Sistem kardiovaskular

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sistem peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh balik (vena) berwarna biru.

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada tiga jenis sistem peredaran darah: tanpa sistem peredaran darah, sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup.

Untuk Diskusi, dan menambah bahasan, silahkan klik Leave a Comment » tuliskan nama dan identitas lainnya.

20 responses to “Sistem kardiovaskular

  1. Zaitun Nurmugniy

    NAMA : ZAITUN NURMUGNIY
    N I M : 09D30102
    PRODI : REKAM MEDIK
    JANTUNG
    Jantung merupakan organ pemompa yang besar untuk memelihara peredaran pembuluh darah melalui seluruh tubuh. Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dengan basisnya diatas dan puncaknya dibawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram.
    Jantung berada di dalam thoraks (dada), antara kedua paru-paru dan di belakang sternum (tulang dada), dan lebih menghadap ke kiri daripada ke kanan.
    – Jantung terdiri dari empat ruangan : atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri, dan ventrikel kiri.
    – Atrium kanan menerima darah miskin oksigen dari pembuluh sistematik, darah bergerak ke ventrikel kanan dan dipompa keluar arteri paru-paru ke paru-paru
    – Atrium kiri menerima oksigen dari pembuluh darah paru-paru, darah bergerak ventrikel kiri dan dipompa keluar arteri sistematik untuk jaringan tubuh.

  2. NAMA : IRMA JAYANTI
    NIM : 09S10067
    PRODI : S1 GIZI

    Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
    Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
    Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
    Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan serambi (atrium) & bilik (ventrikel).

  3. WELLY RAKHMAN

    NAMA:WELLY RAKHMAN
    N.I.M: 09S10065
    PRODY: S1 GIZI

    SISTEM KARDIOVASKULER
    Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida. Jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.

    • Fungsi jantung

    Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol), selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang
    jantung (disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
    Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.
    Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
    Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
    Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

    • Pembuluh darah

    Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriola, kapiler, venula dan vena.
    Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung. Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.
    Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena (membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah.
    Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung. Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri, sehingga vena mengangkut
    darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.
    Obat yang bekerja pada jantung dan pembuluh darah, baik arteri maupun vena dibagi dalam sembilan sub kelas sebagai berikut:
    1. Obat inotropik positif
    2. Obat anti-aritmia
    3. Obat antihipertensi
    4. Obat anti-angina
    5. Diuretik
    6. Obat yang mempengaruhi sistem koagulasi darah
    7. Obat hipolipidemik
    8. Obat untuk syok dan hipotensi
    9. Obat untuk gangguan sirkulasi darah (serebral, arteri, vena)

    Jantung dan pembuluh darah merupakan alat dalam tubuh yang mengatur peredaran darah sehingga kebutuhan makanan dan sisa metabolisme jaringan dapat terangkut dengan baik. Jantung sebagai organ pemompa darah sedangkan pembuluh darah sebagai penyalur darah ke jaringan. Sistem kardiovaskuler dikendalikan oleh sistem saraf otonom melalui nodus SA, nodus AV, berkas His, dan serabut Purkinye. Pembuluh darah juga dipengaruhi sistem saraf otonom melalui saraf simpatis dan parasimpatis. Setiap gangguan dalam sistem tersebut akan mengakibatkan kelainan pada sistem kardiovaskuler. Obat kardiovaskuler merupakan kelompok obat yang mempengaruhi dan memperbaiki sistem kardiovaskuler secara langsung ataupun tidak langsung.

  4. Nama : JUNI FANDILA
    Nim : 09S10081
    Prodi : S1 GIZI
    Dalam tubuh manusia, jantung terletak sebelah kiri sedikit dari tengah dada, dan di belakang tulang dada (sternum). Ia diselaputi oleh kantung yang dikenali sebagai perikardium dan dikelilingi oleh peparu. Secara purata, jantung orang dewasa mempunyai berat sekitar 300-350 g. Ia terdiri dari empat ruang, dua atrium di atas dan dua ventrikel di bawah.

    Dinding otot yang tebal (septum) membahagikan atrium dan ventrikel kanan dari atrium dan ventrikel kiri. Ia memisahkan darah beroksigen dan terdeoksigen dari bercampur. Injap antara atrium dan ventrikel hanya membenarkan aliran darah secara satu hala dari atrium ke ventrikel.

