Penyebab kurang gizi dipengaruhi oleh faktor langsung makanan dan penyakit infeksi, tidak langsung ketahanan pangan keluarga, perawatan kesehatan, pola asuh, dan praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan. Gempa bumi dan gelombang tsunami di provinsi NAD berdampak sangat besar pada status gizi masyarakat Aceh terutama balita. Dari 6 kecamatan di Kabupaten Pidie yang terparah terkena tsunami, terdapat gizi buruk 2,4% dan gizi kurang 18,8%, meningkat dibandingkan sebelum terjadi tsunami. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh pemberian makan, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, perawatan anak dalam keadaan sakit dengan status gizi balita umur 24-59 bulan di wilayah terkena tsunami Kabupaten Pidie. Jenis penelitian ini yaitu survey dengan rancangan cross sectional study. Jumlah populasi 1.870 ibu yang mempunyai balita, dijadikan sampel sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel secara proportional sampling. Data dianalisis secara deskriptif yaitu analisis univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (uji regresi logistik) pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05) Hasil uji regresi logistik menunjukkan ada hubungan status gizi balita dengan pola asuh pemberian makan (p= 0,000), praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan (p=0,000), perawatan anak dalam keadaan sakit (p= 0,717) tidak ada hubungan perawatan anak dalam keadaan sakit dengan status gizi. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie mengambil langkahlangkah strategis dalam penggulangan status gizi buruk pada balita, meningkatkan dan mengembangkan kembali upaya pendidikan gizi kepada masyarakat, baik secara langsung di posyandu, puskesmas dan institusi pelayanan kesehatan lainnya, serta melalukan advokasi untuk memperbaiki status gizi.
Kata Kunci : Pola Asuh, Status Gizi, Anak Balita, Tsunami
