinsipnya, FSH akan sedikit lebih tinggi daripada LH karena tidak terlalu banyak FSH yang direduksi di ginjal. Meski demikian, kadar FSH yang tinggi —meskipun sudah berusia >40 tahun— masih memiliki risiko untuk hamil, selagi dia belum memasuki fase postmenopause. Karenanya, tak heran masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita berusia di atas 40 tahun.

    Efek klinis menopause
    Ketika terjadi perubahan fisiologis selama menopause, akan terjadi pula perubahan pola respon gonadotropin. Pada saat ini juga akan terjadi sekresi estrogen yang fluktuatif, wanita pun akan mengalami beberapa gejala yang secara keseluruhan disebut fase klimakterium, fase yang tidak stabil. Gejala ini meliputi hot flashes, insomnia, peningkatan berat badan, perubahan suasana hati, mens yang ireguler, mastodinia, serta sakit kepala. Lamanya periode ini berbeda-beda pada setiap orang, gejalanya bisa dimulai sejak perimenopause dan berlanjut hingga 5-10 tahun sesudah menopause. Fluktuasi hormon ini dapat dihentikan dengan pil kontrasepsi oral dan terapi sulih hormon untuk mengurangi gejala klimakterium. Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi folikel pun akan terus menurun dan pada akhirnya sudah tidak ada lagi fluktuasi, hormon sudah tidak diproduksi, maka gejala pun akan berkurang sampai habis masa menopause.
    Efek berkurangnya hormon seks dapat dilihat di alat kelamin sejak masa perimenopause. Akibat berkurangnya estrogen, eptiel vagina akan makin merah akibat menipisnya lapisan epitel, pembuluh-pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit pun akan makin terlihat. Akhirnya, karena epitel vagina menjadi atrofi, kapiler pun tidak lagi memperdarahi epitel, permukaan vagina pun menjadi pucat. Selain itu, rugae-rugae (kerut) vagina akan jauh berkurang yang mengakibatkan permukaannya menjadi licin, akibatnya sering sekali wanita mengeluhkan dispareunia, akhirnya menjadi malas berhubungan seksual, kondisi yang populer disebut ‘frigiditas’ pada wanita paruh baya.
    Jauh di dalam rongga pelvis, uterus wanita menopause akan mengecil. Pada pemeriksaan ginekologis dapat dipastikan uterus akan makin sulit terdeteksi pada palpasi. Selain itu, karena produksi hormon sudah jauh berkurang, akhirnya endometriosis dan adenomyosis pun tidak lagi muncul. Wanita yang tadinya sangat tersiksa dengan nyeri panggul, yang umumnya karena endometriosis, akhirnya tidak lagi merasa nyeri.
    Ovarium pun akan mengecil dan makin sulit terdeteksi pada palpasi pemeriksaan ginekologis. Lebih jauh lagi, pada wanita yang sudah sangat tua, tonus panggul pun sudah jauh berkurang, sehingga tak jarang terjadi prolaps organ reproduksi atau traktus urinarius. Gejalanya berupa prolapsus uteri dengan tekanan kuat pada vagina, low back pain, serta terdapat pembengkakan pada introitus vagina. Ketika diperiksa, dapat ditemukan sistokel, rektokel, yang dibarengi dengan prolapsus uteri. Infeksi saluran kemih juga lebih mudah terjadi pada wanita menopause karena sering terjadi sistitis atrofik akibat atrofi epitel saluran kelamin.
    Selain organ-organ panggul, secara umum kulit pun akan mengalami penurunan elastisitas akibat berkurangnya fungsi kolagen pada jaringan lunak. Tulang-tulang pun akan mengalami penurunan kepadatan mineral (bone density). Payudara pun akan mengalami penurunan kepadatan jaringan lunak dan digantikan dengan jaringan lemak, efek positifnya hal ini akan lebih memudahkan pemeriksaan mammografi.
    Hot flashes sering sekali dikeluhkan meski kehadirannya tidak dapat diprediksi dan sering juga timbul sepanjang tahun di masa perimenopause atau postmenopause. Gejala ini sering membuat penderita menjadi malu hingga mengalami gangguan tidur atau gangguan suasana hati. Gejalanya berupa rasa panas dari area umbilikal dan naik menuju ke kepala, diikuti keringan di kepala dan tubuh bagian atas. Dapat juga terjadi gejala kardiovaskular atau neurologis seperti palpitasi, sakit kepala, vertigo, baik dengan atau tanpa rasa panas.

    Gejala multisistem organ

    Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, terdapat pula isu-isu lain yang sangat populer berkaitan dengan menopause, di antaranya osteoporosis, kanker payudara, serta penyakit jantung koroner (PJK). Keluhan ini menjadi penting ditekankan karena menjadi faktor morbiditas dan mortalitas utama pada wanita menopause.
    Berkaitan dengan menopause wanita, penyakit jantung koroner dapat terjadi karena efek protektif kardiovaskular estrogen mendadak berkurang. Estrogen mampu mengurangi kadar LDL dan meningkatkan HDL dalam sirkulasi. Beberapa lembaga, misalnya The Heart and Estrogen/Progestin Replacement (HERS) dan Women Health Initiative (WHI) telah melakukan penelitian memberikan terapi sulih hormon untuk mengurangi insiden PJK pada wanita menopause. Hasilnya, banyak penelitian membuktikan bahwa terapi hormon tidak terlalu efektif sehingga pengobatannya harus ditambah dengan obat-obatan penghancur LDL, misalnya golongan statin. Terapi hormon memberikan efek yang baik pada wanita menopause yang mengalami operasi angioplasti agar tidak terjadi restenosis.
    Meski terapi sulih hormon ini terbukti efektif untuk mengurangi beberapa gejala menopause, namun penggunaannya masih menimbulkan kontroversi karena diduga menginduksi terjadinya kanker payudara. Karena banyak penelitian yang mendukung dan menolak penggunaan terapi sulih hormon untuk menopause, maka dapat disimpulkan bahwa setiap individu manusia bersifat unik, termasuk dalam merefleksikan kanker payudara setelah penggunaan hormon. Sampai saat ini, terapi sulih hormon hanya diindikasikan untuk meredakan gejala vasomotor akibat menopause.
    Wanita memiliki insiden lebih tinggi untuk terkena penyakit Alzheimer daripada laki-laki, terapi sulih hormon juga terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya Alzheimer. Selain itu, gangguan sistem saraf pusat pada wanita menopause ialah seringnya terjadi depresi pada wanita meski sejak fase perimenopause.

    Terapi sulih hormone

    Sejak awal sering disinggung terapi sulih hormon, alasan utama penggunaannya ialah akibat fluktuasi estrogen akibat menopause dengan gejla vasomotor, risiko kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah siklus mens yang tidak teratur, serta menjaga ketahanan tulang.
    Penggunaan terapi ini juga harus melalui konseling, terutama kapan pemberian terapi. Misalnya, terapi baru boleh dilakukan setelah wanita dan pasangannya telah disterilisasi. Selain itu perlu pula dipertimbangkan riwayat merokok, pengaruh media massa, budaya, kultur, taraf ekonomi, dan riwayat penyakit keluarga, agar terapi ini berjalan efektif.
    Reaksi silang terapi sulih hormon meliputi kembung, mastodynia, perdarahan vagina, dan sakit kepala. Kadang terjadi juga reaksi silang yang tidak jelas, biasanya karena terapi yang tidak kontinu, Hormon ini diberikan secara sistemik, transdermal, atau topikal dengan krim atau tablet vagina. Kontraindikasi terapi ini ialah perdarahan vagina yang tidak terdeteksi, penyakit liver berat, kehamilan, trombosis vena, kanker endometrium dan riwayat kanker payudara. Selain estrogen dapat diberikan pula profestin jika pasien tidak dapat mentoleransi estrogen.
    Terdapat pula produk estrogen herbal terutama berbagai tipe fitoestrogen yang didistribusikan luas. Produk fitoestrogen sehari-hari yang diduga memiliki efek yang sama dengan terapi hormon ialah kacang kedelai. Namun, belum ada randomized controlled trial (RCT) yang membuktikan efektifitas fitoestrogen. Wanita yang memiliki riwayat kanker payudara dengan kontraindikasi sulih hormon estrogen juga dapat mengggunakan ramuan ini untuk mengruangi panas dan gejala vasomotor yang timbul.
    (farid)

  44. Nama : Nurul Herlina
    Nim : 09D40096
    Prodi : DIV Kebidanan
    Kelas : A
    MENOPAUSE
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

    Perubahan Hormon
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone – hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak dari pada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.

  45. Nama : Ridha Rossallinda
    Nim : 09D40141
    Prodi : DIV Kebidanan
    Kelas : B
    MENOPAUSE
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

    Perubahan Hormon
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone – hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak dari pada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.
    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

  46. Lina Kurnia Wati

    Nama : Lina Kurnia Wati
    Nim : 09D40128 (B)
    Prodi : DIV Bidan Pendidik dan Klinik

    Stres Pada Masa Menopause

    Menopause merupakan suatu proses alamiah dan normal dialami oleh semua wanita. Seiring dengan pertambahan umur, tentunya semua fungsi organ tubuh juga mulai menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang signifikan. Menopause sendiri dapat diartikan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid. Dalam bidang kedokteran menopause dapat terjadi akibat proses alamiah (natural menopause) dan yang sengaja dibuat berhenti haid misalnya, akibat tindakan bedah (surgical menopause) atau akibat pengobatan kanker (medical menopause). Tetapi dalam artikel ini kita akan lebih fokus pada menopause alamiah.
    Dalam usia reproduktif, indung telur wanita menghasilkan sel telur dan hormon wanita yang disebut estrogen dan progesteron. Sel telur berperan dalam proses konsepsi. Sedangkan hormon estrogen dan progesteron berperan dalam pengaturan siklus haid beserta perubahan-perubahan pada tubuh dan mental yang menyertai siklus haid tersebut. Pada menopause, indung telur ini akan berhenti menghasilkan sel telur dan berkurangnya produksi hormon.
    Tidak ada seorang pun yang dapat dengan pasti menentukan kapan menopause ini datang. Kebanyakan wanita akan mengalaminya pada usia 50 tahun tetapi tidak menutup kemungkinan jika terjadi lebih cepat atau lebih lambat. Proses menopause ini akan memakan waktu antara 3 sampai 5 tahun sampai dinyatakan lengkap ketika seorang wanita telah berhenti haid selama 12 bulan.
    Masa menopause seringkali ditandai dengan berbagai macam keluhan atau gejala yang meliputi aspek fisik maupun psikologis. Salah satu gejala fisik yang timbul akibat perubahan hormonal adalah menurunnya fungsi organ reproduksi yaitu ovarium. Pada usia sekitar 45 tahun didapati keluhan haid yang mulai tidak teratur. Biasanya ditandai dengan memendeknya siklus haid dibandingkan dengan siklus haid pada wanita yang lebih muda. Selain itu timbul pula gejolak rasa panas (hot flashes). Arus panas biasanya timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan berlangsung sampai haid benar-benar berhenti.
    Sheldon H.C (dalam Rosetta Reitz, 1979) mengatakan “ kira-kira 60% wanita mengalami arus panas”. Munculnya hot flashes ini sering diawali pada daerah dada, leher atau wajah dan menjalar ke beberapa daerah tubuh yang lain. Hal ini berlangsung selama dua sampai tiga menit yang disertai pula oleh keringat yang banyak. Ketika terjadi pada malam hari, keringat ini dapat menggangu tidur dan bila hal ini sering terjadi akan menimbulkan rasa letih yang serius bahkan menjadi depresi. Selain itu, rendahnya kadar estrogen merupakan penyebab proses osteoporosis (kerapuhan tulang). Osteoporosis merupakan penyakit yang paling banyak menyerang wanita yang telah menopause. Menurunnya kadar estrogen akan diikuti dengan penurunan penyerapan kalsium yang terdapat dalam makanan. Kekurangan kalsium ini oleh tubuh diatasi dengan menyerap kembali kalsium yang terdapat dalam tulang, dan akibatnya tulang menjadi keropos dan rapuh.
    Sedangkan munculnya gejala psikologi ketika menopause sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis, sosial, budaya dan spiritual dalam kehidupan wanita. Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas, stres, dan depresi. Stres adalah ketegangan fisik dan mental atau emosional karena tubuh kita merespon terhadap tuntutan, tekanan dan gangguan yang ada di sekeliling kita. Stres adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan seseorang oleh karena itu, stres sangat individual sifatnya.
    Konsekuensi yang paling menonjol bagi pengertian menopause dari determinasi biological yaitu “sehat” dan “sakit” adalah melabel menopause sebagai sebuah penyakit. Hubungan positif usia dengan kemunculan penyakit mendukung sistem sosial untuk memberi label “menopause sebagai penyakit” Label tersebut sudah sangat kuat dalam sistem sosial di masyarakat juga terkait dengan anggapan produksi estrogen ada lah normal, dan ketika tubuh wanita tidak memproduksinya lagi, dianggap tidak normal.
    Penjelasan di atas merupakan salah satu faktor yang dapat menjelaskan mengapa wanita mengalami stres pada masa menopause menurut teori “Cognitive Stress System”. “Stres is not so much a physical property of a situation as it is a transavtion between person and environment” (Lazarus & Launier, 1978).
    Stres bermula dengan primary appraisal yaitu ketika kita merasakan bahwa keadaan fisiologis atau psikologis akan mengancam kita, baik itu nyata atau imajinatif. Secondary appraisal menjawab dengan apa yang harus saya lakukan terhadap keadaan tersebut respon apa yang akan saya tampilkan, stres akan berakhir jika kita behasil mempraktikkan metode coping untuk menetralisasi keadaan tersebut. Maka, menurut teori ini, stres lebih merupakan sebuah produk dari proses kognitif, tentang apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menilai keadaan. Menopause yang dianggap sebagai hal yang negatif menciptakan sebuah persepsi yang negatif pula yang berpotensi menjadi primary appraisal, awal dari stres.
    Stres pada masa menopause merupakan salah satu dari harm-loss stressful appraisal yang terkait erat dengan penurunan self-esteem wanita. Penurunan self-esteem ini merupakan kehilangan yang bersifat psikologis. Hal ini terlihat dari persepsi bahwa menopause mengakibatkan menurunnya daya tarik fisik dan seksual. Tubuh semakin renta, kulit semakin peyot, dan wajah semakin suram. Tentu saja ini bagi istri akan berlanjut dengan sikap cemas dan rasa takut. Terutama tentang perhatian suami terhadap mereka. Mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka, serta merasa kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang.
    Stres pada masa menopause dapat dipercepat oleh ketidakstabilan hormon yang menyebabkan wanita masuk dalam siklus yang jahat. Menopause menyebabkan stres. Stres yang terjadi memicu semakin banyak produksi hormon sehingga hormon tidak seimbang. Semakin besar ketidakseimbangan hormon yang terjadi membawa wanita semakin stres. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa stres yang dialami wanita menopause tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi dapat juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Apabila menopause dipandang secara santai, normal dan menambah motivasi maka akan menjadi eustress atau stres yang positif. Jika dipandang sebagai ketidaknyamanan dan tidak di optimalkan dengan tepat maka akan menjadi distress atau stress yang negatif.
    Akibat-akibat stres negatif yang akut dapat menimbulkan penyakit depresi atau kecemasan. Sedangkan stres yang kronik dapat menimbulkan gangguan jiwa yang berat (schizophrenia). Tidak semua individu mengalami gangguan bila mengalami stres. Hal ini sangat tergantung dari kepribadian seseorang, kesehatan individu, falsafah hidup / agama seseorang, persepsi (tanggapan seseorang terhadap stres yang bermacam-macam: biasa, agak risau, sangat mengganggu) dan posisi sosialnya, apakah individu dapat mengembangkan perannya sebagai mahluk individu dan mahluk sosial.
    Setelah memahami pengertian menopause, stress pada masa menopause beserta penyebabnya maka, sekarang akan dipaparkan mengenai strategi-strategi untuk mengoptimalkan stress tersebut. Ada banyak cara untuk mengoptimalkan stress pada masa menopause. Artikel ini memakai teori kognitif untuk menjelaskan penyebab stres pada masa menopause sehingga, coping stres yang akan dikemukakan berdasarkan pada perluasan teori kognitif tersebut.
    Mula-mula kita harus mengenali sumber coping. Sumber coping terdiri dari dukungan sosial dan yang kedua adalah kepercayaan dan nilai. Paling tidak ada dua kemungkinan pandangan bagaimana dukungan sosial berfungsi. Pertama, dukungan sosial menyediakan efek penyangga, melindunggi seseorang dari efek stres yang merugikan. Kedua, dukungan sosial bekerja melalui efek yang langsung seperti dukungan materi. Kepercayaan dan nilai juga penting karena dapat menuntun seseorang dalam penilaiannya terhadap situasi untuk mengurangi kadar stres yang dialami. Praktik religius, iman dalam beragama merupakan salah satu element dari strategi coping. Selain itu diperlukan optimisme, self-efficacy, self esteem, dan wellness. Self efficacy adalah bagian dari secondary appraisal, yang menyatakan bahwa ketika seseorang percaya dapat melakukan sesuatu maka akan meningkatkan kemungkinannya untuk berhasil. Maka dalam hal ini adalah hubungan anatara tuntutan dengan kemampuan dan kepercayaan diri yang tinggi untuk mengelola stress. Self esteem berarti menerima dan memiliki pandangan yang positif terhadap diri. Self esteem akan meningkat seiring dengan peningkatan self efficacy. Wellness adalah kualitas kesehatan yang dinikmati mencakup kegiatan fisik, mengatur berat badan, dan menghindari prilaku berisiko.
    Setelah mengenal sumber coping, kita akan melanjutkan dengan usaha coping. Pertama adalah pengaturan kembali struktur kognitif (Cognitive Restructuring) dengan mengubah persepsi. Kita dapat mengubah persepsi pribadi mengenai sebuah keadaan untuk mengatasi keadaan tersebut. Mulanya adalah mengubah persepsi kita mengenai menopause. Memaklumi menopause sebagai peristiwa wajar dan normal, yang berarti tidak perlu dirisaukan secara berlebihan. Menopause mungkin telah membuat kita meragukan self efficacay kita. Maka kita mencoba meraih kembali kekuatan dan kepercayaan untuk melewati situasi ini dengan berpegang pada pendirian bahwa menopause adalah siklus alami yang dialami semua wanita. Pada akhirnya, kita juga harus mencoba mempertinggi self esteem melalui evaluasi positif diri.
    Usaha lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan Self Statement Modification (SSM). SSM berawal dari asumsi bahwa orang yang mengalami kecemasan umumnya melakukan dialog pada diri sendiri seperti “saya buruk”, “saya tidak mampu”. SSM dapat dipraktikkan dimulai dengan positive self-talk (”menopause adalah hal yang alamiah”, ”saya tetap fit dan sehat”), kemudian mengeliminasi pemikiran negatif dan mengkontrol emosi kognitif (”saya tidak perlu khawatir”).
    Kita juga dapat menggunakan dukungan sosial dengan mencoba mendiskusikan penyebab stres dengan orang yang memahami situasi menopause atau sudah berpengalaman menjalani masa menopause. Bergabung dalam kelompok wanita yang juga mengalami menopause. Membaca riwayat para wanita sukses dalam mengendalikan mental menjelang menopause, sehingga kita termotivasi untuk melangkah maju dengan percaya diri. Selain itu bergabung dengan kelompok religius, menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan juga dapat memotivasi Anda untuk menjalani hidup dengan baik, penuh semangat dan harapan.
    Strategi lain yang bermanfaat pada masa menopause yaitu berdasarkan pada fakta bahwa stres dapat mengganggu fungsi kelenjar adrenal. Padahal kelenjar adrenal ini membantu produksi estrogen pada masa menopause sehingga sangatlah penting bagi kelenjar adrenal untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Aktivitas seperti olahraga rutin, yoga, relaksasi dan meditasi dapat membantu mengurangi ketegangan dan memiliki efek menenangkan pikiran sehingga berdampak positif dan memiliki kemungkinan mengurangi stres.
    Menggiatkan olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh, supaya bisa mengimbangi kekurangan tubuh akibat menopause, sehingga mutu kehidupan bisa dipertahankan. Ini akan bisa dilaksanakan dengan semangat/antusias bila kita yakin bahwa olahraga bisa memberikan nilai tambah terhadap kualitas tubuh, meskipun usia sudah memasuki menopause. Banyak wanita mempunyai persepsi keliru, seakan-akan olahraga tidak berguna bagi wanita menopause. Padahal menurut penelitian oleh Gosselin and Taylor 1999 mengemukakan bahwa olahraga membantu mengurangi suasana hati yang negatif dan meningkatkan suasana hati positif, dengan hasil terbaik bahwa olahraga dilakukan secara teratur.
    Meditasi adalah aktivitas mengkondisikan pikiran. Meditasi adalah relaksasi yang lebih umum dengan mengurangi stres yang disebabkan oleh pikiran. Teknik meditasi memiliki dua fase yaitu menenangkan tubuh dan pikiran. Seni dari meditasi adalah kemampuan untuk mempertahankan keadaan rileks, konsentrasi pasif dengan keadaan di bawah kontrol dan kewaspadaan. Metode meditasi sendiri dibagi menjadi dua yaitu konsentrasi dan kontemplasi. Konsentrasi mengimplikasikan atensi kepada satu subjek dan mengkontrol pikiran kita yang terbiasa beranjak dari satu hal ke hal lain. Kontemplasi hampir mirip dengan konsentrasi. Perbedaan utamanya terletak pada objek kontemplasi (biasanya objek eksternal seperti salib, patung ) sebagai simbol.
    Penjelasan singkat pengertian menopause beserta Beberapa alternatif untuk mengoptimalkan stres pada masa menopause sudah dipaparkan. Penulis berharap bahwa artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang yang membacanya