    Ventrikel adalah bahagian jantung yang mengepam darah ke seluruh tubuh termasuk paru-paru. Dinding ventrikel adalah lebih tebal berbanding atrium, dan pengecutan dinding ventrikel adalah lebih penting bagi memastikan darah mengalir.

    Darah terdeoksigen dari tubuh memasuki atrium kanan melalui 2 salur, vena kava superior (superior vena cava) dan vena kava inferior (inferior vena cava). Darah kemudian mengalir ke ventrikel kanan. Ventrikel kanan mengepam darah terdeoksigen ini ke peparu melalui arteri pulmonari. Selepas darah kehilangan karbon dioksida dan menyerap oksigen dari peparu, ia mengalir melalui vena pulmonari ke atrium kiri. Dari atrium kiri, darah beroksigen dipam ke ventrikel kiri. Ventrikel kiri merupakan pam utama yang membekalkan darah melalui aorta ke seluruh tubuh kecuali peparu.

    Ventrikel kiri adalah lebih tebal berbanding kanan. Ini disebabkan oleh keperluan untuk mengenakan tekanan yang tinggi bagi mengatasi rintangan yang dikenakan oleh tubuh. Ventrikel kanan hanya perlu mengepam darah ke peparu, jadi ia tidak memerlukan otot dinding yang kuat. Ini juga diperlukan kerana dua sebab lain: 1) kapilari peparu adalah lemah; tekanan tinggi akan merosakkan kapilari tersebut dan 2) aliran darah yang perlahan adalah diperlukan bagi memberi masa untuk pertukaran gas antara darah dan peparu.

    Dinding jantung terdiri daripada tiga lapisan. Lapisan terluar dikenali sebagai perikardium (pericardium), lapisan tengah dipanggil myokardium (myocardium), dan lapisan terdalam dipanggil endokardium (endocardium). Perikardium boleh dibahagikan lagi kepada dua lapisan iaitu fibrous pericardium (luar) dan serous pericardium (dalam). Myokardium adalah lapisan yang paling tebal dan terdiri daripada otot jantung. Ia membentuk majoriti keseluruhan dinding jantung. Endokardium merupakan lapisan terdalam yang terdiri daripada sel epitelium leper dan tisu penyambung.

    Bekalan darah yang banyak diperlukan untuk membekalkan nutrien, terutama oksigen, kepada jantung. Darah ini dibekalkan oleh arteri koronari kiri dan kanan, yang bercabang keluar dari aorta. Bekalan darah kepada jantung dipanggil kitaran darah koronari

  5. NAMA ; M.SYARKAWI
    NIM ; 09S10075
    PRODI ; S1 GIZI

    Perubahan kardiovaskuler pada kala VI

    I.Perubahan fisiologi dan anatomi berkembang pada banyak system organ
    dengan terjadinya persalinan, diantaranya adalah system kardiovaskuler. Segera pada periode post partum, output meningkatkan secara maksimal dan dapat mencapai 80% di atas periode pra persalinan dan kira-kira 100% di atas nilai ketika wanita tersebut tidak hamil. Hal ini disebabkan karena pada saat kontraksi uterus terjadi placenta autotranfusi sebanyak 300 – 500 ml. CVP meningkatkan 4 – 6 cm H2O karena ada peningkatan volume darah ibu. Peningkatan cardiac out put ini tidak bisa tidak bisa ditoleransi dengan baik pada pasien dengan kelainan katup jantung ( misal : aorta stenosis, mitral stenosis ) atau penyakit jantung koroner. Decompensatio cordis yang berat dapat terjadi pada kehamilan 24 minggu, selama persalinan dan segera setelah persalinan. cardiac output, denyut jantung, stoke volume menurun sampai kenila sebelum persalinan pada 24 – 72 jam post pertumbuhan kembali kelever saat tidak hamil pada 6 – 8 minggu setelah melahirkan.

