Accelerating Progress in Obesity Prevention: Solving the Weight of the Nation (2012)

Obesity is a public health issue of monumental importance to the nation. I would argue that it is the most significant public health challenge we face at this time, both because of the huge number of people it affects and because of the ripple effects it has and will have on the development of debilitating and costly chronic diseases. Obesity is a major contributor to the health care cost challenges we confront today in the United States. These costs have the potential to become catastrophic and unaffordable unless all sectors of society take the need for obesity prevention seriously and act responsibly. It is untenable to wait any longer until people are already sick, requiring that most of our efforts and funding be devoted to crisis intervention for diseases that could have been prevented or made less severe. download

Measuring Progress in Obesity Prevention (2012)

Obesity is recognized as a paramount public health problem. Obesity and overweight are associated with cardiovascular  disease, diabetes, certain forms of cancer, and other conditions that are primary causes of mortality and morbidity in the United States. Obesity increased sharply during the last few decades of the 20th century, and while some statistics indicate that the increase has leveled off, at least in selected population groups, overall rates remain unacceptably high. People who struggle with weight as children are far more likely than other children to do so as adults, and excess weight can cause myriad health problems throughout the life span. Obesity also is especially prevalent among racial and ethnic minorities and in low-income communities.
Those working to turn these trends around have faced an uphill battle. For example, the American public is awash in ever more sophisticated marketing of high-calorie foods and beverages with limited nutritional value, and many aspects of our society discourage the natural human impulse to move. These are among the reasons why attention is shifting from treating individual patients who are overweight or obese to addressing the powerful environmental and policy influences that operate at the community level and even more broadly in U.S. society. download

INFO PANGAN DAN GIZI no. 1, 2010

Buku Info Pangan dan Gizi merupakan media penyalur informasi pangan dan gizi. Informasi diperoleh dari anggota tim forum koordinasi Jaringan Informasi Pangan dan Gizi (JIPG) yang merupakan interaksi jaringan antar pusat informasi yang terkait dalam bidang pangan dan gizi. Informasi yang dipublikasi dalam buku ini adalah abstrak informatif hasil-hasil penelitian termasuk kebijakan pemerintah dan makalah-makalah yang disampaikan dalam seminar atau lokakarya.
Publikasi JIPG dalam buku Info Pangan dan Gizi selama ini diperlukan oleh pengguna dari berbagai instansi terkait di daerah termasuk perguruan tinggi. Salah satu kegiatan JIPG adalah mengelola informasi bersama seluruh anggota tim dan membahas kelayakan naskah yang ada untuk dipublikasikan dalam 2 nomor setiap tahunnya.
Dalam terbitan Info Pangan dan Gizi Volume XIX tahun 2010 ini berisi abstrak hasil penelitian bidang pangan dan gizi yang dihimpun melalui beberapa kali pertemuan sekretariat JIPG tingkat pusat. Kritik dan saran konstruktif para pembaca untuk penyempurnaan publikasi ini sangat kami harapkan. download info pangan no 1, 2010

download info_pangan_no 2,_2010

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF

BAB V
TEMPAT KERJA DAN TEMPAT SARANA UMUM
Pasal 30

(1) Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus mendukung program ASI Eksklusif.

(2) Ketentuan mengenai dukungan program ASI Eksklusif di Tempat Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perusahaan antara pengusaha dan pekerja/buruh, atau melalui perjanjian kerja bersama antara serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha.

(3) Pengurus Tempat Kerja dan penyelenggara tempat sarana umum harus menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui dan/atau memerah ASI sesuai dengan kondisi kemampuan perusahaan.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyediaan fasilitas khusus menyusui dan/atau memerah ASI sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

download PP ASI 2012

Profil Kesehatan Indonesia 2010

Kata Pengantar

Profil Kesehatan Indonesia merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan dan pencapaian target indikator Millenium Development Goals bidang kesehatan, serta berbagai upaya yang terkait dengan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan lintas sektor seperti Badan Pusat Statistik dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Profil kesehatan, baik Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, Profil Kesehatan Provinsi maupun Profil Kesehatan Indonesia menyajikan data/informasi kesehatan yang relative lengkap, meliputi data derajat kesehatan, upaya kesehatan, sumber daya kesehatan, dan data umum serta lingkungan yang terkait dengan kesehatan. Karena itu, penyusunan profil kesehatan perlu dicermati dan sedapat mungkin menggunakan data yang berkualitas. Data yang digunakan untuk menyusun Profil Kesehatan Indonesia ini bersumber dari Profil Kesehatan Provinsi, laporan dari unit pengelola program pembangunan kesehatan, lintas sektor terkait, hasil survei seperti Riskesdas, dan sumber data lainnya. Data yang tersaji pada Profil Kesehatan Indonesia dapat digunakan untuk membandingkan keadaan pembangunan kesehatan antara satu provinsi dengan provinsi lainnya, perbandingan pembangunan kesehatan di Indonesia dengan beberapa negara di Asia Tenggara lainnya dan negara‚Äźnegara anggota SEARO. Dengan diterbitkannya Profil Kesehatan Indonesia ini diharapkan perbandingan pembangunan kesehatan, baik antar provinsi maupun Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya dapat tergambar dengan jelas.

download

Rekam Medis dan sintem Informasi Kesaehatan di Puskesmas

Download Rekam Medis dan SIK

Manual Rekam Medis

Manual Rekam Medis disusun berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 46 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis.
Manual Rekam Medis ini adalah untuk melengkapi Buku Penyelenggaraan Praktik Kedokteran yang Baik di Indonesia (Keputusan KKI Nomor 18/KKI/KEP/IX/2006 tertanggal 21 September 2006) dan Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.
Ruang lingkup dari buku ini adalah inti sari praktis penyelenggaraan Rekam Medis dengan sistematika penulisan meliputi pengertian, manfaat, tata cara penyelenggaraan, isi, aspek hukum, aspek disiplin, aspek etika dan kerahasiaan rekam medis.
Buku ini disusun oleh Kelompok Kerja Konsil Kedokteran Indonesia yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil dari Departemen Kesehatan RI, Departemen Pendidikan Nasional RI, Lembaga Swadaya Masyarakat, Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia dan anggota Konsil Kedokteran Indonesia.
Buku ini diharapkan akan menambah wawasan dan pengetahuan dokter dan dokter gigi yang bekerja di semua sarana pelayanan kesehatan tentang Rekam Medis, sehingga memahami pentingnya Rekam Medis dan bisa menyelenggarakan Rekam Medis yang baik dan benar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Download Manual Rekam Medis