  47. asniyati bidan B

    Gizi Menghadapi Menopause

    Menopause adalah kondisi yang mau tidak mau akan dilalui setiap wanita. Terkadang gejala yang dirasakan tidak berarti, tetapi ada juga yang mengalami masalah emosi, rambut rontok dan gejala fisik lain yang tidak disangka-sangka. Yoga, gizi seimbang dan menentukan prioritas hidup dapat membantu wanita menghadapi menopause dengan lebih tenang.
    Bagi kebanyakan wanita kata menopause merupakan hal yang menakutkan. Pada masa menopause wanita menjadi mudah emosi, menangis tanpa sebab, tampilan wajah menjadi kusam, rambut rontok, kulit kering, badan menjadi gemuk, diet apapun tidak ampuh lagi, seluruh badan sakit, cepat lupa dan masih banyak lagi hal yang tidak menyenangkan. Penyebab utamanya adalah penurunan produksi hormon estrogen pada wanita.

    Pada umumnya wanita asia sangat sulit untuk mengakui bahwa dirinya sudah menopause … apalagi kalau sampai diketahui orang lain, malu rasanya. Perubahan besar dalam diri ini menimbulkan gejolak emosi yang berujung pada rasa sedih, rasa tidak dibutuhkan lagi, menganggap diri sudah tua, tidak cantik dan banyak lagi hal-hal negatif yang lewat dipikiran kita.

    Wanita perlu lebih tahu tentang menopause dan bagaimana cara menghadapi perubahan yang yang sangat penting dalam hidup kita ini dengan tenang. Menentukan prioritas dalam hidup, mengatur pola makan dan berlatih yoga yang sesuai selama masa menopause itu berlangsung sangatlah membantu.

    Menopause merupakan proses kehidupan yang memang sudah harus kita lalui cepat ataupun lambat, alangkah indahnya bila jalan menuju menopause ini dapat kita ketahui sebelumnya dengan membaca tanda-tanda jalan yang ada. Dimana saja ada tikungan, lubang, berapa lampu merah, dan tanjakan serta rambu-rambu jalan penting lainnya yang harus kita lalui sehingga kita tidak salah jalan. Dengan demikian perjalanan kita menjadi lebih lancar saat melewati jalan tersebut dan tiba ditempat tujuan tanpa membuang banyak enerji.

    Kunci dari semuanya ini adalah olah raga yang tepat, gizi yang seimbang serta berpasrah diri. Hargai setiap jengkal dari tubuh kita mulai dari ujung jari kaki sampai dengan ujung rambut yang ada dikepala. Kita harus senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada yang Kuasa atas semua yang diberikan kepada kita selama ini.

    http://jakartadoyoga.com/index.php?option=com_content&task=view&id=8&itemid=3

  48. Fahriana Hafizah

    NAMA : FAHRIANA HAFIZAH
    PRODI : D4 KEBIDANAN ( B )

    Pengertian Menopause
    Menopouse atau ketuaan bukanlah mitos. Keduanya merupakan kenyataan. Pengalaman perempuan dengan kedua kenyataan tersebut apakah penuh penderitaan atau tidak, tergantung bagaimana perasaan perempuan mengenai dirinya sendiri.
    Kata monopouse berasal dari bahasa Yunani yang berarti “bulan” dan “penghentian sementara”. Berdasarkan definisinya, kata monopouse itu berarti masa istirahat. Sebenarnya secara linguistik, istilah yang lebih tepat adalah menocease yang berarti berhentinya masa menstruasi.
    Menopouse ialah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Diagnosis menopouse dibuat setelah terdapat amenovera sekurang-kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus haid yang lebih panjang dengan pendarahan yang berkurang. Umur waktu terjadinya monopouse dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan.
    Menopouse rupanya ada hubungannya dengan menarch. Makin dini menarch terjadi, makin lambat monopause timbul; sebaliknya makin lambat menarch terjadi, makin cepat menopause timbul. Pada abad ini umumnya nampak bahwa menarch makin dini timbul dan monopause makin lambat terjadi, sehingga masa reproduksi menjadi lebih panjang.

    Penyebab Menopause
    Untuk memahami mengapa terjadi menopause, mengapa dan bagaimana menopause itu mempengaruhi perempuan, pertama-tama kita harus memiliki pemahaman dasar tentang sistem endokrin perempuan. Sistem endokrin adalah sistem yang mengatur semua zat penting didalam tubuh perempuan yang dikenal sebagai hormon. Dua hormon penting yang dihasilkan perempuan adalah esterogen dan progesterone.
    Salah satu bagian tubuh perempuan yang menghasilkan hormon estrogen adalah indung telur. Keduanya berfungsi dan diperlukan untuk pelepasan jaringan dinding rahim. Meskipun saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain, hormon-hormon ini berbeda.
    Salah satu hal istimewa mengenai tubuh perempuan ialah jika salah satu organ melemah maka organ yang lain akan membantu. Itu pula yang terjadi dengan persediaan esterogen perempuan.
    Ketika indung telur, yang merupakan bagian tubuh yang berhubungan erat dengan produksi esterogen, kehilangan sel-selnya (sama halnya dengan bagian-bagian lain dari tubuh kita sejalan dengan bertambahnya usia) maka kelenjar-kelenjar adrenalin akan mengambil alih sebagian produksi.
    Oleh karenanya seorang perempuan yang mengalami menopause bukan berarti otomatis/ langsung menurun gairah seksualnya.
    Gejala-gejala Menopause
    Haid adalah peristiwa yang terjadi secara khas pada individu, baik dalam awal pertama kali terjadi, dalam siklus, jumlah darah yang keluar, maupun dalam gejala-gejala yang menyertainya. Demikian pula ketika terjadi menapause akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda pada tiap orang. Meskipun demikian, dapatlah dikatakan bahwa gejala-gejala menopause dapat berupa antara lain; insomnia, rasa panas (hot flash), banyak berkeringat, depresi, berkurangnya daya ingat, sulit menahan dorongan untuk kencing (inkontinensia).
    Gejala lain yang menjadi tanda menopause adalah gangguan sembelit, gangguan punggung, dan tulang belulang, bengkak, linu serta nyeri.

  49. Ria Helmalinda

    Nama: Ria Helmalinda
    NIM: 09D40100
    Prodi: Bidan A

  50. Ria Helmalinda

    Nama: Ria Helmalinda
    NIM:09D40100
    Prodi: Bidan A
    Menapouse
    Sebenarnya, apakah arti menopause itu sendiri? Menopause merupakan suatu waktu di usia pertengahan dimana seorang perempuan mendapat haidnya yang terakhir. Atau dengan kata lain merupakan saat dimana seorang perempuan tidak mendapat haid lagi. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur. Sering kali menopause ini terjadi secara gradual. Tetapi kadang kala juga terjadi sekaligus.
    Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause , estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.
    Jenis-jenis menopause yang perlu mendapat perhatian adalah, surgical menopause (menopause yang berhubungan dengan pengobatan). Surgical menopause terjadi jika indung telur dipindah atau rusak, misalnya karena kemoterapi. Dalam hal ini, menopause akan terjadi segera tanpa munculnya perimenopause. Lainnya adalah stress menopause. Terjadi apabila perempuan di akhir usia 30-an atau lebih tidak mendapat haid dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat disebabkan karena stress, kemoterapi, sedih, bulimia, anemia atau gerak badan yang berlebihan.
    Apa tanda-tandanya seorang perempuan akan menopause? Ketika menopause akan datang biasanya periode haid menjadi tidak teratur, terjadi secara berdekatan atau saling berjauhan. Misalnya bulan Mei jadwal haid tanggal 7. Lalu akhir bulan di bulan yang sama haid datang lagi (misalnya tanggal 26). Tetapi di bulan Juni haid datang malah di akhir bulan, misalnya tanggal 29 Juni. Ciri-ciri lainnya adalah :
    * tulang sendi terasa sakit
    * susah berkonsentrasi
    * sakit kepala
    * berkeringat pada malam hari
    * mempunyai kondisi umum yang biasanya terdapat pada PMS
    * perubahan dalam nafsu seksual
    * berkeringat banyak
    * insomnia
    * sering bangun terlalu pagi
    * perubahan mood
    * vagina terasa kering
    * buang air kecil secara frekuentif
    Antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lain memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ada yang hanya memiliki satu ciri. Tetapi ada juga yang memiliki semua ciri di atas.
    Pengalaman perempuan selama menopause juga dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kehidupannya seperti : anak yang telah meninggalkan rumah, perubahan dalam urusan sosial domestik dan hubungan personal, perubahan dalam identitas & imej tubuh, perceraian atau karena menjanda, pensiun, tegang menghadapi ketuaan dan kematian, kehilangan teman, orang yang tercinta dan masalah keuangan, tanggung jawab yang bertambah sehubungan dengan usia yang menua, ketegangan akibat kehilangan kemerdekaan, tidak mampu dan perasaan kesepian.

  51. nama:Hernida
    nim:09D40081
    prodi:DIV.kebidanan (A)

    Menopause
    adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi secara pemanen dan merupakan suatu titik balik dan bukan penyakit. Akan tetapi, kondisi ini bisa memengaruhi kesejahteraan hidup perempuan. yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Penyebab
    • Usia merupakan pemicu utama menopause. Kondisi ini merupakan sisi lain dari pubertas, akhir dari usia subur, yang disebabkan oleh melambatnya fungsi ovarium.
    • Perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Belum ada cara pasti memperhitungkan usia menopause. Hanya perempuan yang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tanpa penyebab yang jelas, yang bisa dikatakan sudah menopause.
    Gejala
    Begitu menopause mendekat, periode menstruasi akan berubah. Tapi perubahan tersebut bisa bervariasi pada setiap perempuan. Ada yang semakin pendek atau lama, semakin banyak atau berkurang, dengan waktu yang lebih lama atau lebih singkat di antara periode. Perubahan seperti ini normal. Tapi jika Anda mengalami perdarahan berat atau jarak periode terlalu dekat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.
    Gejala lain menapous:
    • Hot flashes (kilas panas)
    Merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan membuat wajah serta leher memerah. Selain itu, bisa juga menyebakan munculnya bintik merah di dada, punggung dan lengan. Kondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.