    II.Meskipun peningkatan kerja jantung selama kehamilan dan prsalinan,
    kesehatan wanita tidak terganggu oleh karena adanya reserve jantung. Pada keadaan dimana ibu hamil dengan penyakit jantung dan rendahnya reserve jantung, peningkatan kerja jantung akan menyebabkan kelemahan ventrikal dan edema paru. Pada wanita ini, selanjutnya peningkatan kerja jantung di cegah dengan pemberian analgetika untuk menekan sakit terutama dengan pemberian extradural atau spinal anaestesi. Sejak cardiac output meningkat segera setelah postpartum, blokade simpatik akan dipertahankan beberapa jam sesudah persalinan dan secara perlahan – lahan akan berkurang.

    III.Dalam kehamilan, uterus mempunyai banyak pembuluh – pembuluh
    darah yang besar. Tetapi karena setelah persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah yang banyak, maka arteri harus mengecil lagi dalam nifas. Orang menduga bahwa pembuluh yang tersumbat karena perubahan pada dindingnya dan diganti oleh pembuluh yang lebih kecil. Nadi umunya 60 – 80 denyut permenit dan segera setelah partus dapat tahihardi. Bila tedapat tahihardi dan badan tidak panas mungkin ada peredaran berlebih atau penyakit jantung. Pada masa nifas umunya denyut nadi lebih labil di banding suhu badan.

    IV.Leukiositosis dan trombositosis yang cukup nyata terjadi selama dan
    setelah persalinan. kadar leukosit kadang mencapai 30.000 ndengan promodinasi peningkatan granulosit. Juga terdapat limfopenia relatif dan eosiponia absolut biasanya dalam beberapa hari post Partum, konsentrasi hemoglobin dan hematokrit berfluktuasi sedang. Bila angkanya menurun jauh dibawah nilai sebelum persalinan berarti telah terjadi kehilangan darah dalam jumlaah cukup banyak satu minggu setelah persalinan. Volume darah telah hampir kembali kehilangan ketika tidak hamil, hal ini menunjukkan bahwa curah jantung meningkat selama setidaknya 48 jam. Hal ini tampaknya lebih disebabkan oleh peningkatan isi aliran balik vena, karena frekuensi denyut jantung menurun pada saat yang sama setelah 2 minggu, perubahan – perubahan ini kembali kekadarnya ketika tidak hamil.

    V.Perubahaan faktor – faktor pembekuan darah yang diinduksi oleh kehamilan
    menetap untuk waktu yang bervariasi selama masa nifas. Peningkatan fibrinogen plasma yang juga mengakibatkan peningkatan laju endap darah menetap. Setidaknya selama minggu pertama dan sebagai konsekuensinya, peningkatan laju endap darah yang biasa ditemukan selama kehamilan akan tetap tinggi pada masa nifas. Penyebab pendarahan post partum yang paling hebat adalah plasenta akreta yang keparahannya mengharuskan dilakukan histerektomi.

    VI.Pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang dikenal sebagai shunt antara
    sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah melahirkan, shunt akan hilang dengan tiba – tiba. Volume darah pada ibu relatif akan bertambah, keadaan ini menimbulkan beban pada jantung, sehingga dapat menimbulkan dekopensasi kordis pada penderita – penderita vitium kordis. Untung keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. Umumnya hal ini terjadi pada hari – hari ke – 3 sampai 15 hari postpartum

  6. Nama : Minggu lisa
    Nim : 09S10076
    System Kardiovaskuler
    Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut “pernapasan eksternal” atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.

  7. ristiyanti rahayu

    NAMA : RISTIYANTI RAHAYU
    NIM : 09S10074
    PRODI : S1 GIZI

    1. MACAM PEREDARAN DARAH
    Darah kita senantiasa beredar setiap saat selama kita hidup. Darah beredar dari jantung keseluruh tubuh, akhirnya kembali lagi ke jantung, beredar siang dan malam tanpa henti sampai akhir hayat. Sambil beredar, darah memebawa sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Hormon dari kelenjar hormon juga diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Sebaliknya, sisa-sisa pembakaran dari seluruh tubuh diangkut oleh darah ke alat-alat pengeluaran.
    Oleh karena darah kita beredar di dalam pembuluh darah, maka peredaran darah kita digolongkan peredaran darah tertutup. Setiap kali beredar, darah melewati jantung dua kali. Berdasarkan hal tersebut, maka peredaran darah manusia disebut peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
    a. Peredaran Darah Kecil
    Peredaran darah kecil adalah peredran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Skema peredaran darah kecil :
    Jantung → paru-paru → jantung
    (bilik kanan) (serambi kiri)
    b. Peredaran Darah Besar
    Peradaran darah besar ialah peredaran darah dari bilik kiri ke jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali keserambi kanan jantung. Skema peredaran darah besar :
    Jantung → tubuh → jantung
    (bilik kiri) (serambi kanan)

  8. SAMSUL ARIFIN

    Nama: Samsul Arifin
    Nim: 09S10084
    Prodi: S1 Gizi

    PERAN GIZI UNTUK CEGAH PENYAKIT KARDIOVASKULER

    Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kematian di banyak negara maju maupun negara berkembang. Pola makan tak seimbang merupakan salah satu pemicu utama penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk sadar gizi. Kaitan gizi dengan penyakit kardiovaskuler dibahas dalam seminar sehari yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan Departemen Kesehatan, Sabtu (5/7).

    Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1972, penyakit kardiovaskuler masih di peringkat ke-11 penyebab utama kematian di Indonesia. Tahun 1986 naik ke urutan ketiga. Adapun tahun 1992 dan 1995 sudah di urutan pertama.

    Menurut Dr dr Budhi Setianto SpJP dari Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, penyakit kardiovaskuler/jantung koroner terjadi jika ada penyempitan pembuluh darah jantung oleh timbunan lemak (plak) sehingga jantung kekurangan oksigen.

    Faktor risiko yang tak dapat diubah adalah usia (lebih dari 60 tahun), jenis kelamin (pria lebih berisiko), serta riwayat keluarga. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi antara lain kebiasaan merokok, dislipidemia, kurang gerak, kegemukan, diabetes melitus, stres, infeksi, serta gangguan pada darah (fibrinogen, faktor trombosis dan sebagainya).

    Pola makan

    Penelitian mengenai pola asupan gizi dan profil lipid pada etnik Minangkabau, Sunda, Jawa, dan Bugis sebagaimana dipresentasikan Dr dr Ratna Djuwita Hatma MPH dari FKM-UI mendapatkan perbedaan bermakna pada profil plasma lipid (total kolesterol, kolesterol LDL/lipoprotein densitas rendah/kolesterol jahat dan HDL/lipoprotein densitas tinggi/kolesterol baik).

    “Seseorang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner jika nilai plasma total kolesterol lebih besar dari 240 mg/dl, nilai plasma kolesterol LDL lebih besar dari 160 mg/dl, dan nilai plasma kolesterol HDL lebih kecil dari 35 mg/dl,” kata Ratna.

    Rata-rata plasma total kolesterol dan kolesterol LDL etnik Minangkabau tertinggi. Hal ini diperkirakan berkaitan dengan pola makan tinggi lemak hewani, tapi rendah serat dan sayuran. Hal ini pula yang menyebabkan tingginya proporsi penyakit kardiovaskuler di kalangan etnik Minangkabau.

    Makanan tradisional Minangkabau banyak mengandung santan dan daging. Kadar asam lemak jenuh (SAFA)-yang bisa meningkatkan kadar plasma kolesterol-kedua bahan makanan itu terhitung tinggi.

    Sementara asam lemak tak jenuh majemuk (PUFA) yang bersifat menurunkan plasma kolesterol banyak terkandung pada kacang-kacangan, tempe/tahu, ayam, dan ikan.

    Etnik Sunda, Jawa, dan Bugis mengonsumsi makanan lebih bervariasi meliputi protein hewani, sayuran, tempe, dan tahu dibandingkan dengan etnik Minangkabau. Kelompok yang makan tempe dan tahu meski mengonsumsi makanan bersantan, kadar kolesterol LDL/kolesterol jahatnya rendah.

    Menurut Dr dr Purwantyastuti MSc SpFK dari Bagian Farmakologi FKUI, tempe yang terbuat dari kacang kedelai difermentasi merupakan sumber flavonoids yang berfungsi menghambat peroksidasi lipid. Selain itu, juga tinggi kandungan PUFA, vitamin E dan B kompleks serta antioksidan.

    Namun, perlu diperhatikan cara memasak tempe agar flavonoids tidak rusak. Mengutip pelbagai penelitian, menurut Purwantyastuti, kadar isoflavone turun sampai 81 persen jika tempe digoreng, 69 persen jika dibuat keripik, 54 persen pada sambal goreng, 27 persen pada bacem tempe, dan 22 persen pada lodeh tempe. Makin tinggi suhu, makin banyak isoflavone rusak.

    Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan dr Rachmi Untoro MPH memaparkan, masalah gizi dipengaruhi pelbagai faktor yang saling berkait, baik aspek kesehatan maupun di luar kesehatan. Di tingkat rumah tangga keadaan gizi banyak dipengaruhi kemampuan rumah tangga menyediakan pangan bergizi seimbang, asuhan gizi dan perawatan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan perilaku.

    Timbulnya penyakit degeneratif dipengaruhi kondisi sejak dalam kandungan dan masa pertumbuhan (balita dan usia sekolah) seperti bayi berat lahir rendah, kurang gizi serta beberapa penyakit infeksi yang berulang diderita. Keadaan makin berat jika di usia dewasa menerapkan gaya hidup tidak sehat (misalnya, merokok, pola makan tak seimbang, dan kurang gerak).

    Memperhatikan kondisi itu, kebijakan perbaikan gizi secara umum diarahkan untuk mewujudkan keluarga sadar gizi. Yaitu, keluarga yang melakukan perilaku gizi seimbang, mampu mengenali masalah kesehatan dan gizi bagi setiap anggota keluarga dan mampu mengambil langkah untuk mengatasi masalah gizi keluarga. Dalam upaya itu Depkes melibatkan organisasi profesi dan LSM. (ATK)

    Obat Kardiovaskuler
    • Obat kardiovaskuler: adalah obat yang digunakan untuk kelainan jantung dan pembuluh darah
    • Obat kardiovaskuler adalah Obat Antiangina

    Anti Angina
    • Antiangina adalah obat untuk angina pectoris (ketidak seimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply) oksigen pada salah satu bagian jantung
    • Penyebab angina:
    • Kebutuhan O2 meningkat → exercise berlebihan
    • Penyediaan O2 menurun → sumbatan vaskuler

    Cara kerja Antiangina:
    • Menurunkan kebutuhan jantung akan oksigen dengan jalan menurunkan kerjanya. (penyekat reseptor beta)
    • Melebarkan pembuluh darah koroner → memperlancar aliran darah (vasodilator)
    • Kombinasi keduanya

    Obat Antiangina:
    1. Nitrat organik
    2. Beta bloker
    3. Calsium antagonis

    Farmakodinamik
    Khasiat farmakologik:
    • Dilatasi pembuluh darah → dapat menyebabkan hipotensi → sinkop
    • Relaksasi otot polos → nitrat organik membentuk NO → menstimulasi guanilat siklase → kadar siklik-GMP meningkat → relaksasi otot polos (vasodilatasi)
    • Menghilangkan nyeri dada → bukan disebabkan vasodilatasi, tetapi karena menurunya kerja jantung

    • Pada dosis tinggi dan pemberian cepat → venodilatasi dan dilatasi arteriole perifer → tekanan sistol dan diastol menurun , curah jantung menurun dan frekuensi jantung meningkat (takikardi)
    • Efek hipotensi terutama pada posisi berdiri → karena semakin banyak darah yang menggumpul di vena → curah darah jantung menurun

    • Menurunya kerja jantung akibat efek dilatasi pembuluh darah sistemik → penurunan aliran darah balik ke jantung
    • Nitrovasodilator menimbulkan relaksasi pada hampir semua otot polos: bronkus, saluran empedu, cerna, tetapi efeknya sekilas → tidak digunakan di klinik

    Penyakit Metabolik Dan Kecendrungan Penyakit Kardiovakuler

    Sejak tahun 1980 an terdapat polla hidup di Indonesia yang “Westernized” (kebarat-baratan). Selain perubahan aktivitas fisik yang mempunyai kecenderungan berkurangnya aktifitas fisik juga ada perubahan pola makan cepat saji, yang mempunyai kalori dan lemak tinggi. Perubahan pola hidup tersebut erat sekali dengan timbulnya penyakit – penyakit metabolic seperti : Obesitas (kegemukan atau kelebihan berat badan), diabetes mellitus, sindroma metabolic, dll

    Keadaan Masalah

    Penyakit-penyakit metabolic tadi akhirnya berkembang menjadi penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) yaitu Penyakit Jantung Koroner, Stroke dan lain-lain. Sejalan dengan keberhasilan pembangunan diberbagai bidnag dan dengan melihat dinamika kehidupan bangsa Indonesia maka akan terjadi perubahan pula pada sector kesehatan.