    Intensitas kilas panas berbeda-beda dan umumnya bertahan antara 30 detik hingga 10 menit. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengenakan pakaian tipis, menggunakan kipas angin, olahraga teratur, menghindari makanan pedas dan panas, serta mengontrol stres.
    • Gangguan tidur.
    Kilas panas yang terjadi di malam hari bisa mengganggu tidur dan menyebabkan munculnya keringat. Cobalah trik berikut:

    1) Gunakan kipas angin di kamar Anda
    2) Hindari selimut tebal

    3) Kenakan pakaian dari katun ringan atau material tipis lainnya di malam hari.

    4) Sediakan kain basah di dekat Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung mendinginkan diri begitu kilas panas muncul.

    • Gangguan seks
    Menurunnya produksi estrogen bisa memicu keringnya vagina. Hal ini akan membuat hubungan intim terasa sakit. Cobalah menggunakan pelumas (lubricant) larut dalam air. Selain itu, menopause juga bisa mengubah libido. Jika gangguan seks ini muncul, cobalah berkonsultasi dengan dokter.
    • Kontrol gejala kronis.
    Jika gejala-gejala menopause Anda mengganggu aktivitas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa membantu Anda mempertimbangkan perlu tidaknya terapi hormon dan obat yang diresepkan lainnya, seperti pil KB dosis rendah pada masa perimenopause, antidepressant, obat tekanan darah, krim vagina serta terapi lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan penyesuaian gaya hidup, seperti diet, olahraga, tidur dan mengontrol stres.
    • Terapi hormon pengganti.
    Terapi ini bisa meredakan gejala -gejala menopause. Dokter bisa membantu memilih beragam produk yang tersedia. Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) menganjurkan penggunaan produk dosis rendah dan dalam waktu sesingkat mungkin. Hal ini karena studi telah menemukan bahwa penggunaan terapi pengganti hormon jangka panjang bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, pengentalan darah dan kanker payudara. (MI/ICH)

  52. Di susun oleh:
    Nama : Nurul Auliya
    Nim : 09D40095
    Prodi : DIV bidan klinik dan pendidik
    Stikes husada borneo

    Menopause

    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

    Penyebab

    Usia merupakan pemicu utama menopause. Kondisi ini merupakan sisi lain dari pubertas, akhir dari usia subur, yang disebabkan oleh melambatnya fungsi ovarium. Selain itu, menopause juga disebabkan operasi tertentu dan pengobatan medis. Penanganan medis ini termasuk pengangkatan ovarium, kemoterapi, dan terapi radiasi panggul. Pengangkatan rahim tanpa mengangkat ovarium kemungkinan tidak akan memicu menopause.

    Kapan menopause mulai? Berdasarkan data dari National Institute on Aging, seperti dikutip situs webmd.com, rata-rata perempuan mengalami menopause secara alami di usia 51. Tapi menopause bisa mulai lebih awal. Beberapa perempuan mulai mengalami menopause di usia 40 dan sangat sedikit perempuan yang menopause di akhir usia 60-an.

    Perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Belum ada cara pasti memperhitungkan usia menopause. Hanya perempuan yang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tanpa penyebab yang jelas, yang bisa dikatakan sudah menopause.

    Sebelum menopause (perimenopause). Menopause alami terjadi secara bertahap. Ovarium tidak berhenti dengan tiba-tiba, tetapi melambat secara perlahan. Masa perubahan ke menopause dikenal dengan perimenopause. Selama masa perimenopause, Anda masih memiliki kemungkinan hamil. Meskipun menstruasi tidak bisa diprediksi, ovarium masih berfungsi dan Anda masih bisa ovulasi.

    Gejala menopause. Begitu menopause mendekat, periode menstruasi akan berubah. Tapi perubahan tersebut bisa bervariasi pada setiap perempuan. Ada yang semakin pendek atau lama, semakin banyak atau berkurang, dengan waktu yang lebih lama atau lebih singkat di antara periode. Perubahan seperti ini normal. Tapi jika Anda mengalami perdarahan berat atau jarak periode terlalu dekat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Berikut gejala lain menopause:

    Hot flashes (kilas panas). Gejala ini umum dialami perempuan menopause. Hot flashes merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan membuat wajah serta leher memerah. Selain itu, bisa juga menyebakan munculnya bintik merah di dada, punggung dan lengan. Kondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.

    Intensitas kilas panas berbeda-beda dan umumnya bertahan antara 30 detik hingga 10 menit. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengenakan pakaian tipis, menggunakan kipas angin, olahraga teratur, menghindari makanan pedas dan panas, serta mengontrol stres.

    Gangguan tidur. Kilas panas yang terjadi di malam hari bisa mengganggu tidur dan menyebabkan munculnya keringat. Cobalah trik berikut:

    • Gunakan kipas angin di kamar Anda

    • Hindari selimut tebal

    • Kenakan pakaian dari katun ringan atau material tipis lainnya di malam hari.

    • Sediakan kain basah di dekat Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung mendinginkan diri begitu kilas panas muncul.

    Gangguan seks. Menurunnya produksi estrogen bisa memicu keringnya vagina. Hal ini akan membuat hubungan intim terasa sakit. Cobalah menggunakan pelumas (lubricant) larut dalam air. Selain itu, menopause juga bisa mengubah libido. Jika gangguan seks ini muncul, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

    Kontrol gejala kronis. Jika gejala-gejala menopause Anda mengganggu aktivitas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa membantu Anda mempertimbangkan perlu tidaknya terapi hormon dan obat yang diresepkan lainnya, seperti pil KB dosis rendah pada masa perimenopause, antidepressant, obat tekanan darah, krim vagina serta terapi lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan penyesuaian gaya hidup, seperti diet, olahraga, tidur dan mengontrol stres.

    Terapi hormon pengganti. Terapi ini bisa meredakan gejala -gejala menopause. Dokter bisa membantu memilih beragam produk yang tersedia. Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) menganjurkan penggunaan produk dosis rendah dan dalam waktu sesingkat mungkin. Hal ini karena studi telah menemukan bahwa penggunaan terapi pengganti hormon jangka panjang bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, pengentalan darah dan kanker payudara. (MI/ICH)

  53. MIRA SUSMITA HELDAYANTI

    Nama : Mira susmita Heldayanti
    Nim : 09D40134
    Prody : DIV Bidan Klinik dan Pendidik
    kelas (B)

    HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN GIZI
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.
    Perubahan Hormon
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone – hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.
    Gizi yang Dibutuhkan Wanita Menopause
    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.
    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani)Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosisi
    Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur, diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan Anda dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik dan sehat.

    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.

    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.

    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani)

    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.

  54. Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]

    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.

    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

  55. 1. Pengertian menopause
    enurut arti katanya, menopause berasal dari kata “men” berarti bulan, “pause, pausis, paudo” berarti periode atau tanda berhenti, sehingga menopause diartikan sebagai berhentinya secara definitif menstruasi. Menopause secara teknis menunjukkan berhentinya menstruasi, yang dihubungkan dengan berakhirnya fungsi ovarium secara gradual, yang disebut klimakterium (Kartono, 1992).
    Menopause adalah suatu fase dari kehidupan seksual wanita, dimana siklus menstruasi berhenti. Bagi seorang wanita, dengan berhentinya menstruasi ini berarti berhentinya fungsi reproduksi (tidak dapat hamil dan mempunyai anak), namun tidak berarti peranannya dalam melayani suami di bidang kebutuhan seksual berhenti dengan sendirinya (Hawari, 1996).
    Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa menopause adalah suatu fase dari kehidupan wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi dan berhentinya fungsi reproduksi.
    2. Periode terjadinya menopause
    enurut Damayanti (2003), menopause dipacu oleh perubahan hormon dalam tubuh, yang diawali dengan terkelupasnya pelapis rahim (endometrium) bersama dengan sedikit darah, yang dipicu oleh kadar hormon progesteron yang rendah dalam tubuh. Pada waktu yang sama hormon perangsang folikel (FSH= Foilicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone) yang dihasilkan kelenjar hipofise merangsang proses pematangan telur dalam ovarium. Keadaan ini kemudian menghasilkan peningkatan kadar estrogen. Fase ini disebut fase pengelupasan.
    Fase pengelupasan akan segera diikuti fase proliferasi dimana kadar estrogen tinggi dan membuat endometrium mengalami penebalan. Akhirnya kadar hormon perangsang folikel dan hormon lutein mencapai puncaknya dan terjadi pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi). Folikel tempat sel telur dilepaskan akan membentuk sebuah kelenjar yang disebut corpus luteum yang menghasilkan progesteron, yang akan membuat kelenjar endometrium mengalami fase sekresi sebagai persiapan bila terjadi perubahan, sehingga siap untuk suatu kehamilan. Jika sel telur tidak dibuahi, kadar estrogen menurun, corpus luteum mengalami degenerasi dan kadar progesteronpun menurun.
    Wanita dilahirkan dengan sejumlah besar sel telur yang secara bertahap akan habis terpakai. Ovarium tidak mampu membuat sel telur baru, sehingga begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis, maka ovulasi akan berhenti sama sekali. Jadi terdapat semacam kekurangan hormon yang menyebabkan sebagian besar masalah yang terjadi di sekitar menopause, yang berkembang sesudahnya. Ada tiga macam hormon penting yang diproduksi oleh ovarium, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron, dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi.

  56. Lida Sri Haryanti

    Lida Sri Haryanti
    09D40127
    DIV Kebidanan B

    Banyak yang dikeluhkan seorang perempuan pada tahun-tahun menjelang berhentinya haid. Tingkat kesiapan wanita dalam menghadapi menopause ada dalam kategori cukup, dan keluhan yang timbul saat menopause dalam kategori sedang. Gejala-gejala yang dikeluhkan diantaranya adalah perubahan dalam gairah seksual. Berkurangnya cairan vagina, akan timbul rasa sakit kalau terjadi hubungan badan, selain itu rasa takut kehilangan suami, anak danditinggalkan sendiri dapat menyebabkan keinginan seks menurun dan sulit untuk dirangsang. Perbedaan tingkat kecemasan menghadapi menopause sebelum dan sesudah di beri penyuluhan kesehatan. tidak semua keluhan yang diakibatkan oleh menopause mampu di ungkapkan atau membutuhkan pelayanan, sedangkanpelayanan kesehatan reproduksi yang di inginkan wanita usia lanjut adalah pap smear, pemeriksaan masa tulang dan mamografi.

    http://etd.eprints.ums.ac.id/4467/1/J210050020.pdf

  57. NAMA:RIYANI
    NIM:09D40104
    PRODI:DIV KEBIDANAN (A)

    M0NOPAUSE

    Definisi monopause
    Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Periode transisi menopause dihitung dari periode menstruasi terakhir diikuti dengan 12 bulan periode amenorea (tidak mendapatkan siklus haid).
    Menopause adalah bagian dari periode transisi perubahan masa reproduktif ke masa tidak reproduktif. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya.
    Menopause adalah perubahan yang normal terjadi pada kehidupan seorang wanita ketika periode menstruasinya berhenti. Seorang wanita sudah mencapai menopause apabila dia tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan secara berurutan, dan tidak ada penyebab lain untuk perubahan yang terjadi. Selama menopause, yang umumnya terjadi pada usia 45 – 55 tahun, tubuh seorang wanita secara perlahan mengurangi produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga terjadilah berbagai gejala.
    Gejala
    Gejala-gejala yang normal dialami pada masa menopause dan cara menanganinya adalah :

    • Hot flashes
    Hot flashes umum terjadi pada wanita menopause, berlangsung selama 30 detik sampai beberapa menit, dan kadang diikuti dengan berkeringat terutama malam hari. Lingkungan panas, makan makanan atau minuman panas atau makanan pedas, alkohol, kafein, dan stress dapat menyebabkan terjadinya hot flashes. Modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan meredakan kecemasan dapat menurunkan gejala ini. Hubungi dokter bila memerlukan obat-obat antidepresi atau terapi hormonal.
    • Kekeringan pada vagina
    Gejala pada vagina dikarenakan vagina yang menjadi lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastik berkaitan dengan turunnya kadar hormon estrogen. Gejalanya adalah kering dan gatal pada vagina atau iritasi dan atau nyeri saat bersenggama. Dapat menggunakan pelumas vagina yang dijual bebas atau krim pengganti estrogen yang digunakan dengan mengusapkannya pada vagina. Apabila terjadi perdarahan setelah menggunakan krim estrogen segera pergi ke dokter
    • Gangguan tidur
    Lakukan latihan fisik sekitar 30 menit per hari tapi hindari berolahraga dekat dengan waktu tidur. Hindari alkohol, kafein, makan dalam jumlah besar, dan bekerja tepat sebelum waktu tidur. Usahakan suhu kamar tidur tidak terlalu panas. Hindari tidur siang dan coba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Dapat dilakukan latihan relaksasi seperti meditasi sebelum tidur
    • Gangguan daya ingat
    Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan tetap aktif selalu
    • Perubahan mood
    Tidur dalam jumlah yang cukup dan usahakan aktif selalu

    • Penurunan keinginan berhubungan seksual
    Pada beberapa kasus penyebabnya adalah faktor emosi. Selain itu, penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan pada vagina sehingga berhubungan seksual menjadi tidak nyaman dan sakit. Konsumsi hormon androgen dapat meningkatkan gairah seksual dan pemakaian pelumas dapat mengurangi nyeri. Beberapa wanita mengalami perubahan gairah seksual akibat rasa rendah diri karena perubahan pada tubuhnya. Grup konseling dapat membantu
    • Gangguan berkemih
    Kadar estrogen yang rendah menyebabkan penipisan jaringan kandung kemih dan saluran kemih yang berakibat penurunan kontrol dari kandung kemih atau mudahnya terjadinya kebocoran air seni (apabila batuk, bersin, atau tertawa) akibat lemahnya otot di sekitar kandung kemih. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
    Hal tersebut diatasi dengan latihan panggul (pelvic floor exercise) atau Kegel. Kontraksikan otot panggul seperti ketika sedang mengencangkan atau menutup vagina atau membuka anus (dubur). Tahan kontraksi dalam 3 hitungan kemudian relaksasikan. Tunggu beberapa detik dan ulangi lagi. Lakukan latihan ini beberapa kali dalam sehari (dengan total 50 kali per hari) maka dapat memperbaiki kontrol kandung kemih
    • Perubahan fisik lainnya
    Distribusi lemak tubuh setelah menopause menjadi berubah, lemak tubuh pada umumnya terdeposit pada bagian pinggang dan perut. Selain itu terjadi perubahan di tekstur kulit yaitu keriput dan jerawat. Sejak meopause, badan wanita menghasilkan sedikit hormon pria testosteron yang mengakibatkan beberapa wanita dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian dagu, bagian bawah dari hidung, dada, atau perut.

    Stadium Menopause
    • Menopause prematur (menopause dini)
    Kegagalan ovarium prematur adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Penyebabnya tidak diketahui namun mungkin berkaitan dengan penyakit autoimun atau faktor keturunan. Selain itu, menopause dini dapat terjadi karena obat-obatan atau operasi. Operasi pengangkatan indung telur (oophorectomy) akan mengakibatkan menopause dini. Apabila dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) tanpa pengangkatan indung telur maka gejala menopause dini tidak akan terjadi karena indung telur masih mampu menghasilkan hormon. Selain itu, terapi radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan menopause bila diberikan pada wanita yang masih berovulasi (mengeluarkan sel telur).
    Wanita yang mengalami menopause dini memiliki gejala yang sama dengan menopause pada umumnya seperti hot flashes (perasaan hangat di seluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala), gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunnya keinginan berhubungan seksual. Wanita yang mengalami menopause dini memiliki kejadian keropos tulang lebih besar dari mereka yang mengalami menopause lebih lama. Kejadian ini meningkatkan angka kejadian osteoporosis dan patah tulang.
    • Perimenopause
    Perimenopause adalah masa dimana kondisi tubuh menyesuaikan diri dengan masa menopause yang berkisar antara 2 – 8 tahun. Ditambah dengan 1 tahun setelah periode terakhir menstruasi. Tidak ada cara untuk mengukur berapa lama perimenopause ini akan terjadi. Stadium ini merupakan bagian dari kehidupan seorang wanita yang menandakan akhir dari masa reproduksi. Penurunan fungsi indung telur selama masa perimenopause berkaitan dengan penurunan hormon estradiol dan produksi hormon androgen. Apabila seorang wanita masih mengalami periode menstruasi pada masa perimenopause, meskipun tidak teratur, dia dapat tetap hamil.