    Keberhasilan pembangunan di segala sector, utamanya sector kesehatan telah mengubah kehidupan manusia. Perubahan –perubahan yang terjadi antara lain :

    – Perubahan perilaku / kebiasaan hidup : berkurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, selalu tergesa-gesa dan sebagainya.

    – Perubahan social ekonomi : meningkatnya pendapatan perkapita, perubahan pola konsumsi, perubahan gaya hidup dan sebagainya

    – Semakin meningkatnya umur harapan hidup seseorang

    – Bergesernya pola penyakit menular mengarah kepada penyakit-penyakit tidak menular

    – Berubahnya urutan penyakit penyebab kematian umum

  9. M. RASYID RIDHA

    NAMA : M. RASYID RIDHA
    NIM : 09S10066
    PRODI : S1 GIZI

    ARTERI, VENA dan KAPILER
    1. Pembuluh darah arteri atau nadi
    Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.
    – Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh.
    – Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru.
    2. Pembuluh darah vena atau balik
    Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.
    – Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.
    – Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.
    3. Pembuluh darah kapiler
    pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah.

  10. OKLIVIA LIBRI

    NAMA : OKLIVIA LIBRI
    NIM : 09S10073
    S1 GIZI

    Aorta
    Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik.
    Jalur aorta : Bagian awal aorta, aorta menaik, muncul keluar dari ventrikel kiri, yang diasingkan oleh katup aorta. Kedua arteri coronaria jantung bercabang dari pangkal aorta, di atas katup aorta.
    Aorta kemudian melengkung balik mengelilingi arteri pulmonalis. Tiga pembuluh darah muncul keluar dari arcus aortae ini, yaitu arteri brachiocephalica, arteri carotis communis sinistra, dan arteri subclavia sinistra. Pembuluh-pembuluh ini memasok darah ke kepala dan bagian lengan.
    Aorta kemudian menuruni badan. Bagian atas diafragma (dalam dada) disebut aorta pars thoracalis dan bagian bawah diafragma (dalam abdomen) disebut aorta pars abdominalis.
    Saat bergerak ke bawah dinding posterior abdomen, aorta abdomen beredar pada kiri vena cava inferior, bercabang-cabang menjadi saluran darah utama pada perut dan usus, dan juga ginjal. Terdapat banyak bentuk cabang yang dapat diketahui dalam vaskulatur sistem pencernaan. Bentuk yang paling umum ialah cabang aorta membentuk truncus celiacus, arteri mesenterica superior, dan juga arteri mesenterica inferior. Arteri renalis biasanya bercabang dari aorta abdominalis di antara truncus celiacus dan arteri mesenterica superior. Aorta berakhir dengan percabangan 2, yaitu arteri iliaca communis sinistra dan arteri iliaca communis dextra untuk memasok darah ke anggota tubuh bagian bawah dan pelvis.
    Cirri-ciri :
    Aorta adalah arteri elastis, oleh karenanya maka dapat mengembang. Apabila ventrikel kiri berkontraksi untuk memaksa darah mengalir ke aorta, aorta mengembang. Regangan ini memberikan energi potensial yang akan membantu mempertahankan tekanan darah sewaktu diastole, karena saat itu, aorta akan berkontraksi secara pasif.

  11. DADAN JUMADIANOR

    DADAN JUMADIANOR
    09S10083
    S1 GIZI

    Kardiovaskuler (Pembuluh darah) adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung tuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh.dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa keluar karbon dioksida.Fungsi pembuluh darah arteri adalah mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan fungsi pembuluh darah vena adalah mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung.
    1. Pembuluh darah arteri atau nadi
    Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.
    – Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh.
    – Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru.
    2. Pembuluh darah vena atau balik
    Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.
    – Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.
    – Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.
    3. Pembuluh darah kapiler
    pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah.