    Gejala-gejala perimenopause diantaranya adalah :
    • Perubahan di dalam periode menstruasi (memendek atau memanjang, lebih banyak atau lebih sedikit atau tidak mendapat menstruasi sama sekali)
    • Hot flashes
    • Keringat malam
    • Kekeringan pada vagina
    • Gangguan tidur
    • Perubahan mood (depresi, mudah tersinggung)
    • Nyeri ketika bersanggama
    • Infeksi saluran kemih
    • Inkontinensia urin (tidak mampu menahan keluarnya air seni)
    • Tidak berminat pada hubungan seksual
    • Peningkatan lemak tubuh di sekitar pinggang
    • Bermasalah dengan konsentrasi dan daya ingat
    Kontrasepsi oral (pil) sering digunakan untuk pengobatan pada tahapan perimenopause meskipun wanita tersebut tidak memerlukannya untuk tujuan kontrasepsi. Dosis rendah pil kontrasepsi mengurangi gejala hot flashes, kekeringan pada vagina, dan sindroma premenstruasi.
    • Postmenopause
    Postmenopause adalah masa dimana seorang wanita sudah mencapai menopause. Pada tahapan ini seorang wanita akan rentan terhadap osteoporosis dan penyakit jantung

    Gangguan Kesehatan
    • Osteoporosis
    Hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur membantu mengontrol regenerasi (pertumbuhan dan perbaikan) tulang. Pada masa menopause, hormon estrogen menurun produksinya sehingga menyebabkab tulang menjadi mudah keropos. Tulang menjadi lemah dan mudah patah. Kondisi ini disebut osteoporosis.
    Tatalaksana dari osteoporosis adalah pencegahan terjadinya patah tulang dengan cara memperlambat hilangnya sel-sel tulang dan meningkatkan densitas serta kekuatan tulang. Diantaranya adalah perubahan gaya hidup termasuk berhenti merokok, minum minuman alkohol, berolahraga teratur, dan mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dengan kalsium dan vitamin D yang adekuat. Obat-obatan yang dapat menghentikan kehilangan sel-sel tulang dan meningkatkan kekuatan tulang dapat didiskusikan dengan dokter anda.
    • Penyakit Jantung.
    Perubahan kadar estrogen dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berat badan yang mengakibatkan peningkatan risiko untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Terapi
    Menopause sendiri adalah bagian yang normal dari perjalanan hidup seorang wanita dan bukan merupakan penyakit yang perlu diterapi. Bagaimanapun juga, terapi dimungkinkan apabila gejala dari menopause mengganggu atau bertambah parah.

    Modifikasi Gaya Hidup
    Modifikasi gaya hidup dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami akibat gejala yang terjadi dan membuat tubuh terasa lebih sehat. Modifikasi gaya hidup yang disarankan adalah :
    • Nutrisi yang cukup à peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit jantung meningkat pada saat menopause, karena itu diet yang sehat dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum sangat dianjurkan. Tambahkan makanan yang kaya akan kandungan kalsium atau tambahkan suplemen kalsium. Hindari alcohol dan kafein yang dapat memicu terjadinya hot flashes. Bila merokok, usahakan untuk berhenti
    • Olahraga teratur à aktivitas fisik yang teratur membantu untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang, dan meningkatkan mood. Jalan cepat, aerobic low impact, dan menari adalah contoh olahraga yang dapat menguatkan tulang. Cobalah berolahraga dengan intensitas sedang sekitar 30 menit per hari
    • Mengurangi stress à berlatihlah secara teratur cara untuk mengurangi stress. Meditasi atau yoga dapat membantu untuk relaksasi dan menyesuaikan diri dengan gejala yang dialami pada periode peralihan
    • Hormonal
    Selama fase perimenopause, beberapa dokter menyarankan untuk menggunakan pil kontrasepsi untuk mengurangi gejala yang terjadi. Ketika masuk ke dalam fase menopause, apabila gejala-gejala tersebut semakin mengganggu maka dapat disarankan untuk terapi hormonal menggunakan hormon estrogen dan progesterone bila masih memiliki rahim atau hormone estrogen bila sudah tidak memiliki rahim. Terapi hormonal ini dapat mengurangi gejala yang terjadi di masa menopause dan mencegah keroposnya tulang.
    Terapi hormonal tersedia dalam berbagai macam bentuk, diantaranya adalah tablet atau patch yang ditempelkan ke kulit, Hormon Replacement Therapy (HRT), dan terapi hormonal lokal (vagina). Terapi hormonal dapat mengandung estrogen saja, progesterone saja, testosterone saja, atau kombinasi estrogen-progesteron. Terapi hormonal efektif untuk mengurangi gejala hot flashes dan kekeringan pada vagina.
    Bagaimanapun juga, terapi hormonal tidak dapat memperbaiki mood maupun gangguan tidur dalam waktu singkat apabila sumber masalahnya tidak diatasi terlebih dahulu. Terapi hormonal dilakukan dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk mengurangi hot flashes.
    Terapi hormonal diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Risiko tersebut meningkat dengan semakin lama pemakaian Hormon Replacement Therapy (HRT) dan dapat dideteksi dalam 1 – 2 tahun pemakaian terapi hormonal. Risiko tersebut menurun ketika terapi hormonal dihentikan dan membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk penurunan risiko kembali seperti semula. Terapi hormonal kombinasi juga dikatakan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Terapi hormonal dengan menggunakan estrogen saja berkaitan dengan peningkatan risiko kanker endometrium.
    Wanita yang tidak disarankan untuk terapi hormonal adalah wanita yang:
    • Memiliki masalah dengan perdarahan vagina
    • Memiliki kanker (payudara atau rahim)
    • Riwayat stroke atau serangan jantung
    • Riwayat penggumpalan darah
    • Memiliki sakit liver (sakit hati)
    Efek samping dari terapi hormonal adalah :
    • Perdarahan vagina
    • Rasa penuh di perut
    • Nyeri , keras, dan pembesaran pada payudara
    • Sakit kepala
    • Perubahan mood
    • Mual

    Gizi yang Dibutuhkan Wanita Menopause

    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.

    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.

    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani)

    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.

    Dengan persiapan diri yang prima akan menopause (dengan mengonsumsi suplemen yang kaya akan fitoestrogen, olahraga secara teratur, diet seimbang dengan gizi cukup serta menjaga pikiran tetap positif), makan Anda dapat melewati masa menopause tanpa rasa takut dan tetap tampil cantik dan sehat.

  58. Eka Setyaningsih

    NAMA:EKA SETYANINGSIH
    NIM:09D40071
    PRODI:DIV KEBIDANAN

    MENOPAUSE DINI DAN CARA MENCEGAH MENOPAUSE DINI

    Menopause Dini DEFINISI
    Menopause Dini adalah suatu keadaan dimana fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun.

    PENYEBAB
    Pada menopause dini, kadar estrogen rendah tetapi kadar hormon hipofisa yang merangsang ovarium (terutama FSH) tinggi sebagai usaha untuk merangsang ovarium.
    Menopause dini bisa disebabkan oleh:
    • Kelainan bawaan (biasanya kelainan kromosom)
    • Penyakit autoimun (tubuh membentuk antibodi yang menyerang ovarium)
    • Pengangkatan ovarium.
    Merokok bisa menyebabkan menopause dini yang terjadi beberapa bulan lebih awal.

    GEJALA
    Selain tidak lagi mengalami menstruasi, penderita juga mengalami gejala menopause lainnya seperti hot flashes dan emosi yang tidak stabil.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
    Jika diduga penyebabnya adalah penyakit autoimun, dilakukan pemeriksaan darah untuk mencari adanya antibodi.

    Pada penderita yang berusia dibawah 30 tahun biasanya dilakukan analisa kromosom.
    Jika ditemukan kromosom Y, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat setiap jaringan testis dari perut karena jaringan ini memiliki resiko kanker sebesar 25%.
    Analisa kromosom tidak perlu dilakukan pada wanita yang berusia diatas 35 tahun.

    PENGOBATAN
    Terapi sulih estrogen (TSE) bisa mencegah atau mengatasi gejala-gejala menopause.

    Penderita menopause dini memiliki peluang kurang dari 10% untuk bisa hamil lagi. Peluang tersebut bisa meningkat sampai 50% jika penderita mengandung sel telur yang berasal dari wanita lain.
    Setelah dibuahi, sel telur dari donor tersebut lalu ditanamkan pada rahim penderita.
    Sebelum hasil pembuahan ditanamkan pada rahim penderita, penderita mendapatkan terapi hormon estrogen dan progesteron sehingga terjadi menstruasi buatan dan lapisan rahim kembali aktif serta siap untuk menjalani kehamilan.
    Setiap perempuan pasti akan mengalami menopause memasuki usia 50 tahun. Namun dalam perkembangannya, perempuan berusia 35 tahun pun bisa mengalami menopause atau yang dikenal dengan istilah menopause dini.
    Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya menopause dini, antara lain penyakit atau mengalami gangguan hormonal, sehingga hormon estrogen tidak bisa diproduksi lagi.
    Ada pula perempuan yang karena penyakit tertentu sehingga indung telurnya harus diangkat. Begitu indung telur/ ovarium diangkat, maka akan kekurangan hormon estrogen karena yang memproduksi estrogen adalah indung telur.
    Hal tersebut di atas bisa menjadi penyebab yang tidak bisa ditolak perempuan. Namun ada juga penyebab menopause dini justru karena gaya hidup.
    Gaya hidup yang ingin selalu instan dan mengkonsumsi obat-obatan pelangsing dengan cara yang salah memicu terjadinya menopause dini.
    Banyak perempuan yang ingin mendapatkan tubuh langsing lalu menggunakan obat-obatan pelangsing yang tidak jelas. Padahal mereka tahu bahwa cara yang benar adalah olahraga dan diet teratur. Tetapi mereka umumnya tidak sabar, ingin segera tampak langsing lalu mengkonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter.
    Gaya hidup salah yang lain adalah mengubah budaya makan yang sudah benar menjadi salah. Contohnya, tempe dan tahu sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia tetapi sekarang banyak orang yang tidak mau makan tempe tahu karena gengsi.
    Mereka lebih senang makan makanan siap saji yang tidak mengandung gizi seimbang. Padahal tempe dan tahu salah satu makanan yang mengandung fitoestrogen nabati/ tumbuh-tumbuhan cukup tinggi.
    Contoh lainnya, banyak orang sekarang terlau sibuk cari uang sehingga tidak sempat berolahraga atau merasa sudah kehabisan tenaga untuk melakukannya. Padahal olahraga selain membuat tubuh segar, juga melancarkan peredaran darah, membantu produksi hormon dan menguatkan tulang. Salah satu penyakit yang mengancam wanita menopause adalah tulang keropos atau osteoporosis.
    Apa gejala menopause? Perempuan menopause akan mengalami beberapa macam gejala yang cukup mengganggu kualitas hidup, seperti merasakan sakit ketika berhubungan seks, depresi, jantung berdebar-debar, sakit kepala, pegal-pegal, pelupa serta terancam osteoporosis, jantung koroner, stroke dan kanker usus besar.
    Banyak perempuan yang tidak menyadari dirinya mengalami menopause, karena tidak memiliki informasi soal menopause. Sehingga untuk menghilangkan gangguan yang dirasakan, mereka mengobatinya secara simptomatik atau berdasarkan apa yang dirasakan. Biasanya kaum perempuan minum obat pusing karena merasa pusing. Minum obat rematik atau obat pegal karena seluruh badan terasa pegal dan celakanya juga minum obat tidur karena sulit tidur. Padahal segala keluhan muncul karena tubuh sudah tidak memproduksi hormon estrogen lagi.
    Selain itu minum berbagai macam obat yang memiliki efek samping ke ginjal. Karena penyebab utamanya adalah kekurangan hormon estrogen, penyembuhan yang paling tepat adalah menambahkan hormon estrogen dari luar ke dalam tubuh.
    Gejala Menopause
     Sakit kepala ketika hubungan seksual
     Depresi
     Jantung berdebar
     Sakit kepala
     Pegal-pegal
    Tips Pencegahannya
     Hindari makanan yang instan
     Makan makanan yang mengandung fitoestrogen seperti kacang-kacangan, buah pepaya, bengkuang dan lainnya
     Olahraga teratur
     Terapkan pola hidup sehat
    Bantu Dengan Konsumsi Buah-buahan
    Untuk mencegah menopause dini, disarankan agar kaum perempuan mengkonsumsi fitoestrogen yang banyak terdapat pada makanan khas Indonesia.
    Fitoestrogen bisa ditemukan pada buah-buahan seperti pepaya, bengkuang, teh hijau, kacang kedelai serta produk kedelai seperti tempe, tahu dan tauco. Fitoestrogen juga bisa didapat dari biji-bijian gandum, wijen, biji bunga matahari, dan kacang tunggak. Selain itu, rajin berolahraga, berjemur di sinar matahari pagi dan minum susu bebas lemak.
    Yang perlu diketahui, fitoestrogen juga memiliki kelemahan, yakni tidak bisa mencegah osteoporosis dan mengatasi ‘kekeringan’ pada vagina. Padahal kedua hal ini merupakan keluhan yang paling banyak dikemukakan.Keluhan itu bisa diatasi dengan memakai krim khusus untuk vagina, sedangkan untuk osteoporosis bisa dihambat dengan minum susu hewan tanpa lemak.
    Bagi yang mampu dapat minum hormon yang terkenal dengan nama terapi sulih hormon. Tetapi ini cukup mahal, tapi mempunyai efek signifikan terhadap keluhan perempuan menopause.
    Perempuan yang selalu merasa murung bisa kembali ceria, tidak lagi merasakan jantung berdebar-debar, pusing ataupun merasa pegal-pegal.Hanya saja, obat ini memiliki risiko kanker payudara, terutama pada pasien yang memiliki sejarah kanker dalam keluarganya. Namun jika tetap ingin menggunakannya, sebaiknya melakukan uji laboratorium mammografi/ rontgen pada payudara dan papsmear 6 bulan sampai setahun sekali dan hanya digunakan selama 5 tahun saja itu pun dengan pengawasan dokter.

  59. nama:Khairunida
    nim:09D40126
    prodi:DIV bidan klinik dean pendidik
    Bidan:B
    gizi pada menopause
    judul:TENTANG MENOPAUSE

    Pada beberapa wanita, berakhirnya menstruasi terjadi secara mendadak. Apabila satu tahun penuh telah berlalu tanpa mendapat menstruasi, ia dapat dengan yakin menyimpulkan bahwa menopause terjadi saat terakhir kali ia mendapat menstruasi.
    . Gejala-gejala lain yang dialami wanita, kata Gail Sheehy, dapat meliputi “berkeringat pada malam hari, insomnia, inkontinen urine (tidak dapat mengendalikan fungsi kandung kemih), serangan mendadak berupa pembengkakan pada lingkar pinggang, jantung berdebar, menangis tanpa sebab, ledakan amarah, migren, gatal-gatal, perasaan seperti ada serangga yang merayap di kulit, (dan) pelupa.

    Apa Yang Dibutuhkan Wanita

    Pengertian, serta pandangan yang cerah, sangat penting. Jadi seraya pasal baru dalam kehidupan Anda ini mendekat, sediakan waktu untuk memusatkan pikiran Anda pada minat-minat yang baru dan menantang yang hendaknya tidak disepelekan adalah pengaruh menopause secara fisik pada tubuh. para dokter dan para ahli mengusulkan prinsip-prinsip umum berikut ini sehubungan kesehatan yang baik dalam mempersiapkan masa transisi makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga yang bersahaja.