  12. DADAN JUMADIANOR

    DADAN JUMADIANOR
    09S10083
    S1GIZI

    Kardiovaskuler (Pembuluh darah) adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung tuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh.dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa keluar karbon dioksida.Fungsi pembuluh darah arteri adalah mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan fungsi pembuluh darah vena adalah mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung.
    1. Pembuluh darah arteri atau nadi
    Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.
    – Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh.
    – Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru.
    2. Pembuluh darah vena atau balik
    Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.
    – Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.
    – Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.
    3. Pembuluh darah kapiler
    pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah.

  13. mijdefi pauzi

    MIJDEFI PAUZI : 09S10069
    PRODI : GIZI
    Sistem Kardiovaskular
    Fungsi :
    • Mengangkut darah beroksigen dan bernutrisi ke seluruh badan dan membawa aliran balik darah yang penuh dengan karbondioksida
    • Mengangkut bahan dan komponen tubuh yang tidak terpakai untuk dibuang di ginjal
    Jantung
    • Jantung Berat ± 250–360 gr
    • Organ berongga berbentuk kerucut tumpul
    • Terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga toraks.
    • Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal.
    • Jantung dilindungi mediastinum.Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya
    Ruang Jantung
    1. Ada empat ruang, atrium dextra dan atrium sinistra yang dipisahkan oleh septum interatrial, ventrikel dextra dan ventrikel sinistra dipisahkan oleh septum interventrikular.
    2. Dinding atrium relatif tipis dibandingkan dengan ventrikel.
    Katup Jantung
    1. Katup Trikuspidalis yang terletak antara atrium dextra dan ventrikel dextra.
    2. Katup Bikuspidalis/Mitralis yang terletak antara atrium sinistra dan ventrikel sinistra.
    3. Katup Semilunar Aorta
    4. Katup Semilunaris Pulmonari

  14. NAMA : NONI SETIA RINI
    NIM : 09S10080
    PRODI : S1 GIZI

    JANTUNG

    Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya mirip piramid dan terletak di dalam perikardium di mediastinum. Jantung memiliki tiga permukaan : facies sternocostalis, diaphragmatica, dan basis cordis. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang: atrium dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister.
    Atrium dextrum terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil, auricula. Bagian atrium di anterior berdinding kasar atau trabekulasi oleh karena tersusun atas berkas serabut-serabut otot, musculi pectinati, yang berjalan melalui crista terminalis ke auricula dextra. Pada atrium dextrum bermuara vena cava superior et inferior, sinus coronarius, dan vena cordis minimae. Ostium atrioventriculare dextrum terletak anterior terhadap muara vena cava inferior dan dilindungi valva tricuspidalis. Pada atrium dextrum juga terdapat septum interatriale yang memisahkan kedua atrium. Pada septum inilah terdapat fossa ovalis yang merupakan obliterasi dari foramen ovale saat masih janin.

  15. SUSI INDRIATY

    NAMA : SUSI INDRIATY
    PRODY : S1 GIZI
    NIM: 09S10063

    SISTEM KARDIOVASKULER

    Sistem Kardiovaskuler terdiri dari darah,jantung dan pembuluh darah. Jantung terletak di dalam mediastinum di rongga dada. 2/3 nya terletak di bagian kiri, 1/3 nya terletak di bagian kanan dari garis tengah tubuh.
    Proyeksi jantung kanan secara visual pada permukaan anterior adalah dibawah sternum dan tulang iga. Pada bagian permukaan inferior ( Apeks dan batas kanan jantung) diatas diafragma. Batas jantung kanan (yang meluas kebagian inferior dan basal) bertemu dengan paru kanan. Batas jantung kiri (yang meluas dari basal ke apeks) bertemu dengan paru kiri.
    Batas superior jantung kanan terletak di intercostae ke-3 kira-kira 3 cm ke kanan dari garis tengah. Garis yang menghubungkan kedua titik ini berkoresponden dengan basal jantung.
    Batas inferior jantung kiri terletak di apeks di intercostae ke-5 kira-kira 9 cm ke kiri dari garis tengah. Batas inferior jantung kanan terletak pada intercostae ke-6kira- kira 3 cm ke kanan dari garis tengah.
    Garis yang menghubungkan garis inferior kanan dan kiri berkoresponden terhadap inferior surface jantungdan garis yang menghubungkan inferior dan superior kanan berkoresponden ke border jantung kanan.
    Berat jantung orang dewasa laki-laki 300-350gr, berat jantung orang dewasa wanita 250-350 gr. Panjang jantung 12 cm, lebar 9 cm dan tebal 6 cm atau 4 gr/kg BB dari berat badan ideal.