    Kebutuhan akan gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) tidak berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia lanjut, namun kebutuhannya akan kalori berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan berlemak yang “berkalori namun tidak bergizi”.
    Makanan Apa Yang Terbaik?
    Protein
    Karbohidrat
    Lemak
    Air
    Vitamin dan Mineral KEDATANGAN “tamu besar” yaitu masa menopause, sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian wanita. Padahal mereka tahu bahwa semua wanita pasti akan mencapai masa itu, tapi tidak semua wanita siap menghadapinya. Apalagi masa menopause sering dibarengi dengan berbagai keluhan, seperti hot flush, insomnia, sakit kepala, mood swing, dan sebagainya.
    Gejala pada masa perimenopause ini mirip dengan PMS (pre-menstruasi syndrome) yang umumnya timbul menjelang haid. Penyebabnya sama, yaitu terjadinya perubahan hormon. Pada wanita menjelang menopause, penyebab utama adalah menurunnya hormon estrogen secara drastis.

    “Salah satu hal yang paling membuat wanita di Indonesia merasa takut menghadapi menopause karena jarang “dipakai” suami atau ketika suami mengalami ‘puber kedua’, maka strespun bisa meningkat. Sementara mereka yang secara sexually aktif maka tidak akan cepat menopause.

    sumber:www.gizi menopause.com

  60. Ika Lidya Pratiwi

    Menopause, Gejala Multisistem Organ

    Ketika terjadi perubahan fisiologis selama menopause, akan terjadi pula perubahan pola respon gonadotropin. Wanita pun akan mengalami fase klimakterium, fase yang tidak stabil.
    Tua-tua keladi, makin tua makin jadi, demikian irama peribahasa yang kondang di Indonesia. Seorang anak yang lugu, kecil, sering sakit, lama-kelamaan akan tumbuh juga menjadi manusia dewasa yang tampan, sehat, dan mapan. Setelah itu, sudah fitrahnya bagi manusia untuk terus tumbuh dan akhirnya menjadi tua renta, tidak dapat dilawan. Salah satu proses penuaan yang penting baik bagi kaum adam dan hawa ialah menopause, penurunan fungsi sistem reproduksi manusia. Terlebih lagi bagi kaum perempuan, proses penuaan merupakan isu yang selalu hangat untuk dibahas, para wanita memang haus akan keindahan. Artikel ini akan lebih memfokuskan menopause pada wanita, tanda dan gejala seiring menopause, serta penanganannya.
    Prof. dr. Ichramsyah Rahman, Sp.OG(K), dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menegaskan bahwa meskipun masih banyak kontroversi, pemberian terapi sulih hormon (Hormonal Replacement Therapy) masih merupakan metode ‘koreksi’ untuk para lansia yang telah mengalami menopause. Hormon tambahan ini terbukti mampu mencegah terjadinya tanda dan gejala penyakit yang menyertai menopause, selain efeknya juga mampu membuat para ibu lansia dapat tetap tampil muda. Kontroversi penggunaan terapi ini ialah efeknya yang karsinogenik, memicu tumbuhnya kanker payudara.

    Pengertian menopause
    Menopause pada wanita merupakan bagian universal dan ireversibel dari keseluruhan proses penuaan yang melibatkan sistem reproduksi, dengan hasil akhir seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Seorang wanita dikatakan menopause minimal 12 bulan setelah menstruasinya yang terakhir, ditandai dengan gejala-gejala vasomotor dan urogenital, misalnya kering vagina dan dispareunia. Masa sekitar 12 bulan itu dinamakan klimakterium. Sementara sebelum benar-benar menopause, 5-10 tahun sebelumnya gejala-gejala vasomotor dan mens yang ireguler ini sudah mulai muncul, dinamakan fase perimenopause.
    Saat ini, terutama di negara maju, angka harapan hidup sudah semakin tinggi, akibatnya makin banyak wanita yang mengalami menopause. Meski banyak yang berusia lebih dari 75 tahun, usia rata-rata penderita menopause ialah 50-51 tahun. Beberapa faktor juga dapat mempercepat terjadinya menopause, di antaranya merokok, histerektomi, carrier Fragile X, kelainan autoimun, dan dikabarkan juga akibat tinggal di dataran tinggi.
    Menopause itu sendiri terjadi secara fisiologis akibatnya hilang atau berkurangnya sensitivitas ovarium terhadap stimulasi gonadotropin, yang berhubungan langsung dengan penurunan dan disfungsi folikuler. Oosit di dalam ovarium akan mengalami atresia ketika siklus reproduksi wanita. Selain itu folikel juga mengalami penurunan kualitas dan kuantitas folikel secara kritis setelah 20-25 tahun sesudah menarche. Itu sebabnya pada fase perimenopause dapat terjadi siklus menstruasi yang ireguler. Selain itu iregularitas menstruasi juga terjadi akibat fase folikuler pada fase siklus menstruasi yang juga memendek.

    Patofisiologi menopause
    Semakin tua, folikel seorang wanita akan makin resisten terhadap stimulasi gonadotropin, akibatnya FSH dan LH di darah akan meningkat. Peningkatan FSH dan LH akan menyebabkan stimulasi stromal terhadap ovarium, yang menyebabkan peningkatan estrone dan penurunan kadar estradiol. Kadar inibin juga menurun drastis karena terjadi feedback negatif dengan peningkatan FSH. Karenanya, menopause dapat dideteksi dengan rendahnya kadar estrogen di peredaran darah. Pada masa ini, terutama pada fase postmenopause, estrogen didapat dari stroma ovarium (bukan dari folikel langsung) dan dari sekresi androstenedion yang diaromatisasi menjadi estrone di sirkulasi perifer. Estrogen yang demikian (estrone) dinamakan estrogen ekstragonadal dan merupakan pemasok utama estrogen pada wanita postmenopause. Aromatisasi androgen menjadi estrogen ini terjadi di jaringan lemak, namun tidak menjamin bahwa wanita yang gemuk akan lebih sedikit mengalami gejala vasomotor.
    Secara klinis indikasi menopause dapat dilihat dari kadar FSH darah. Prinsipnya, FSH akan sedikit lebih tinggi daripada LH karena tidak terlalu banyak FSH yang direduksi di ginjal. Meski demikian, kadar FSH yang tinggi —meskipun sudah berusia >40 tahun— masih memiliki risiko untuk hamil, selagi dia belum memasuki fase postmenopause. Karenanya, tak heran masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita berusia di atas 40 tahun.

    Efek klinis menopause
    Ketika terjadi perubahan fisiologis selama menopause, akan terjadi pula perubahan pola respon gonadotropin. Pada saat ini juga akan terjadi sekresi estrogen yang fluktuatif, wanita pun akan mengalami beberapa gejala yang secara keseluruhan disebut fase klimakterium, fase yang tidak stabil. Gejala ini meliputi hot flashes, insomnia, peningkatan berat badan, perubahan suasana hati, mens yang ireguler, mastodinia, serta sakit kepala. Lamanya periode ini berbeda-beda pada setiap orang, gejalanya bisa dimulai sejak perimenopause dan berlanjut hingga 5-10 tahun sesudah menopause. Fluktuasi hormon ini dapat dihentikan dengan pil kontrasepsi oral dan terapi sulih hormon untuk mengurangi gejala klimakterium. Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi folikel pun akan terus menurun dan pada akhirnya sudah tidak ada lagi fluktuasi, hormon sudah tidak diproduksi, maka gejala pun akan berkurang sampai habis masa menopause.
    Efek berkurangnya hormon seks dapat dilihat di alat kelamin sejak masa perimenopause. Akibat berkurangnya estrogen, eptiel vagina akan makin merah akibat menipisnya lapisan epitel, pembuluh-pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit pun akan makin terlihat. Akhirnya, karena epitel vagina menjadi atrofi, kapiler pun tidak lagi memperdarahi epitel, permukaan vagina pun menjadi pucat. Selain itu, rugae-rugae (kerut) vagina akan jauh berkurang yang mengakibatkan permukaannya menjadi licin, akibatnya sering sekali wanita mengeluhkan dispareunia, akhirnya menjadi malas berhubungan seksual, kondisi yang populer disebut ‘frigiditas’ pada wanita paruh baya.
    Jauh di dalam rongga pelvis, uterus wanita menopause akan mengecil. Pada pemeriksaan ginekologis dapat dipastikan uterus akan makin sulit terdeteksi pada palpasi. Selain itu, karena produksi hormon sudah jauh berkurang, akhirnya endometriosis dan adenomyosis pun tidak lagi muncul. Wanita yang tadinya sangat tersiksa dengan nyeri panggul, yang umumnya karena endometriosis, akhirnya tidak lagi merasa nyeri.
    Ovarium pun akan mengecil dan makin sulit terdeteksi pada palpasi pemeriksaan ginekologis. Lebih jauh lagi, pada wanita yang sudah sangat tua, tonus panggul pun sudah jauh berkurang, sehingga tak jarang terjadi prolaps organ reproduksi atau traktus urinarius. Gejalanya berupa prolapsus uteri dengan tekanan kuat pada vagina, low back pain, serta terdapat pembengkakan pada introitus vagina. Ketika diperiksa, dapat ditemukan sistokel, rektokel, yang dibarengi dengan prolapsus uteri. Infeksi saluran kemih juga lebih mudah terjadi pada wanita menopause karena sering terjadi sistitis atrofik akibat atrofi epitel saluran kelamin.
    Selain organ-organ panggul, secara umum kulit pun akan mengalami penurunan elastisitas akibat berkurangnya fungsi kolagen pada jaringan lunak. Tulang-tulang pun akan mengalami penurunan kepadatan mineral (bone density). Payudara pun akan mengalami penurunan kepadatan jaringan lunak dan digantikan dengan jaringan lemak, efek positifnya hal ini akan lebih memudahkan pemeriksaan mammografi.
    Hot flashes sering sekali dikeluhkan meski kehadirannya tidak dapat diprediksi dan sering juga timbul sepanjang tahun di masa perimenopause atau postmenopause. Gejala ini sering membuat penderita menjadi malu hingga mengalami gangguan tidur atau gangguan suasana hati. Gejalanya berupa rasa panas dari area umbilikal dan naik menuju ke kepala, diikuti keringan di kepala dan tubuh bagian atas. Dapat juga terjadi gejala kardiovaskular atau neurologis seperti palpitasi, sakit kepala, vertigo, baik dengan atau tanpa rasa panas.

    Gejala multisistem organ

    Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, terdapat pula isu-isu lain yang sangat populer berkaitan dengan menopause, di antaranya osteoporosis, kanker payudara, serta penyakit jantung koroner (PJK). Keluhan ini menjadi penting ditekankan karena menjadi faktor morbiditas dan mortalitas utama pada wanita menopause.
    Berkaitan dengan menopause wanita, penyakit jantung koroner dapat terjadi karena efek protektif kardiovaskular estrogen mendadak berkurang. Estrogen mampu mengurangi kadar LDL dan meningkatkan HDL dalam sirkulasi. Beberapa lembaga, misalnya The Heart and Estrogen/Progestin Replacement (HERS) dan Women Health Initiative (WHI) telah melakukan penelitian memberikan terapi sulih hormon untuk mengurangi insiden PJK pada wanita menopause. Hasilnya, banyak penelitian membuktikan bahwa terapi hormon tidak terlalu efektif sehingga pengobatannya harus ditambah dengan obat-obatan penghancur LDL, misalnya golongan statin. Terapi hormon memberikan efek yang baik pada wanita menopause yang mengalami operasi angioplasti agar tidak terjadi restenosis.
    Meski terapi sulih hormon ini terbukti efektif untuk mengurangi beberapa gejala menopause, namun penggunaannya masih menimbulkan kontroversi karena diduga menginduksi terjadinya kanker payudara. Karena banyak penelitian yang mendukung dan menolak penggunaan terapi sulih hormon untuk menopause, maka dapat disimpulkan bahwa setiap individu manusia bersifat unik, termasuk dalam merefleksikan kanker payudara setelah penggunaan hormon. Sampai saat ini, terapi sulih hormon hanya diindikasikan untuk meredakan gejala vasomotor akibat menopause.
    Wanita memiliki insiden lebih tinggi untuk terkena penyakit Alzheimer daripada laki-laki, terapi sulih hormon juga terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya Alzheimer. Selain itu, gangguan sistem saraf pusat pada wanita menopause ialah seringnya terjadi depresi pada wanita meski sejak fase perimenopause.

    Terapi sulih hormone

    Sejak awal sering disinggung terapi sulih hormon, alasan utama penggunaannya ialah akibat fluktuasi estrogen akibat menopause dengan gejla vasomotor, risiko kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah siklus mens yang tidak teratur, serta menjaga ketahanan tulang.
    Penggunaan terapi ini juga harus melalui konseling, terutama kapan pemberian terapi. Misalnya, terapi baru boleh dilakukan setelah wanita dan pasangannya telah disterilisasi. Selain itu perlu pula dipertimbangkan riwayat merokok, pengaruh media massa, budaya, kultur, taraf ekonomi, dan riwayat penyakit keluarga, agar terapi ini berjalan efektif.
    Reaksi silang terapi sulih hormon meliputi kembung, mastodynia, perdarahan vagina, dan sakit kepala. Kadang terjadi juga reaksi silang yang tidak jelas, biasanya karena terapi yang tidak kontinu, Hormon ini diberikan secara sistemik, transdermal, atau topikal dengan krim atau tablet vagina. Kontraindikasi terapi ini ialah perdarahan vagina yang tidak terdeteksi, penyakit liver berat, kehamilan, trombosis vena, kanker endometrium dan riwayat kanker payudara. Selain estrogen dapat diberikan pula profestin jika pasien tidak dapat mentoleransi estrogen.
    Terdapat pula produk estrogen herbal terutama berbagai tipe fitoestrogen yang didistribusikan luas. Produk fitoestrogen sehari-hari yang diduga memiliki efek yang sama dengan terapi hormon ialah kacang kedelai. Namun, belum ada randomized controlled trial (RCT) yang membuktikan efektifitas fitoestrogen. Wanita yang memiliki riwayat kanker payudara dengan kontraindikasi sulih hormon estrogen juga dapat mengggunakan ramuan ini untuk mengruangi panas dan gejala vasomotor yang timbul.

  61. nama:susi astuti
    nim:09D40146
    prodi:DIV bidan klinik dan pendidik
    bidan:B
    gizi pada menopause
    judul:TENTANG MENOPOUSE

    Pada beberapa wanita, berakhirnya menstruasi terjadi secara mendadak. Apabila satu tahun penuh telah berlalu tanpa mendapat menstruasi, ia dapat dengan yakin menyimpulkan bahwa menopause terjadi saat terakhir kali ia mendapat menstruasi.
    . Gejala-gejala lain yang dialami wanita, kata Gail Sheehy, dapat meliputi “berkeringat pada malam hari, insomnia, inkontinen urine (tidak dapat mengendalikan fungsi kandung kemih), serangan mendadak berupa pembengkakan pada lingkar pinggang, jantung berdebar, menangis tanpa sebab, ledakan amarah, migren, gatal-gatal, perasaan seperti ada serangga yang merayap di kulit, (dan) pelupa.

    Apa Yang Dibutuhkan Wanita

    Pengertian, serta pandangan yang cerah, sangat penting. Jadi seraya pasal baru dalam kehidupan Anda ini mendekat, sediakan waktu untuk memusatkan pikiran Anda pada minat-minat yang baru dan menantang yang hendaknya tidak disepelekan adalah pengaruh menopause secara fisik pada tubuh. para dokter dan para ahli mengusulkan prinsip-prinsip umum berikut ini sehubungan kesehatan yang baik dalam mempersiapkan masa transisi makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga yang bersahaja.

    Kebutuhan akan gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral) tidak berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia lanjut, namun kebutuhannya akan kalori berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari makanan bergula dan berlemak yang “berkalori namun tidak bergizi”.
    Makanan Apa Yang Terbaik?
    Protein
    Karbohidrat
    Lemak
    Air
    Vitamin dan Mineral KEDATANGAN “tamu besar” yaitu masa menopause, sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian wanita. Padahal mereka tahu bahwa semua wanita pasti akan mencapai masa itu, tapi tidak semua wanita siap menghadapinya. Apalagi masa menopause sering dibarengi dengan berbagai keluhan, seperti hot flush, insomnia, sakit kepala, mood swing, dan sebagainya.
    Gejala pada masa perimenopause ini mirip dengan PMS (pre-menstruasi syndrome) yang umumnya timbul menjelang haid. Penyebabnya sama, yaitu terjadinya perubahan hormon. Pada wanita menjelang menopause, penyebab utama adalah menurunnya hormon estrogen secara drastis.

    “Salah satu hal yang paling membuat wanita di Indonesia merasa takut menghadapi menopause karena jarang “dipakai” suami atau ketika suami mengalami ‘puber kedua’, maka strespun bisa meningkat. Sementara mereka yang secara sexually aktif maka tidak akan cepat menopause.

    sumber:www.gizi pada menopause.com

  62. Menopause seringkali menjadi momok yang menakutkan. Kekhawatiran ini mungkin berawal dari pemikiran bahwa dirinya akan menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi. Rasa kekhawatiran yang berlebihan menyebabkan mereka sangat sulit menjalani masa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menopause pada wanita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Tahun 2009. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif analitik. Waktu penelitian dilakukan pada bulan November-Maret 2009. Jumlah populasi adalah 1254 orang dengan jumlah sampel yang diperoleh melalui rumus sebanyak 125 orang. Hasil penelitian diperoleh, responden terbanyak status menikah (82,4%), tidak bekerja (71,2%),beban kerja ringan (54,4%) menopause (51,2%), usia menarche < 15 tahun (67,2%), jumlah anak ? 4 orang (54,4%), usia melahirkan anak terakhir < 40 tahun (74,3%), pernah menggunakan kontrasepsi (68%), kontrasepsi hormonal (95,7%), tidak merokok (69,6%), tidak minum alkohol (93,6%), tidak sakit (93,6%). Usia menopause rata-rata 45,2 tahun, usia menarche rata-rata 13,54 tahun, jumlah anak rata-rata 4,04 orang, dan usia melahirkan anak terakhir rata-rata 35,65 tahun. Ditemukan bahwa faktor yang mempengaruhi menopause adalah usia menarche (p=0,022), jumlah anak (p=0,000), usia melahirkan anak terakhir (p=0,046), pemakaian kontrasepsi (p=0,002) dan kebiasaan merokok (p=0,011). Dari hasil analisis multivariat terdapat empat variabel yang berhubungan secara bersamaan terhadap terjadinya menopause yaitu status pekerjaan (p=0,033), jumlah anak (p=0,000), penggunaan kontrasepsi (p=0,004), dan merokok (p=0,003). Diharapkan bagi pihak posyandu lansia ataupun pihak KIA agar lebih ditingkatkan sosialisasi tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi menopause pada seorang wanita kepada seluruh penduduk wanita, baik melalui konseling ataupun penyuluhan.
    Menopause often be a frightening specter. This concern may be started from the thought that will not be healthy, not in hale, and not beautiful anymore. The sense of over concern cause them very difficult to have this. This research aims to determine the factors that affect menopause at women in Titi Papan village Medan City year 2009. The type of this research is survey that is analytical descriptive. Time of research conducted in November-March 2009. The number of population is 1254 people with the number of samples obtained through the formula as much as 125 people. Research results obtained, respondents with the highest status of married (82,4%), does not work (71,2%), light work load (54,4%), menopause (51,2%), age of menarche our variables that are connected simultaneously to the occurrence of menopause, namely employment status (p = 0033), the number of children (p = 0,000), the use of contraceptives (p = 0,004), and smoking (p = 0,003). The elderly posyandu or the KIA expected to be more enhanced socialization of the factors that can affect menopause in a woman to the entire population of women, either through personal counseling or mass counseling.
    URI: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14625

  63. Annisa vera agustini

    Nama : Annisa Vera Agustini
    Nim : 09D40112
    Sumber : http://www.google.com

    GIZI PADA WANITA MENOPAUSE
    Makan makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan merupakan kebutuhan pendukung untuk hidup lebih berkualitas pada wanita menopause.

    Kebutuhan kalori dan zat-zat gizi pada wanita menopause yang dianjurkan adalah sesuai kebutuhan yang memperhatikan faktor-faktor seperti berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitas.

    Di samping jumlah yang umumnya lebih rendah dibandingkan kebutuhan pada usia dewasa, jenis zat-zat gizi yang harus diperhatikan adalah karbohidrat (dikonsumsi 55 persen lebih, jenis yang karbohidrat kompleks), jumlah lemak yang dianjurkan berkisar 20 – 30 persen (hindari lemak hewani)

    Dianjurkan dalam mencegah osteoporosis agar dapat mengonsumsi kalsium disertai dengan vitamin D. Asupan kalsium sebesar 1.000 – 1.200 mg dan 500 IU vitamin D per hari dapat meningkatkan efektivitas kalsium dan melindungi tulang terhadap osteoporosis.

  64. NAMA : YUNIKA FRAJI
    NIM : 09D40154
    PRODI : DIV BIDAN KLINIK & PENDIDIK
    BIDAN B

    MENOPAUSE

    Menopause merupakan salah satu peristiwa yang paling menentukan dan harus dihadapi dalam rentang kehidupan seorang wanita. Beberapa wanita merasa takut, sementara yang lain malah menunggu-nunggu akan datangnya menopause. Bagi sebagian wanita yang takut akan datangnya menopause karena akan membuat mereka merasa tidak menarik, kesepian, tak berguna dan tak berdaya. Mereka juga berduka karena tak subur dan muda lagi. Bagi sebagian lain, datangnya menopause malah membuat mereka memiliki kesempatan baru dalam hidup secara fisik, emosi, seksual dan spirit. Mereka malah antusias karena “terlepas” dari kewajiban melahirkan dan sindroma pra-haid. Pokoknya, menopause dapat memberikan berbagai macam perasaan kepada wanita. Dari yang tegang dan tidak nyaman sampai lega dan “lepas”.
    Menopause merupakan suatu waktu di usia pertengahan dimana seorang perempuan mendapat haidnya yang terakhir. Atau dengan kata lain merupakan saat dimana seorang perempuan tidak mendapat haid lagi. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur. Sering kali menopause ini terjadi secara gradual. Tetapi kadang kala juga terjadi sekaligus.
    Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause , estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.
    Jenis-jenis menopause yang perlu mendapat perhatian adalah, surgical menopause (menopause yang berhubungan dengan pengobatan). Surgical menopause terjadi jika indung telur dipindah atau rusak, misalnya karena kemoterapi. Dalam hal ini, menopause akan terjadi segera tanpa munculnya perimenopause. Lainnya adalah stress menopause. Terjadi apabila perempuan di akhir usia 30-an atau lebih tidak mendapat haid dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat disebabkan karena stress, kemoterapi, sedih, bulimia, anemia atau gerak badan yang berlebihan.
    Apa tanda-tandanya seorang perempuan akan menopause? Ketika menopause akan datang biasanya periode haid menjadi tidak teratur, terjadi secara berdekatan atau saling berjauhan. Misalnya bulan Mei jadwal haid tanggal 7. Lalu akhir bulan di bulan yang sama haid datang lagi (misalnya tanggal 26). Tetapi di bulan Juni haid datang malah di akhir bulan, misalnya tanggal 29 Juni. Ciri-ciri lainnya adalah :
    * tulang sendi terasa sakit
    * susah berkonsentrasi
    * sakit kepala
    * berkeringat pada malam hari
    * mempunyai kondisi umum yang biasanya terdapat pada PMS
    * perubahan dalam nafsu seksual
    * berkeringat banyak
    * insomnia
    * sering bangun terlalu pagi
    * perubahan mood
    * vagina terasa kering
    * buang air kecil secara frekuentif
    Antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lain memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ada yang hanya memiliki satu ciri. Tetapi ada juga yang memiliki semua ciri di atas.
    Pengalaman perempuan selama menopause juga dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kehidupannya seperti : anak yang telah meninggalkan rumah, perubahan dalam urusan sosial domestik dan hubungan personal, perubahan dalam identitas & imej tubuh, perceraian atau karena menjanda, pensiun, tegang menghadapi ketuaan dan kematian, kehilangan teman, orang yang tercinta dan masalah keuangan, tanggung jawab yang bertambah sehubungan dengan usia yang menua, ketegangan akibat kehilangan kemerdekaan, tidak mampu dan perasaan kesepian.

  65. YULIAN ISMI VADILAH

    NAMA: YULIAN ISMI VADILAH
    NIM:09D40153
    PRODI:BIDAN KLINIK DAN PENDIDIK (B)
    Menopause DEFINISI
    Menopause (Klimakterium) adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana:
    - ovarium (indung telur) berhenti menghasilkan sel telur
    - aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti
    - pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang.

    Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklusnya selama minimal 12 bulan.
    Menopause rata-rata terjadi pada usia 50 tahun, tetapi bisa terjadi secara normal pada wanita yang berusia 40 tahun.
    Biasanya ketika mendekati masa menopause, lama dan banyaknya darah yang keluar pada siklus menstruasi cenderung bervariasi, tidak seperti biasanya.

    Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang.
    Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.

    PENYEBAB
    Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH dan FSH, yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa.
    Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi (pelepasan sel telur) berhenti.

    Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun.
    Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.

    Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium.
    Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker.
    Histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.

    GEJALA
    Gejala-gejala dari menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen/progesteron dan tubuh memberikan reaksi.
    Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal.
    Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium.

    Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah:
    1. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan.
    Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun.
    Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.
    2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri.
    3. Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
    Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
    4. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).
    5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).
    6. Peradangan kandung kemih atau vagina.
    7. Osteoporosis (pengeroposan tulang).
    Resiko tinggi terjadinya osteoporosis ditemukan pada wanita yang:
    - kurus
    - merokok
    - mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
    - mengkonsumsi kortikosteroid
    - memiliki asupan kalsium yang rendah
    - jarang berolah raga.
    Cedera ringan bisa menyebabkan fraktur (patah tulang). Fraktur paling sering terjadi pada tulang belakang, pinggul dan pergelangan tangan.
    8. Penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunnya kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Estrogen bertanggungjawab terhadap pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Selama masa reproduktif, pembentukan lapisan rahim diikuti dengan pelepasan dinding rahim pada setiap siklus menstruasi.
    Berkurangnya kadar estrogen pada menopause menyebabkan tidak terjadinya pembentukan lapisan epitel pada rongga rahim. Tetapi hormon androgenik yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal diubah menjadi estrogen dan kadang hal ini menyebabkan perdarahan pasca menopause.
    Hal ini tidak perlu dirisaukan, tetapi karena perdarahan pasca menopause bisa merupakan petunjuk adanya suatu kelainan (termasuk kanker), maka dokter selalu memeriksa setiap perdarahan yang terjadi setelah menopause.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

    Pada pemeriksaan Pap smear bisa diketahui adanya perubahan pada lapisan vagina akibat perubahan kadar estrogen.
    Pemeriksaan darah dan air kemih bisa digunakan untuk mengukur kadar estrogen, progestero serta estron dan estradiol plasma.

    PENGOBATAN
    Tidak semua wanita pasca menopause perlu menjalani Terapi Sulih Hormon (TSH). Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan resiko dan keuntungan yang diperoleh dari TSH dengan dokter pribadinya.

    Banyak ahli yang menganjurkan TSH dengan tujuan untuk:
    • Mengurangi gejala menopause yang tidak diinginkan
    • Membantu mengurangi kekeringan pada vagina
    • Mencegah terjadinya osteoporosis.

    Beberapa efek samping dari TSH:
    - perdarahan vagina
    - nyeri payudara
    - mual
    - muntah
    - perut kembung
    - kram rahim.

    Untuk mengurangi resiko dari TSH dan tetap mendapatkan keuntungan dari TSH, para ahli menganjurkan:
    • Menambahkan progesteron terhadap estrogen
    • Menambahkan testosteron terhadap estrogen
    • Menggunakan dosis estrogen yang paling rendah.
    • Melakukan pemeriksaan secara teratur, termasuk pemeriksan panggul, dan Pap smear sehingga kelainan bisa ditemukan sedini mungkin.

    Estrogen tersedia dalam bentuk alami dan sintetis (dibuat di laboratorium).
    Estrogen sintetis ratusan kali lebih kuat dibandingkan estrogen alami sehingga tidak secara rutin diberikan kepada wanita menopause.
    Untuk mencegah hot flashes dan osteoporosis hanya diperlukan estrogen alami dalam dosis yang sangat rendah. Dosis tinggi cenderung menimbulkan masalah, diantaranya sakit kepala migren.

    Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet atau tempelan kulit (estrogen transdermal).
    Krim estrogen bisa dioleskan pada vagina untuk mencegah penipisan lapisan vagina (sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran kemih dan beser) dan untuk mencegah timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

    Wanita pasca menopause yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen.
    Jika terjadai perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim.
    Mengkonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium.

    Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita:
    - atau pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut
    - perdarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti
    - penyakit hati akut
    - penyakit pembekuan darah
    - porfiria intermiten akut.
    Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti-cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Untuk mengurangi depersi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti-depresi.

    Pemberian progesteron dengan estrogen
    Progesteron diberikan bersamaan dengan estrogen untuk mengurangi resiko terjadinya kanker endometrium.
    Biasanya estrogen dan progesteron diberikan setiap hari. Jadwal pemberian ini biasanya akan menyebabkan perdarahan vagina yang tidak teratur pada 2-3 bulan pertama dari terapi, akan tetapi sesudahnya perdarahan biasanya akan berhenti.
    Atau pemberian estrogen dan progesteron bisa dilakukan secara bergantian; selama 2 minggu setiap hari minum estrogen lalu selama beberapa hari minum progesteron dan estrogen, kemudian beberapa hari di akhir bulan sama sekali tidak minum estrogen maupun progesteron. Dengan jadwal ini, perdarahan vagina terjadi pada hari dimana hormon tidak diminum.
    Progesteron tersedia dalam bentuk tablet atau suntikan melalui otot.
    Efek samping dari progesteron adalah perut kembung, sakit payudara, sakit kepala, perubahan suasana hati dan jerawat.

  66. Nama : Emma fury anggreani
    Prodi : DIV kebidanan
    Kelas : A
    Nim : 09d40073
    Tugas : gizi

    Respon hormonal-imunitas wanita premenopause yang diintervetensi minuman fungsional berbasis sususkim yang disuplementasi dengan 100 mg isoflavon kedelai dan 8 mg zn sulfat

    Premenopause merupakan suatu keadaan fisiologis wanita yang telah memasuki proses penuaan yang ditandai menurunya produksi hormon estrogen ovarium.pada keadaan kekurangan hormon estrogen sering timbul berbagai sindrom yang sangaat menggangu aktivitas wanita tersebut,yang di sebut sindrom menopause.
    Pada sistem imunitas pada wanita premenopause juga menurun sebagai akibat kelenjar timmus mengalami atrofi karena usia.imunitas terggangu terutama diperantai limposit t berukurangnya limposit t dan fungsinya sel TH .limposi T sangat penting karena potensinya mensekresikan senyawa peptida timus yang bersifat hormonal .
    Semakin meningkat usia seseorang pembentukan radikal bebas yang meningkat,timbulnya berbagai macam penyakit yang di sebabkan oleh radikal bebas seperti kangker ,inveksi,penyakit jantung dan lain-lain.
    Isoflovon kedelai diketahui besifat antioksidatif karena mampu meredam aktifitas radikal bebas dengan cara mengikat dan mencegah amplikasinya.
    Intergritasi sel dapat dipertahankan oleh ZN ,karena ZN diketahui berperan dalam maturasi dan deferinsasi limposit T serta menginduksi akitifitas biologis hormon kelenjar timus,Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh minuman fungsional berbahan dasar susu skim yang disuplementasi dengan isoflavon kedelai dan ZN terhadap perubahan kadar hormon estrogen dan timuli wanita premenopause.
    Dan hasil penelitian : adalah meningkatnya aktivitas timuli membuktikan bahwa gangguan sistem imun pada usia lanjut sebagai akibat atrofi kelenjar timus dapat diperbaiki dengan minuman fungsional bebasis susu skim yang disupelementasi degan isoflavon kedelai dan ZN.
    Kesimpulan:
    Penelitian minuman fungsional bebasis susu skim yang disupelementasi degan isoflavon kedelai sebanyak 100 mg/hari dan ZN sulfat 8 mg/hari selama 2 bulan kepada para wanita premenopause secara nyata meningkatkan kadar timulli dan funsi estrogen endogen ,tetapi tidak berpengaruh pada kadar estrogen .