  16. NAMA : HANAN K.L
    PRODI :S1. GIZI
    NIM : 09S10086

    Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung menuju seluruh tubuh.
    Vena Cava adalah vena utama dalam tubuh yang membawa darah yang banyak mengandung karbondioksida dari kepala dan anggota tubuh bawah ke serambi kanan. Darah ini mengandung CO2 karena darah yang dikandung merupakan darah yang telah melewati sistem oksidasi (pembakaran).
    Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.

  17. NAMA: Marlina
    NIM: 09D30083
    PRODI: DIII Rekam medik
    Cara kerja jantung
    Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
    Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
    Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
    Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
    Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

  18. Hernida arisanti

    Nama: HERNIDA ARISANTI
    Prodi : S1 GIZI
    Nim: 09S10064
    JANTUNG
    Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
    Permukaan Jantung

    Bagian-bagian dari jantung
    Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan seorang laki-laki dewasa. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
    Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
    Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan serambi (atrium) & bilik(ventrikel).
    Struktur Internal Jantung
    Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
    Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.
    Cara Kerja Jantung
    Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
    Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
    Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
    Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
    Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
    Seputar Kesehatan Jantung
    Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, berakibat pada kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.
    Penyakit Jantung
    Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
     Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
     Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
    Serangan Jantung
    Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.
    Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa atlit-atlit sepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola[1]. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.
    Penanggulangan
    Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
     Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam bawang putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara bawang putih dengan kesehatan jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain risiko penyakit jantung.
     Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi risiko penyakit jantung. Untuk benar-benar mengurangi risiko penyakit jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokok.
     Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
     Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga 20%
     Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti Salmon, Tomat, Minyak Zaitun, Gandum, Almond, dan Apel.

  19. M. Hadi. S
    09S10077
    S-1 Gizi

    Darah

    Merupakan CAIRAN TUBUH YANG TERDAPAT PADA JANTUNG & PEMBULUH DARAH
    CAIRAN LAINNYA:
    JARINGAN : TERDAPAT DALAM JARINGAN
    LYMPH: TERDAPAT PD PEMBULUH LYMPH
    SINOVIAL: TERDAPAT DI ANTARA SENDI
    SEREBROSPINAL (CEREBROSPINAL): YANG TERDAPAT PD OTAK BESAR (SEREBRUM) & MEDULA SPINALIS (poros tulang belakang)
    ENDOLIMPH & PERILIMPH: TERDAPAT DI DALAM TELINGA (RUMAH SIPUT) UNTUK KESEIMBANGAN

    FUNGSI DARAH :

    1. TRANSPORTASI  a. yg berhubungan dg respirasi; b. yg berhubungan dg nutrisi (makanan); c. yg berhubungan dg ekskresi; d. yg berhubungan dg regulasi
    2. REGULASI KESEIMBANGAN pH DARAH (7.0-7.2)  mengentalkan darah karena mempunyai plasma protein (albumin, fibrinogen, globulin)
    3. REGULASI KESEIMBANGAN Darah dg jaringan
    4. MENCEGAH PENDARAHAN (TROMBOSIT)
    5. PERTAHANAN TUBUH (LEKOSIT)

    PEMBAGIAN DARAH :

    PLASMA DARAH  55 %
    SEL-SEL DARAH  45 %; TERDIRI DARI:
    SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)
    SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)
    KEPING-2 DARAH (THROMBOSIT)

    KARAKTERISTIKA DARAH :

    BERAT JENIS DARAH : 1.054 – 1.060
    BERAT JENIS PLASMA : 1.024 – 1.028
    VISKOSITAS (kekentalan): 3-5 x AIR
    JUMLAH VOLUME DARAH : 5-8 % BB

    PLASMA DARAH :

    AIR  91 %
    SUBSTANSI LAIN  8 % tdd:
    PROTEIN PLASMA DARAH  70 %: albumin, fibrinogen, globulin
    ENZIM
    0,9 % tdd: asam amino, lemak, glukosa, urea, garam, sodium bikarbonat
    0,1 % HORMON, ANTIBODI, GAS

  20. Pingback: Prosiding Ilmiah Kebidanan Download | Terbaru 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s