  67. Linda fitratun Nisa

    MASALAH MENOPAUSE
    Nama : Linda Fitratun Nisa
    Kelas : Bidan A
    Nim :09D40129
    Masalah kesehatan pada wanita yang mengalami masalah menopause adalah masalah organis dan psikologis
    Organis meliputi :
    1. wajah terasa panas,merah-merah di tubuh bagian atas, banyak keringat,pusing
    2. jantung sering berdebar
    3. frekwensi haid tidak teratur sejak beberapa tahun menjelang menopause
    4. 40% mengalami insomnia berupa kesulitan untuk mulai tidur, terbangun dan lama tidak bisa tidur lagi, terbangun malam sehingga mengantuk di siang hari.
    5. vertigo, cepat lelah
    Psikologis meliputi :
    - mudah marah
    - gelisah, depresi,
    - sulit konsentrasi,
    - kompulsif maniak, kadang-kadang perangainya berubah.
    - Ada kekecewaan karena merasa dirinya menjadi tua dan tidak menarik lagi
    Kenapa hal ini terjadi, para dokter menemukan bahwa ini karena menurunnya hormon estrogen
    Disamping fungsinya sebagai hormon reproduksi, estrogen juga meningkatkan aliran darah ke otak, berfungsi meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif. Selain itu, estrogen mencegah kekeringan (otak), dan menstabilkan emosi.
    Dengan meningkatnya usia harapan hidup (tahun 2006: 66,5 thn), proporsi wanita usia lanjut meningkat.
    Ciptakan kehidupan yang sakinah, mawaddah wa rahmah, kehidupan yang berkualitas di usia tua dengan tetap berbuat untuk kepentingan masyarakat dan senantiasa berserah diri kepada Allah .
    Upaya Dini
    Memahami menopause dengan segala aspeknya sejak muda, akan memberi efek positif pada pematangan kondisi psikologis.
    Ada 3 hal penting :
    - menopause bukan penyakit
    - menopause adalah sunnatullah
    - menopause adalah rahmat Allah untuk kaum ibu .
    Gangguan akibat menopause dapat diredam dengan:
    • Menjaga pola makan yang teratur dengan gizi seimbang.
    • Biasakan minum susu dicampur kurma bahkan sejak sebelum menopause, karena susu banyak mengandung kalsium dan kurma banyak mengandung magnesium dan mangaan, keduanya dibutuhkan dalam pembentukan tulang .
    • Memperbanyak konsumsi kedelai dan bahan olahannya, misalnya tempe, tahu, susu kedelai, semua ini banyak mengandung fitoestrogen.
    • bangkuang, biji bunga matahari, dan wijen.
    • Olahraga teratur sesuai kemampuan fisik, setidaknya jalan kaki.
    • Berjemur sinar matahari pagi antara pukul 7-9 . Sinar matahari mengandung ultraviolet yang dapat mengubah pro-vit D yang penting dalam meningkatkan formasi tulang dan membantu proses remodeling tulang agar tetap sehat.
    • Mengoptimalkan ibadah, wudhu, sholat dan puasa .
    • Memperbanyak dzikir dan doa utk meningkatkan kedamaian dan menormalkan regulasi hormon-hormon
    • Jangan merokok, kurangi konsumsi kopi dan hindari minuman soda .
    • Menopause adalah proses normal, jangan panik. Anda tetap bisa tampil bugar, cantik, dan bergairah termasuk kehidupan seksual bisa tetap normal .
    • Jika menderita penyakit tertentu, konsultasikan ke dokter atau thabib yang mahir supaya mendapat pengobatan yang tepat dan aman. Terapi hormonal harus dibawah pengawasan dokter secara ketat .
    • Untuk mengurangi gangguan akibat menopause awal dan pada kasus menopause yang terlalu cepat terjadi saya anjurkan menggunakan fito estrogen . Sebisa mungkin hindari terapi hormonal sintetik apalagi jika tanpa pengawasan dokter .

    SumBer : Kawan Lama 9’s bLog

  68. siti Aisyah , kelas :Bidan B

    NAMA : SITI AISYAH
    NIM : 09D40144

    Kiat Menghadapi Masa Menopause

    Kedatangan “tamu besar” yaitu masa menopause, sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian wanita. Padahal mereka tahu bahwa semua wanita pasti akan mencapai masa itu, tapi tidak semua wanita siap menghadapinya. Apalagi masa menopause sering dibarengi dengan berbagai keluhan, seperti hot flush, insomnia, sakit kepala, mood swing, dan sebagainya.
    Gejala pada masa perimenopause ini mirip dengan PMS (pre-menstruasi syndrome) yang umumnya timbul menjelang haid. Penyebabnya sama, yaitu terjadinya perubahan hormon. Pada wanita menjelang menopause, penyebab utama adalah menurunnya hormon estrogen secara drastis.
    Namun, Psikolog A Kasandra Poetranto Psi, dari Kasandra Persona Wacana memiliki cara pandang berbeda. “Menopause dianalogikan sebagai sesuatu yang negatif berdasarkan pada cara berpikir seseorang. Makanya wanita Indonesia cenderung di usia 45-50 tahun sudah menopause, sedangkan wanita di luar negeri? menopause tidak dipermasalahkan. Di Indonesia justru menjadi kambing hitam yang menutupi rasa tidak percaya dirinya,” ungkap Kasandra ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Minggu (13/3/2008).
    Menurut ibu tiga orang anak ini, sebagian wanita takut menghadapi menopause karena akan mengurangi peran atau kesempatan mereka berprestasi. Bila sudah demikian, umumnya beban stres mereka semakin bertambah, karena terbaginya pikiran untuk pekerjaan dan keluarga. Mereka dihadapkan pada berbagai perubahan dalam diri maupun kehidupan rumah tangga.
    “Salah satu hal yang paling membuat wanita di Indonesia merasa takut menghadapi menopause karena jarang “dipakai” suami atau ketika suami mengalami ‘puber kedua’, maka strespun bisa meningkat. Sementara mereka yang secara sexually aktif maka tidak akan cepat menopause,” jelas almamater Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.
    Menurutnya, meskipun menopause membuat sebagian wanita merasa tidak nyaman, tapi tidak berarti proses ini akan menghambat kinerja mereka. Semua tergantung pada pikiran masing-masing individu.
    “Kalau Anda bisa mengisi pikiran yang positif tentang menopause, maka Anda pun akan lebih tenang menghadapinya. Makanya jadilah seorang pioneer yang menganggap bahwa usia selalu muda,” imbuhnya.
    Maka ketika dalam kondisi seperti itu, sambungnya, kaum wanita sudah dapat membekali ilmu melalui pembahasan tentang menopause. Didukung dengan perkembangan teknologi kedokteran juga semakin canggih untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan selama menopause. Selain itu, Anda pun dapat menghadapi masa menopause dengan cara alami yaitu yoga dan jalan kaki setiap pagi. “Kalau cara berpikir sudah berubah, seorang wanita tidak akan malu lagi untuk berolahraga atau melakukan kegiatan lain,” pungkasnya.
    Lalu, apa yang terjadi pada wanita yang aktif bekerja? Ternyata sebagian dari mereka berusaha menutupi keluhan mereka. Pasalnya, mereka takut keluhan itu bisa merugikan kedudukan dan profesionalisme mereka. Maklumlah wanita di masa menopause, biasanya sudah mencapai posisi puncak di bidangnya sehingga dituntut untuk mampu mengendalikan diri.

  69. Rahma Riana Hayati

    Nama : Rahma Riana Hayati
    N I M : 09D40098
    Prodi : Bidan A

    JURNAL MENUOPAUSE
    Vitamin D dan Kalsium Mungkin Menurunkan Resiko Kanker Payudara
    Sumber : Kalbe.co.id (05-Jun-2007) Oleh: NFA

    Berdasarkan laporan para peneliti Harvard Medical School, wanita pra menopause yang mendapat banyak vitamin D dan kalsium dapat memotong risiko mereka terkena kanker payudara kira-kira 1/3 nya. Penulis utama Jennifer Lin, asisten profesor kedokteran, mengatakan, “Asupan cukup kalsium dan vitamin D diperlukan wanita untuk menjaga kesehatan mereka dan kedua nutrisi ini dapat membantu mencegah pengembangan kanker payudara, khususnya pada wanita pra menopause.”
    Setelah hampir rata-rata 10 tahun, 276 wanita pra menopause dan 743 wanita pasca menopause mengalami perkembangan kanker payudara. Peneliti menemukan bahwa wanita pra menopause yang mengkonsumsi vitamin D dan kalsium tinggi mempunyai kira-kira 30 % lebih rendah risiko pengembangan kanker payudara. Namun demikian, mereka tidak menemukan kaitan ini untuk wanita pasca menopause.
    Lin menambahkan, “Kalsium dan vitamin D dapat memberikan perlindungan terhadap perkembangan tumor payudara. Namun demikian, diperlukan studi lebih banyak untuk menyelidiki kegunaan potensial kedua nutrisi ini dalam pengembangan kanker payudara.”
    Seorang ahli menekankan bahwa bukti efek perlindungan vitamin D dan kalsium belum jelas. Victoria Stevens, seorang ahli epidemiologi dari American Cancer Society mengatakan, “Saya tidak mengira seseorang mengatakan bahwa studi ini berefek hanya pada wanita pra menopause, karena ada sejumlah faktor dalam studi yang membatasi kemampuan untuk melihat efeknya. Hal ini benar untuk vitamin D, karena kebanyakan vitamin D didapat dari paparan cahaya matahari, yang tidak mereka perhitungkan. Pada saat ini, rekomendasi agar wanita mengkonsumsi vitamin D dan kalsium untuk menurunkan risiko kanker payudara tidak disarankan.
    Stevens mengatakan, “Saya kira kita tidak usah terlalu jauh melangkah. Asosiasi kanker tidak merekomendasikan penggunaan suplemen vitamin apapun untuk mencegah kanker payudara. Saya kira studi ini tidak menganjurkan kita mengubahnya. Pada saat ini, bukti-bukti tidak mendukung apapun selain mendapat diet yang baik dan mempertahankan aktivitas fisik pada tingkat yang baik.”

  70. ELISA SEMI HARDINI

    Nama : Elisa Semi Hardini
    Nim : 09D40117
    Prodi : DIV Bidan B

    STRESS PADA MASA MENOPAUSE

    Menopause merupakan suatu proses alamiah dan normal dialami oleh semua wanita. Seiring dengan pertambahan umur, tentunya semua fungsi organ tubuh juga mulai menunjukkan adanya perubahan-perubahan yang signifikan. Menopause sendiri dapat diartikan tidak mendapatkan haid selama 12 bulan setelah hari terakhirnya seorang wanita mendapatkan haid. Dalam bidang kedokteran menopause dapat terjadi akibat proses alamiah (natural menopause) dan yang sengaja dibuat berhenti haid misalnya, akibat tindakan bedah (surgical menopause) atau akibat pengobatan kanker (medical menopause). Tetapi dalam artikel ini kita akan lebih fokus pada menopause alamiah.
    Masa menopause seringkali ditandai dengan berbagai macam keluhan atau gejala yang meliputi aspek fisik maupun psikologis. Salah satu gejala fisik yang timbul akibat perubahan hormonal adalah menurunnya fungsi organ reproduksi yaitu ovarium. Pada usia sekitar 45 tahun didapati keluhan haid yang mulai tidak teratur. Biasanya ditandai dengan memendeknya siklus haid dibandingkan dengan siklus haid pada wanita yang lebih muda. Selain itu timbul pula gejolak rasa panas (hot flashes). Arus panas biasanya timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan berlangsung sampai haid benar-benar berhenti.
    Stres bermula dengan primary appraisal yaitu ketika kita merasakan bahwa keadaan fisiologis atau psikologis akan mengancam kita, baik itu nyata atau imajinatif. Secondary appraisal menjawab dengan apa yang harus saya lakukan terhadap keadaan tersebut respon apa yang akan saya tampilkan, stres akan berakhir jika kita behasil mempraktikkan metode coping untuk menetralisasi keadaan tersebut. Maka, menurut teori ini, stres lebih merupakan sebuah produk dari proses kognitif, tentang apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menilai keadaan. Menopause yang dianggap sebagai hal yang negatif menciptakan sebuah persepsi yang negatif pula yang berpotensi menjadi primary appraisal, awal dari stres.
    Stres pada masa menopause dapat dipercepat oleh ketidakstabilan hormon yang menyebabkan wanita masuk dalam siklus yang jahat. Menopause menyebabkan stres. Stres yang terjadi memicu semakin banyak produksi hormon sehingga hormon tidak seimbang. Semakin besar ketidakseimbangan hormon yang terjadi membawa wanita semakin stres. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa stres yang dialami wanita menopause tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi dapat juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Apabila menopause dipandang secara santai, normal dan menambah motivasi maka akan menjadi eustress atau stres yang positif. Jika dipandang sebagai ketidaknyamanan dan tidak di optimalkan dengan tepat maka akan menjadi distress atau stress yang negatif.
    Sumber
    http://aizholic.blogspot.com/2009/11/stress-pada-masa-menopause.html

  71. Menghadapi Menopause dengan Jus Pepaya

    Menghadapi Menopause dengan Jus Pepaya
    Gizi.net – Hari Rabu (17/10) lalu, International Menopause Society menetapkan hari itu sebagai Hari Menopause Sedunia, atau World Menopause Day.

    Bila tiap tanggal 18 Oktober ditetapkan sebagai hari khusus bagi perempuan yang menghadapi masalah akibat habisnya hormon estrogen dalam tubuhnya, jelas masyarakat internasional tidak bermaksud mengajak para perempuan berumur untuk bersedih hati.

    Sebaliknya-sebagaimana dijelaskan pengurus Perkumpulan Menaopause Indonesia (Permin) Cabang DI Yogyakarta, Rabu, di Yogyakarta—tujuan penetapan hari itu ada dua. Yang pertama, hendak menyosialisasikan apa sebenarnya proses menopause, dan kedua bagaimana kiat tetap bahagia menghadapi menopause yang secara alamiah biasanya memang diikuti dengan berbagai penurunan fungsi fisik perempuan.

    Prof dr Mochamad Anwar Mmed St SpOG, Ketua Permin DIY menjelaskan, di muka bumi ini menurut perhitungan para ilmuwan pada tahun 2030 mendatang diperkirakan jumlah perempuan yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2 milyar orang. Itu artinya sebanyak 1,2 milyar perempuan akan memasuki usia lebih 50 tahun, dan angka itu merupakan tiga kali lipat angka sensus tahun 1990 tentang jumlah perempuan menopause.

    Khusus di Indonesia, menurut dr Zein Alkaff SpOG, Ketua Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP Dr Sardjito, perempuan yang memasuki masa menopause—ditandai dengan berhentinya menstruasi dan secara umum terjadi setelah usia 51 tahun—jumlahnya mencapai sekitar 15 juta orang.

    Sedikit guyon, tapi hendaknya jangan dmasukkan kehati, Dr Mohammad Anwar mengemukakan, “Doa kita agar kita diberi umur panjang memang dikabulkan. Tetapi ya akibatnya banyak perempuan memasuki masa menopause. Dan memasuki masa menopause, bukanlah tanpa risiko,” ujar Prof Anwar, ahli ginekologi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Masa menopause, jika tidak ditangani dengan baik, memang akan menimbulkan problem. Risiko yang dimaksud, menurut dr Zein Alkaff, ada tiga besar yaitu terkena serangan jantung (cardio vasculer), kedua terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis), dan ketiga adalah gejala pikun (alzehimer).

    “Apa yang terjadi pada perempuan setelah usia 51 tahun? Mulai usia 45 tahun, perempuan sebenarnya sudah mulai memasuki masa peralihan dan ditandai dengan gejala pusing, terasa tertusuk-tusuk di bahu dan leher, linu-linu di sekujur badan, dan mudah marah. Maka pertempuan usia seperti itu biasanya lalu cerewet. Makanya tidak ada kakek cerewet, tetapi nenek cerewet yang ad
    a,” ujar dr Zein Alkaff serius.

    Gejala dan tanda-tanda pada masa perimenopause (perpindahan) antara lain berupa gejolak panas (hot flushes),pusing, siklus haid tidak teratur dan pembawaan sifat pelupa, perasaan tegang disertai nyeri otot dan sendi. Demikian pula perasaan mudah tersinggung dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum, depresi dengan sakit kepala/migrain, kurang percaya diri/dispareunia, susah tidur, dan adanya atrofi vagina dan kering, mudah lelah, kurang tenaga disertai gatal daerah labia, napas pendek, keputihan, gelisah, dan kandung kemih disuria.

    Mengapa demikian? Inilah hal alamiah, tetapi sering tidak dipahami perempuan menjalani masa menopause, dan termasuk para suami yang mendampingi mereka. Akibatnya mudah diduga: Rumah tangga gampang goyah, sementara kehidupan romance Suami- isteri juga merosot.

    Salah satu sebab utama penurunan kondisi fisik perempuan adalah akibat makin hilangnya hormon estrogen yang selama ini bisa mempertahanakan kemudaan orang. Pada usia yang sama, anehnya proses-proses seperti itu tidak terjadi pada pria secepat pada perempuan.

    Menopause adalah istilah yang digunakan untuk perempuan. Andropause adalah istilah yang digunakan bagi kaum ppria. Menopause adalah masa di mana indung telur perempun tidak mengeluarkan telur lagi. Itu berarti fungsi ganda indung telur memproduksi hormon dan alat reproduksi sudah makin menurun fungsinya. Dalam bahasa ilmiah, penyebab terjadinya menopause adalah habisnya bosit dan folikel primordial pada indung telur sehingga berakibat berhentinya produksi estrogen.

    Hal ini berbeda dari kondisi pria yaitu testis (buah zakar) pada usia berapa pun tetap berfungsi sebagai hormonal meski fungsi pertama ini mengalami penurunan, dan alat reproduksi tetap efektif.

    Maka bila artis Christine Hakim kita tonton di televisi menawarkan iklan susu penambah zat kapur, iklan tentang zat kalsium tersebut memang menggambarkan kenyataan “ancaman” alamiah yang dihadapi perempuan.

    Dokter Hasto Wardoyo SpOG dan Dr Ova Emilia SpOG menambahkan, pada usia 45 tahun itulah perempuan dianjurkan mengonsumsi obat hormonal maupun melakukan terapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung hormon estrogen. Di Indonesia banyak makanan dan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan yaitu tempe, pepaya, bengkuang, dan buah terong yang biasanya digunakan untuk sayuran.

    Suplementasi estrogen melalui obat diperlukan bagi perempuan menopause yang mengalami gangguan serius. Dianjurkan, langkah preventif sejak usia 45 dilakukan daripada cara pengobatan dengan mengeluarkan bulanan antara Rp 80.000-Rp 100.000 untuk satu strip obat berisi 30 butir.

    “Ada proses yang pasti terjadi pada perempuan yaitu proses osteoporosis. Secara umum, perempuan akan kehilangan massa tulangnya antara 40-60 persen, lebih besar dibanding pria. Oleh sebab itu mengbnsumsi kalsium penting sekali pada usia setengah baya,” papar dr Hasto Wardoyo.

    Dan untuk mendapatkan hubungan seksual yang tetap harmonis pada usia 51 tahun, selain mengonsumsi buah-buahan seperti jus pepaya atau jus bengkuang misalnya, beberapa kelompok olahraga usia lanjut di berbagai kota membuktikan pulihnya otot-otot dan hormon perempuan itu. (nar/hrd)

    Sumber : Kompas, Minggu, 21 Oktober 2001

  72. mastika yanti

    JURNAL MENOPAUSE

    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]
    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.
    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.
    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

    Perubahan Hormon
    Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone – hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).
    Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.
    Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
    Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.
    Lihat pula
    • Terapi penggantian hormon
    • Estrogen
    • Atrophic vaginitis
    • Andropause (menopause laki-laki)
    • Brizendine
    • Menopause the Musical (produksi teater)
    • Menopause – New Attitudes Erase Old Notions
    Rujukan
    1. ^ Walker ML (1995). “Menopause in female rhesus monkeys”. Am J Primatol 35: 59-71.
    2. ^ McAuliffe K, Whitehead H (2005). “Eusociality, menopause and information in matrilineal whales”. Trends Ecol Evolution 20: 650.

    Bibliografi
    • Northrup, Christiane (2003). “The Wisdom of Menopause: Creating Physical and Emotional Health and Healing During the Change”. The Bantam Dell Publishing Group.

    Pranala luar
    • Council on Hormone Education at hormonecme.org
    • Power Surge Menopause Community at power-surge.com
    • Perimenopause – Are you there? at momswhothink.healthology.com
    • Menopause in the UK
    • North American Menopause Society at menopause.org
    • Women’s Voices for Change – A positive force for changing the perception of menopause at womensvoicesforchange.org
    • Do Alternative Medicine Therapies Help Menopausal Symptoms? at nccam.net

  73. Irna Risdianty

    Menopause Dini
    Menopause dini atau prematur merupakan menopause yang terjadi sebelum wanita memasuki usia 40 tahun. Operasi, kemoterapi, dan stress bisa menjadi penyebabnya.
    Sekitar satu dari seratus wanita mengalami apa yang dinamakan menopause dini; bahkan ada yang sejak usia belasan atau awal dua puluhan sudah mengalaminya. Gejala-gejala menopause dini hampir serupa dengan menopause normal.Gejala yang paling umum adalah perubahan waktu dan durasi periode menstruasi yang disertai rasa nyeri.
    Pada sebagian wanita, menopause dini bisa jadi disebabkan oleh kegagalan ovarium (premature ovarian failure). Diperkirakan hal tersebut dipicu oleh faktor-faktor hormonal, auto imun atau proses genetik. Wanita-wanita yang mengalami kegagalan sel telur memiliki kemungkinan yang amat kecil untuk memiliki anak. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa wanita kembar memiliki peluang empat kali lebih besar daripada wanita pada umumnya untuk mengalami menopause dini. Mungkin terjadi pada salah satu atau kedua wanita kembar.
    Operasi pembedahan adalah penyebab lain dari menopause dini. Ketika ovarium diangkat atau rusak saat pembedahan, maka terjadi penurunan jumlah estrogen dan progesteron secara besar-besaran yang dapat langsung memicu menopause.
    Wanita yang sedang menjalani kemoterapi untuk perawatan kanker juga berpeluang besar terkena menopause dini. Obat-obatan pelawan kanker juga bisa merusak jaringan-jaringan tubuh, termasuk jaringan ovarian. Tamoxifen, obat yang diresepkan untuk beberapa tipe kanker payudara, memiliki efek anti-estrogen yang juga bisa memicu menopause dini. Terkadang, menopause yang disebabkan oleh kemoterapi bisa bersifat sementara.
    Menopause dini bisa berdampak besar bagi mental mereka yang mengalaminya, apalagi kalau terjadi di usia yang masih belia atau pada wanita yang belum sempat memiliki keturunan. Selain perawatan fisik, konseling juga dapat membantu para wanita penderita menopause dini untuk melaluinya.

  74. Irna Risdianty

    Nama : Irna risdianty
    NIM : 09D40123
    Prodi : DIV Kebidanan ( B )

    Menopause Dini
    Menopause dini atau prematur merupakan menopause yang terjadi sebelum wanita memasuki usia 40 tahun. Operasi, kemoterapi, dan stress bisa menjadi penyebabnya.
    Sekitar satu dari seratus wanita mengalami apa yang dinamakan menopause dini; bahkan ada yang sejak usia belasan atau awal dua puluhan sudah mengalaminya. Gejala-gejala menopause dini hampir serupa dengan menopause normal.Gejala yang paling umum adalah perubahan waktu dan durasi periode menstruasi yang disertai rasa nyeri.
    Pada sebagian wanita, menopause dini bisa jadi disebabkan oleh kegagalan ovarium (premature ovarian failure). Diperkirakan hal tersebut dipicu oleh faktor-faktor hormonal, auto imun atau proses genetik. Wanita-wanita yang mengalami kegagalan sel telur memiliki kemungkinan yang amat kecil untuk memiliki anak. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa wanita kembar memiliki peluang empat kali lebih besar daripada wanita pada umumnya untuk mengalami menopause dini. Mungkin terjadi pada salah satu atau kedua wanita kembar.
    Operasi pembedahan adalah penyebab lain dari menopause dini. Ketika ovarium diangkat atau rusak saat pembedahan, maka terjadi penurunan jumlah estrogen dan progesteron secara besar-besaran yang dapat langsung memicu menopause.
    Wanita yang sedang menjalani kemoterapi untuk perawatan kanker juga berpeluang besar terkena menopause dini. Obat-obatan pelawan kanker juga bisa merusak jaringan-jaringan tubuh, termasuk jaringan ovarian. Tamoxifen, obat yang diresepkan untuk beberapa tipe kanker payudara, memiliki efek anti-estrogen yang juga bisa memicu menopause dini. Terkadang, menopause yang disebabkan oleh kemoterapi bisa bersifat sementara.
    Menopause dini bisa berdampak besar bagi mental mereka yang mengalaminya, apalagi kalau terjadi di usia yang masih belia atau pada wanita yang belum sempat memiliki keturunan. Selain perawatan fisik, konseling juga dapat membantu para wanita penderita menopause dini untuk melaluinya.
    Waler

  75. angi khairunnisa . bidan b

    Terapi
    Menopause sendiri adalah bagian yang normal dari perjalanan hidup seorang wanita dan bukan merupakan penyakit yang perlu diterapi. Bagaimanapun juga, terapi dimungkinkan apabila gejala dari menopause mengganggu atau bertambah parah.

    * Modifikasi gaya hidup

    Modifikasi gaya hidup dapat mengurangi ketidaknyamanan yang dialami akibat gejala yang terjadi dan membuat tubuh terasa lebih sehat. Modifikasi gaya hidup yang disarankan adalah :

    *
    Nutrisi yang cukup à peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit jantung meningkat pada saat menopause, karena itu diet yang sehat dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan roti gandum sangat dianjurkan. Tambahkan makanan yang kaya akan kandungan kalsium atau tambahkan suplemen kalsium. Hindari alcohol dan kafein yang dapat memicu terjadinya hot flashes. Bila merokok, usahakan untuk berhenti
    *
    Olahraga teratur à aktivitas fisik yang teratur membantu untuk menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, menguatkan tulang, dan meningkatkan mood. Jalan cepat, aerobic low impact, dan menari adalah contoh olahraga yang dapat menguatkan tulang. Cobalah berolahraga dengan intensitas sedang sekitar 30 menit per hari
    *
    Mengurangi stress à berlatihlah secara teratur cara untuk mengurangi stress. Meditasi atau yoga dapat membantu untuk relaksasi dan menyesuaikan diri dengan gejala yang dialami pada periode peralihan
    * Hormonal

    http://www.klikdokter.com/illness/detail/23

  76. Irna Risdianty

    Nama : Irna Risdianty
    NIM : 09D40123
    Prodi : DIV Kebidanan ( B )

    Menopause Dini
    Menopause dini atau prematur merupakan menopause yang terjadi sebelum wanita memasuki usia 40 tahun. Operasi, kemoterapi, dan stress bisa menjadi penyebabnya.
    Sekitar satu dari seratus wanita mengalami apa yang dinamakan menopause dini; bahkan ada yang sejak usia belasan atau awal dua puluhan sudah mengalaminya. Gejala-gejala menopause dini hampir serupa dengan menopause normal.Gejala yang paling umum adalah perubahan waktu dan durasi periode menstruasi yang disertai rasa nyeri.
    Pada sebagian wanita, menopause dini bisa jadi disebabkan oleh kegagalan ovarium (premature ovarian failure). Diperkirakan hal tersebut dipicu oleh faktor-faktor hormonal, auto imun atau proses genetik. Wanita-wanita yang mengalami kegagalan sel telur memiliki kemungkinan yang amat kecil untuk memiliki anak. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa wanita kembar memiliki peluang empat kali lebih besar daripada wanita pada umumnya untuk mengalami menopause dini. Mungkin terjadi pada salah satu atau kedua wanita kembar.
    Operasi pembedahan adalah penyebab lain dari menopause dini. Ketika ovarium diangkat atau rusak saat pembedahan, maka terjadi penurunan jumlah estrogen dan progesteron secara besar-besaran yang dapat langsung memicu menopause.
    Wanita yang sedang menjalani kemoterapi untuk perawatan kanker juga berpeluang besar terkena menopause dini. Obat-obatan pelawan kanker juga bisa merusak jaringan-jaringan tubuh, termasuk jaringan ovarian. Tamoxifen, obat yang diresepkan untuk beberapa tipe kanker payudara, memiliki efek anti-estrogen yang juga bisa memicu menopause dini. Terkadang, menopause yang disebabkan oleh kemoterapi bisa bersifat sementara.
    Menopause dini bisa berdampak besar bagi mental mereka yang mengalaminya, apalagi kalau terjadi di usia yang masih belia atau pada wanita yang belum sempat memiliki keturunan. Selain perawatan fisik, konseling juga dapat membantu para wanita penderita menopause dini untuk melaluinya.
    http://www.sendokgarpu.com/tips/menopause-dini–musuh-para-wanita/326/

  77. Nama : Ona Bayiti
    NIM : 09D40137
    Prodi : D4 Bidan B

    Gizi yang Dibutuhkan Wanita Menopause
    Meski menopause adalah sesuatu yang alami, menurut spesialis gizi Dr. Melani, Sp.G, perubahan yang terjadi pada wanita saat menopause sering berkaitan dengan gizi. Antara lain, berat badan bertambah karena aktivitas berkurang sehingga pengeluaran energi pun berkurang. Lemak juga meningkat, sehingga lingkar perut dan panggul bertambah lebar serta kolesterol naik. Lalu, bagaimana pola makan yang sehat? Menurut Melani, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
    1. Kebutuhan kalori dan zat gizi harus cukup.
    Melani mengingatkan bahwa kebutuhan dua hal tersebut berbeda pada tiap orang, tergantung berat, tinggi badan, usia dan aktivitasnya. Kalsium, misalnya, bisa diperoleh dari susu, keju, yogurt, ikan kering yang dimakan seluruhnya beserta tulangnya (antara lain ikan teri), sereal, kacang-kacangan dan hasil olahannya (misalnya tahu dan tempe). Dalam sejumlah makanan, tutur Melani, ada zat isoflavon yang tugasnya mirip estrogen yang bisa didapat antara lain dari kacang-kacangan.
    2. Tak hanya sekadar cukup, tapi jenisnya pun harus diperhatikan. Penuhi kebutuhan karbohidrat. Juga, batasi mengonsum lemak. Sebaiknya, hanya gunakan lemak dengan asam lemak tak jenuh.
    3. Tambahkan vitamin dalam menu sehari-hari. Vitamin yang diperlukan antara lain:
    a. Vitamin A, C dan E untuk antioksidan. Vitamin A dapat diperoleh dengan mengonsum hati, kuning telur, susu dan mentega. Sedangkan dari tumbuhan, vitamin ini bisa diperoleh lewat sayuran warna hijau, jingga dan buah seperti tomat. Sedangkan vitamin E banyak didapat lewat kacang-kacangan, sayur dan buah.
    b. Vitamin D untuk penyerapan kalsium yang terdapat pada kuning telur, hati, mentega dan keju.
    c. Vitamin B kompleks yang berguna untuk memperlambat datangnya menopause terdapat pada kacang-kacangan dan sereal.
    4. Untuk memperlambat datangnya menopause, hindari kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah dan makanan berlemak.

  78. yudi ridayanti

    yudi ridayanti 09D40109
    Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]

    Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

    Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.

    Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.
    Daftar isi

  79. ada ga tentang hubungan karakteristik dan stress pada ibu yang mengalami menopause dini???
    tolong bantu ya….

  80. very good

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s